Portal Berita Ekonomi Sabtu, 25 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Freeport - Kejaksaan Agung siap membantu Indonesia tempuh jalur internasional jika perundingan antara dengan Freeport gagal.
  • Nasional - RRI: Konser Kebangsaan promosikan persatuan dalam keberagaman.
  • Perikanan - Menteri Susi Pudjiastuti berkomitmen menangani dampak sampah plastik di wilayah pesisir dan laut.
  • Cabai - Wagub Jatim Saifullah katakan cabai merah kering impor asal Tiongkok dan India tidak berbahaya.
  • Freeport - Menteri Luhut Katakan Presiden Jokowi telah menyiapkan opsi penyelesaian kisruh perubahan status kontrak Freeport.
  • Pacuan Kuda - Ahok menargetkan pembangunan arena pacuan kuda di Pulomas, Jakarta Timur, rampung pada November 2017.

Keberhasilan Hanya 20 Persen, Pengamat Ragukan Peran Swasta Penuhi Target 35.000 MW

Foto Berita Keberhasilan Hanya 20 Persen, Pengamat Ragukan Peran Swasta Penuhi Target 35.000 MW
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa meragukan peran pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) dalam mengejar target program 35.000 MW pada 2019. Fabby di Jakarta, Selasa (10/1/2017), mengatakan IPP memegang porsi 25.000 MW dan PT PLN (Persero) mengerjakan sisa 10.000 MW dalam program tersebut.

"Saya sejak awal meragukan 25.000 MW ini bisa diambil swasta. Berdasarkan pengalaman selama ini, keberhasilan IPP itu hanya 20 persen saja," katanya. Fabby menilai, "prestasi" itu, akan sulit memenuhi target pemerintah yang tetap ingin agar program 35.000 MW tercapai pada 2019. "Kalaupun IPP bisa, saya tidak yakin 25.000 MW itu bisa dibangun IPP pada 2019, mungkin cuma separuh dari 25.000 MW," katanya.

Kendati enggan mengakui target pemerintah yang ingin proyek itu selesai 2019, Fabby menilai realisasi program tersebut masih jauh dari target perencanaan. Pasalnya, sepanjang 2015 hingga 2016 baru sekitar 21.000 MW yang sudah memulai konstruksi. Itu pun, separuhnya baru saja menandatangani perjanjian jual beli listrik sehingga masih harus menunggu waktu untuk pengerjaan konstruksi.

"Memang diharapkan 2019 bisa masuk 25.000 MW, tapi kalau dilihat kenyataannya sampai akhir 2016 kemarin yang sudah dilelang hanya 11.000 MW proyek PLN dan IPP. Yang konstruksi pun hanya 6.000-an MW," katanya.

Fabby mengusulkan pemerintah menggeser target proyek pembangkit 35.000 MW yang menurut dia baru akan bisa tercapai pada 2022 ketimbang memaksakan harus rampung 2019 seperti target awal. "Proyek 35.000 MW masuk akal, tapi rasionalisasi terhadap waktunya itu yang perlu dipertimbangkan. Mungkin walau Presiden Jokowi bilang targetnya tetap, waktu pencapaiannya yang mungkin digeser ke 2021 atau 2022," katanya.

Pemerintah tetap menargetkan proyek pembangunan pembangkit listrik mencapai 35.000 MW hingga tahun 2019 yang akan masuk dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (9/1) juga menegaskan pemerintah tetap ingin mengejar target 35.000 MW pada 2019. "Kami ingin 35 persen cadangan listrik tetap ada. Kalau lebih, tentu bisa lebih murah daripada 'shortage' (kekurangan) listrik," pungkasnya. (Ant)

Tag: energi listrik, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51