Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Raja Arab - Menko Darmin Nasution sambut baik rencana kunjungan Raja Salman ke Indonesia.
  • Cabai - Cabai impor juga beredar di Sumenep.
  • LRT - Ahok optimistis LRT selesai sebelum Asian Games 2018.
  • Nasional - Presiden Jokowi menerima gelar adat kehormatan Maluku, Jumat (24/2).
  • Lebak - Bupati Lebak Iti Octavia mewajibkan tanam cabai lima batang per PNS.
  • Kedelai - Harga kedelai di Pekalongan naik jadi Rp7.500/kilogram.
  • Kopi - Pemkab Seruyan kembangkan budidaya kopi jenis arabica khusus di wilayah Seruyan Hulu.
  • PLN - Pemerintah memangkas jumlah penerima subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA, dari 23 juta menjadi hanya 4,1 juta pelanggan.
  • Kentang - Harga kentang di Pangkalpinang berangsur turun.
  • Freeport - Pemkab Mimika prediksi jumlah karyawan Freeport yang di-PHK akan terus bertambah.

2016, Penjualan Industri Keramik Tumbuh 15 Persen

Foto Berita 2016, Penjualan Industri Keramik Tumbuh 15 Persen
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Industri keramik nasional menunjukkan kinerja positif melalui nilai penjualan yang tumbuh sekitar 10-15 persen dengan volume mencapai 385-402 juta m2 pada tahun 2016. Di awal tahun 2017, sektor ini menambah kapasitas dengan beroperasinya pabrik baru di Jawa Timur. "Kami memberikan apresiasi kepada PT Arwana Citramulia Tbk yang melakukan kontribusi terhadap industri keramik nasional dengan pembangunan pabrik barunya," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat keterangan tertulis di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Airlangga menyampaikan hal tersebut pada Peresmian Pabrik Ke-5 PT Arwana Citramulia Tbk di Mojokerto, Jawa Timur. Kementerian Perindustrian mencatat kapasitas produksi terpasang ubin keramik nasional sebesar 580 juta meter persegi dengan realisasi produksi ubin keramik mencapai 350 juta m2 pada tahun 2016.

Sebanyak 87 persen produksi keramik nasional dipasarkan di dalam negeri, serta sisanya di ekspor ke negara-negara di kawasan Asia, Eropa dan Amerika. "Produksi keramik nasional, antara lain ubin, tableware, sanitari, genteng (rooftile)," kata Airlangga.

Menurut dia, industri keramik di Indonesia merupakan salah satu kelompok sektor yang diandalkan sebagai penggerak kinerja industri nasional selama 25 tahun terakhir. Selain itu juga menjadi salah satu industri unggulan karena dukungan ketersediaan bahan baku berupa sumber daya alam yang tersebar di wilayah Indonesia.

"Industri keramik nasional dalam jangka panjang cukup prospektif seiring dengan pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat," ujar Airlangga. Dengan program pemerintah dalam meningkatkan pembangunan properti dan perumahan, diharapkan pula meningkatkan konsumsi keramik nasional.

"Kemenperin juga menargetkan tahun ini agar industri keramik dan kaca mendapatkan harga gas di bawah USD 6 sesuai Perpres. Apalagi Arwana yang masuk 10 besar di dunia, diharapkan menjadi industri manufaktur yang menopang perekonomian Indonesia," paparnya.

CEO PT Arwana Citramulia Tbk Tandean Rustandy mengatakan perusahaan telah mengembangkan usahanya di daerah Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan. Selain itu, melakukan perluasan kapasitas produksi terpasang dengan pembangunan pabrik kelima di Mojokerto, Jawa Timur, sehingga total kapasitas produksi terpasang sebelumnya 49,37 juta m2 per tahun menjadi 60 juta m2 per tahun.

Pembangunan pabrik kelima dengan kapasitas produksi 8 juta m2 per tahun, yang telah selesai dibangun dan berproduksi sejak Agustus 2016 ini menelan nilai investasi sebesar Rp300 miliar dan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 350 orang. "Pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ubin keramik dan membuka lapangan kerja khususnya wilayah Jawa Timur, Bali, dan Indonesia bagian Timur," ujar Tandean.

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono menyampaikan, pemerintah dan pelaku industri keramik perlu memiliki komitmen untuk menyusun strategi kebijakan dalam upaya mengendalikan produk keramik impor dengan berkompetensi memproduksi jenis, ukuran, dan desain keramik sesuai permintaan pasar dalam negeri. "Selain itu, diperlukan penegakan hukum dalam penerapan SNI wajib, usulan Technical Barrier to Trade (TBT) atas produk impor, dan peningkatan produktivitas perlu mulai diimplementasikan sebagai upaya pengendalian impor," ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan kinerja industri nasional ke depan, lanjut Sigit, diperlukan langkah-langkah strategis, antara lain penguatan struktur industri, peningkatan kualitas SDM melalui pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi, penerapan inovasi teknologi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan, serta pembangunan infrastruktur. (Ant)

Tag: Airlangga Hartarto

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Antaranews.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51