Portal Berita Ekonomi Selasa, 17 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Dialog Nasional - Habieb Rizieq serukan Dialog Nasional untuk menjaga keutuhan NKRI dari ancaman perpecahan.
  • Finansial - LPS sebut jumlah rekening simpanan berjenis deposito mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,75% pada November tahun lalu dibandingkan dengan Oktober.
  • BKSL - PT Sentul City Tbk. membidik perolehan prapenjualan atau marketing sales sebanyak Rp1,2 triliun sepanjang tahun ini.
  • Pertambangan - Papua minta dilibatkan dalam pembahasan terkait kelangsungan kontrak karya PT Freeport Indonesia.
  • Digital Economy - Penyedia teknologi untuk pemesanan transportasi, Grab, menargetkan pertumbuhan lebih dari 300% dengan meningkatkan kualitas teknologi.
  • Infrastruktur - PT Hutama Karya (Persero) memastikan empat ruas tol Trans Sumatera bisa beroperasi pada tahun ini.
  • BMRI - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyiapkan sistem pembayaran nontunai pada perhelatan pekan fesyen tahunan Indonesia Fashion Week (IFW) 2017.
  • Google - Besok (18/1) Dirjen Pajak akan panggil Google mengenai masalah pajak
  • Aceh - Gempa bumi berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) mengguncang Aceh.
  • Piala Presiden - PSSI akan menggunakan regulasi baru di Piala Presiden

77,53% Masyarakat Indonesia Dukung Pembangunan PLTN 

Foto Berita 77,53% Masyarakat Indonesia Dukung Pembangunan PLTN 
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wacana pemerintah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir terus digaungkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Untuk mengetahui seberapa besar dukungan masyarakat terhadap wacana tersebut, BATAN bekerja sama dengan PT Pro Ultima kembali melakukan survei di 2016. Hasilnya 77,53% masyarakat mendukung pembangunan PLTN. 

Hasil survei tersebut menunjukkan tren positif terhadap dukungan pembangunan PLTN. Dalam survei yang dilakukan sejak tahun 2011, dukungan terus meningkat. Dimana pada tahun 2011, dukungan sebesar 49,5%, tahun 2012 sebesar 52,9%, 2013 sebesar 64,1%, tahun 2014 sebesar 72%, dan tahun 2015 sebesar 75,3%. 

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, survei tersebut dilakukan untuk mengetahui seberapa besar dukungan masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTN di Indonesia. Setiap survei diikuti dengan sosialisasi pemahaman masyarakat tentang manfaat tenaga nuklir untuk listrik. Bedanya survei tahun 2016 tidak diikuti dengan sosialisasi tersebut, namun demikian hasilnya tetap positif. 

“Survei ini untuk mengetahui persepsi masyarakat. Meskipun tidak diikuti sosialisasi, tapi ini justru mencerminkan keinginan masyarakat,” ujar Djarot. 

Djarot sendiri mengatakan, saat ini sudah siap untuk melaksanakan pembangunan PLTN. Sejumlah persiapan yang dimiliki telah memadai, baik itu dari infrastruktur, SDM, dan land bank sudah memadai. 

“Hanya tinggal menunggu instruksi pemerintah untuk go nuklir, kami sudah siap, bahkan sejak lima tahun yang lalu kami sudah siap,” ujar Djarot. 

Namun demikian, menurut Djarot, hingga saat ini PLTN masih menjadi pilihan terakhir dari sejumlah sumber pembangkit listrik yang dapat dikembangkan, seperti PLTA, PLTS, PLTU, dan dari sumber energi baru terbarukan lainnya. Dalam program 35 ribu MW sendiri, PLTN diharapkan menyumbang 5000 MW pada tahun 2024-205 mendatang. 

“Pembangunan PLTN paling cepat juga membutuhkan waktu 8 tahun, jika saat ini dibangun tahun 2025 baru selesai,” ujar Djarot.

 

Tag: Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), energi listrik

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Vicky Fadil

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5266.938 -3.073 541
2 Agriculture 1885.940 12.223 21
3 Mining 1396.131 1.193 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.340 -1.838 66
5 Miscellanous Industry 1334.917 11.556 42
6 Consumer Goods 2335.552 -13.929 39
7 Cons., Property & Real Estate 518.602 0.971 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1053.013 5.208 56
9 Finance 801.764 0.204 89
10 Trade & Service 847.173 -4.711 122
No Code Prev Close Change %
1 BINA 338 422 84 24.85
2 OASA 292 364 72 24.66
3 HOTL 149 180 31 20.81
4 BIPI 115 137 22 19.13
5 SMDM 81 95 14 17.28
6 SSIA 525 605 80 15.24
7 IBST 1,850 2,100 250 13.51
8 BOLT 855 970 115 13.45
9 MYTX 62 70 8 12.90
10 NRCA 386 434 48 12.44
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 320 248 -72 -22.50
2 TALF 420 360 -60 -14.29
3 CENT 161 142 -19 -11.80
4 BNLI 745 670 -75 -10.07
5 JAWA 173 157 -16 -9.25
6 MCOR 212 193 -19 -8.96
7 AMRT 615 560 -55 -8.94
8 LMPI 162 148 -14 -8.64
9 INAF 4,100 3,750 -350 -8.54
10 SMBR 2,180 1,995 -185 -8.49
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 115 137 22 19.13
2 BUMI 410 420 10 2.44
3 DSFI 164 175 11 6.71
4 MCOR 212 193 -19 -8.96
5 WSBP 585 590 5 0.85
6 LEAD 128 133 5 3.91
7 INCO 2,510 2,490 -20 -0.80
8 BRMS 77 80 3 3.90
9 SSIA 525 605 80 15.24
10 AGII 910 915 5 0.55