Portal Berita Ekonomi Jum'at, 26 Mei 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 14:25 WIB. Turki - Pasukan Turki habisi 29 militan kurdi dalam sebuah operasi militer.
  • 14:01 WIB. Jakarta - Fahira Idris sebut pelaku teror ingin adu domba masyarakat Indonesia.
  • 14:00 WIB. MPR - Ketua MPR Zulkifli Hasan sebut pelaku teror bom di Kampung Melayu tidak beragama.
  • 13:58 WIB. Singapore - Singapore manufacturing output up 6.7% in April boosted by strong growth in the electronics sector.   
  • 13:54 WIB. BSM - Bank Syariah Mandiri mencatat penyaluran pembiayaan Rp50,78 triliun per kuartal I-2017.
  • 13:50 WIB. Bom Manchester - United Kingdom Independence Party: PM Inggris harus ikut tanggung jawab atas bom Manchester. 
  • 13:47 WIB. BSM - Bank Syariah Mandiri menerima 50 aplikasi pembelian rumah tapak yang dikembangkan Jaya Real Property.
  • 13:44 WIB. XL - XL Axiata menyiapkan belanja modal Rp1 triliun untuk penambahan BTS di wilayah timur Indonesia pada 2017.
  • 13:44 WIB. Ramadan - Kemenag akan gelar sidang Isbat Jumat sore.
  • 13:38 WIB. Tanzania - Gempa bumi di Tanzania tewaskan seorang anggota polisi.
  • 13:35 WIB. India - Layanan internet diblokir di India Utara setelah bentrokan.
  • 11:50 WIB. Mahathir Mohamad - Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad sedih karena Proton dijual ke China.
  • 11:37 WIB. The Fed - Pejabat The Fed: laju inflasi AS sejak 2012 mengkhawatirkan.
  • 11:31 WIB. Zambia - Zambia pertimbangkan pemindahan ibu kota ke desa di wilayah tengah negara tersebut.
  • 11:26 WIB. Sulut - Jumlah wisatawan asal China yang mengunjungi Sulawesi Utara tercatat 3.889 orang pada Maret 2017.

Kenaikan Tarif STNK Tanpa Sosialisasi Cukup, Pemerintah Dituding Kelabui Rakyat

Foto Berita Kenaikan Tarif STNK Tanpa Sosialisasi Cukup, Pemerintah Dituding Kelabui Rakyat
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Di awal tahun 2017, terbit Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang berlaku di Polri. Dengan terbitnya aturan itu, terjadi kenaikan pengurusan tarif STNK dan BPKB serta biaya TNKB secara umum dengan kenaikan tarif hingga 300 persen.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam menyayangkan keputusan ini karena terkesan diberlakukan tanpa adanya sosialisasi yang menyeluruh di masyarakat. Dia menilai dengan adanya penetapan kenaikan secara tiba-tiba tarif pengurusan STNK dan BPKB maka jangan disalahkan jika pemerintah dituding mengelabui rakyatnya.

"Ada kenaikan PNBP, baru dibuat kebijakan tanpa dipublikasikan dulu. Jangan sampai ini hanya mengelabui rakyat," kata Roy di sela diskusi di Kantor Indonesian Corruption Watch (ICW), Selasa, Kalibata, Jakarta Selatan (10/1/2017).

Diketahui, dengan terbitnya PP ini, pemerintah menargetkan adanya penerimaan negara dari PPNB sebesar Rp7,4 triliun dalam APBN 2017.

Menanggapi adanya target itu, Roy menilai pemerintah jadi terkesan memaksakan diri karena ingin menggenjot penerimaan dari sektor yang dinilai vital oleh masyarakat.

"Padahal kemarin sudah lewat tax amnesty, apa in hanya jalan pintas saja?" pungkasnya.

Tag: Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Indonesia Corruption Watch (ICW)

Penulis: Ferry Hidayat

Editor: Sucipto

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,563.12 3,526.98
British Pound GBP 1.00 17,216.98 17,042.92
China Yuan CNY 1.00 1,944.89 1,925.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,361.00 13,229.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,932.57 9,827.82
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,714.53 1,697.57
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.67 9,544.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,957.64 14,808.54
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,125.38 3,090.89
Yen Jepang JPY 100.00 11,971.15 11,847.57

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Dec
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10