Portal Berita Ekonomi Jum'at, 21 Juli 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 15:24 WIB. Samsung - Samsung Bixby dapat interaksi dengan aplikasi populer android.
  • 15:18 WIB. Provider - Indosat: Perang tarif data, operator bisa masuk jurang.
  • 15:01 WIB. FIF - Federal International Finance menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp33 triliun hingga akhir 2017.
  • 14:59 WIB. FIF - Federal International Finance membukukan penyaluran pembiayaan hingga Rp17 triliun per Juni 2017.
  • 14:42 WIB. Provider - KPPU tolak permohonan tarif bawah Indosat.
  • 14:40 WIB. Amazon - Amazon sematkan Alexa pada smartphone.
  • 14:35 WIB. Acer - Acer gelar Acer Day serentak di 12 negara di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
  • 14:34 WIB. HMETD - Verena Multi Finance meraih dana senilai Rp177,3 miliar melalui rights issue I.
  • 14:34 WIB. Kemendag - Kemendag mempertimbangkan pencabutan izin Indo Beras Unggul karena diduga melakukan penipuan isi beras.
  • 13:52 WIB. Piala Emas - Kosta Rika akan menghadapi Amerika Serikat dalam semifinal Piala Emas pada 23 Juli mendatang.
  • 13:49 WIB. London - Chelsea akan segera merampungkan transfer Alvaro Morata dengan nilai transfer mencapai US$80 juta.
  • 13:48 WIB. Monaco - AS Monaco ancam akan menuntut klub yang melakukan pendekatan ilegal kepada Kylian Mbappe.
  • 13:01 WIB. BBRI - Bank Rakyat Indonesia mengatakan prospek kredit tambang masih positif.

77,53% Masyarakat Indonesia Dukung Pembangunan PLTN 

Foto Berita 77,53% Masyarakat Indonesia Dukung Pembangunan PLTN 
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wacana pemerintah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir terus digaungkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Untuk mengetahui seberapa besar dukungan masyarakat terhadap wacana tersebut, BATAN bekerja sama dengan PT Pro Ultima kembali melakukan survei di 2016. Hasilnya 77,53% masyarakat mendukung pembangunan PLTN. 

Hasil survei tersebut menunjukkan tren positif terhadap dukungan pembangunan PLTN. Dalam survei yang dilakukan sejak tahun 2011, dukungan terus meningkat. Dimana pada tahun 2011, dukungan sebesar 49,5%, tahun 2012 sebesar 52,9%, 2013 sebesar 64,1%, tahun 2014 sebesar 72%, dan tahun 2015 sebesar 75,3%. 

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, survei tersebut dilakukan untuk mengetahui seberapa besar dukungan masyarakat terhadap rencana pembangunan PLTN di Indonesia. Setiap survei diikuti dengan sosialisasi pemahaman masyarakat tentang manfaat tenaga nuklir untuk listrik. Bedanya survei tahun 2016 tidak diikuti dengan sosialisasi tersebut, namun demikian hasilnya tetap positif. 

“Survei ini untuk mengetahui persepsi masyarakat. Meskipun tidak diikuti sosialisasi, tapi ini justru mencerminkan keinginan masyarakat,” ujar Djarot. 

Djarot sendiri mengatakan, saat ini sudah siap untuk melaksanakan pembangunan PLTN. Sejumlah persiapan yang dimiliki telah memadai, baik itu dari infrastruktur, SDM, dan land bank sudah memadai. 

“Hanya tinggal menunggu instruksi pemerintah untuk go nuklir, kami sudah siap, bahkan sejak lima tahun yang lalu kami sudah siap,” ujar Djarot. 

Namun demikian, menurut Djarot, hingga saat ini PLTN masih menjadi pilihan terakhir dari sejumlah sumber pembangkit listrik yang dapat dikembangkan, seperti PLTA, PLTS, PLTU, dan dari sumber energi baru terbarukan lainnya. Dalam program 35 ribu MW sendiri, PLTN diharapkan menyumbang 5000 MW pada tahun 2024-205 mendatang. 

“Pembangunan PLTN paling cepat juga membutuhkan waktu 8 tahun, jika saat ini dibangun tahun 2025 baru selesai,” ujar Djarot.

 

Tag: Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), energi listrik

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Vicky Fadil

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,571.05 3,534.37
British Pound GBP 1.00 17,368.17 17,186.40
China Yuan CNY 1.00 1,986.20 1,966.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,390.00 13,256.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,627.64 10,514.66
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.13 1,697.64
Dolar Singapura SGD 1.00 9,799.47 9,697.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,579.27 15,420.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,124.13 3,090.70
Yen Jepang JPY 100.00 11,971.39 11,848.41

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5825.208 18.518 558
2 Agriculture 1788.737 13.505 18
3 Mining 1476.890 7.291 44
4 Basic Industry and Chemicals 622.547 -0.749 67
5 Miscellanous Industry 1448.236 10.992 41
6 Consumer Goods 2518.016 15.644 45
7 Cons., Property & Real Estate 484.901 2.296 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1187.750 3.619 60
9 Finance 956.887 1.979 89
10 Trade & Service 916.105 -1.985 129
No Code Prev Close Change %
1 MABA 975 1,215 240 24.62
2 PALM 352 420 68 19.32
3 SIMA 580 690 110 18.97
4 TBMS 1,070 1,250 180 16.82
5 SQMI 510 585 75 14.71
6 BINA 1,100 1,250 150 13.64
7 AGRS 334 378 44 13.17
8 WICO 386 436 50 12.95
9 ARII 545 615 70 12.84
10 BBHI 222 250 28 12.61
No Code Prev Close Change %
1 HOME 298 224 -74 -24.83
2 IBST 2,600 2,000 -600 -23.08
3 MFMI 900 770 -130 -14.44
4 CNTX 700 600 -100 -14.29
5 MLPT 795 695 -100 -12.58
6 MREI 3,500 3,130 -370 -10.57
7 OKAS 83 75 -8 -9.64
8 SAFE 388 352 -36 -9.28
9 BMSR 130 119 -11 -8.46
10 GPRA 166 154 -12 -7.23
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 352 356 4 1.14
2 ADHI 1,955 2,180 225 11.51
3 INDY 885 945 60 6.78
4 WSBP 440 430 -10 -2.27
5 LEAD 65 64 -1 -1.54
6 PBRX 535 540 5 0.93
7 TLKM 4,600 4,630 30 0.65
8 ADRO 1,765 1,820 55 3.12
9 WIKA 1,975 2,010 35 1.77
10 BUMI 350 344 -6 -1.71