Portal Berita Ekonomi Selasa, 28 Maret 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 13:11 WIB. Pilgub DKI - Bawaslu: Istri Ahok tidak terbukti lakukan pelanggaran.
  • 13:10 WIB. Pilgub DKI - KPU nilai debat soal tiru meniru program kerja dianggap sehat.
  • 13:08 WIB. e-KTP - Jaksa KPK akan panggil seluruh anggota DPR yang bahas e-KTP.
  • 13:07 WIB. Permenhub - Menhub: Seluruh perusahaan angkutan online sudah setuju tentang peraturan baru.
  • 12:39 WIB. Nyepi - Sebanyak 531 narapidana beragama Hindu mendapat remisi khusus Hari Raya Nyepi.
  • 12:27 WIB. Berlin - Koin emas senilai Rp 58 miliar dicuri dari sebuah museum di Berlin.
  • 12:25 WIB. Barcelona - Messi terancam absen bela Barcelona di laga el classico akibat kasus pajak.
  • 11:19 WIB. Nyepi - Umat Hindu di Jakarta merayakan Hari Raya Nyepi di Pura Aditya Jaya, Rawamangun.
  • 10:03 WIB. USA - National Association for Business Economics: the US economy will grow a solid 2.3 percent this year and 2.5 percent in 2018.
  • 10:00 WIB. Seoul - The central Bank of Korea raised its figure for the 2016 Korea economic growth rate by 0.1 percentage points to 2.8 per cent.
  • 09:51 WIB. Shanghai - China Southern Airlines Co Ltd said on Tuesday it would issue US$199.6 million worth of shares to a subsidiary of American Airlines Group Inc.
  • 08:37 WIB. Nyepi - Presiden Jokowi mengajak masyarakat memaknai Hari Raya Nyepi dengan membangun semangat dan optimisme.
  • 08:12 WIB. Washington - Samsung announced on Monday (Mar 27) it would sell some Note 7 smartphones that were recalled for safety reasons as refurbished devices.
  • 07:52 WIB. London - Hong Kong subway operator MTR Corporation has been picked to help run South West Trains, one of Britain's biggest rail franchises.
  • 07:49 WIB. California -  Facebook Inc added a feature to its Messenger app on Monday to allow users to share their locations.

KPPU: Rantai Pasok Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai

Foto Berita KPPU: Rantai Pasok Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
 
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama Pemerintah Kota Makassar dan Bank Indonesia (BI) melakukan pemantauan harga cabai di salah satu pasar tradisional Kota Makassar yakni Pasar Pabaeng-baeng, Rabu, 11 Januari. Hasilnya, terungkap kenaikan harga cabai yang sempat terjadi pada awal tahun dipicu panjangnya rantai pasok dari petani ke pedagang akhir. 
 
Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Makassar, Ramli Simanjuntak, mengungkapkan distribusi cabai terlalu panjang. "Temuan yang kita peroleh tadi terungkap bahwa ternyata rantai pasok cabai sampai lima tingkat, mulai dari petani, pengumpul petani, pengumpul pasar, pedagang besar sampai pedagang akhir," kata Ramli, Rabu (11/1/2017).
 
Panjangnya rantai pasok, Ramli menerangkan tentunya berimbas pada harga komoditas tersebut. Pasalnya, pasti ada margin alias selisih harga pada tiap tingkatan rantai pasok. Ramli menyebut bila tiap tingkatan rantai pasok mengambil untung Rp5.000 per kilogram, maka sudah ada selisih Rp25 ribu dari harga awal di petani untuk sampai kepada konsumen.
 
Berdasarkan pantauan KPPU, harga cabai hari ini di Pasar Pabaeng-baeng berkisar Rp70 ribu per kilogram. Harganya di petani diperkirakan Rp50-55 ribu per kilogram. Masalahnya, para pedagang tidak memiliki akses langsung ke petani. Kebanyakan pedagang di Pasar Pabaeng-baeng ternyata mengambil cabai di pedagang besar yang berada di Pasar Terong.
 
Ramli mengatakan pihaknya segera mengecek harga dan pasokan cabai di Pasar Terong sampai ke petani pemasok di sejumlah daerah, seperti Enrekang, Jeneponto dan Bantaeng. Sejauh ini, pihaknya belum berani menyimpulkan adanya mafia alias kartel di balik kenaikan harga cabai. Namun, bila ditemukan, pihaknya akan bertindak tegas. "Penimbunan yang mempengaruhi harga pasti ditindak."
 
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat, mengatakan cabai masuk kelompok volatile food yang harganya terkadang fluktuatif. Kendati demikian, Sulsel ditegaskannya tidak pernah mengalami masalah terkait cabai. Bahkan, daerah ini surplus dan kerap mengirim ke luar provinsi. "Itu karena produksi cabai di Enrekang saja sudah bisa memenuhi kebutuhan cabai di Sulsel," ucap dia.
 
Wiwiek melanjutkan harga cabai pada hari ini sudah cenderung menurun dan stabil. Tidak hanya cabai, lanjut dia, harga pangan lain yang masuk velotile food, seperti bawang merah dan bawang putih pun cukup stabil. "Harganya kan sekarang sudah menurun dan persediaannya pun cukup," tutur dia.
 
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, mengatakan pihaknya sudah memastikan bahwa tidak ada penimbunan cabai yang dilakukan oleh mafia dan kartel. Ia menduga kenaikan cabai di Makassar lebih ke faktor psikologis yakni para pedagang melihat di televisi bahwa harga cabai di daerah lain melambung sehingga ikut juga menaikkannya. "Belum ada indikasi kartel, semuanya masih karena mekanisme pasar," kata dia.
 

Tag: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Cabai

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5567.134 3.375 540
2 Agriculture 1824.655 -14.401 21
3 Mining 1492.425 9.624 43
4 Basic Industry and Chemicals 580.406 1.919 66
5 Miscellanous Industry 1442.324 10.727 42
6 Consumer Goods 2417.761 8.829 39
7 Cons., Property & Real Estate 506.470 2.079 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1091.616 -5.792 57
9 Finance 878.990 -2.246 89
10 Trade & Service 905.716 -0.379 122
No Code Prev Close Change %
1 PORT 464 580 116 25.00
2 AHAP 200 238 38 19.00
3 APLI 105 124 19 18.10
4 PLIN 3,490 4,100 610 17.48
5 MYOH 710 805 95 13.38
6 JRPT 860 970 110 12.79
7 HOME 258 290 32 12.40
8 SMBR 2,640 2,950 310 11.74
9 FAST 1,355 1,495 140 10.33
10 SRIL 314 338 24 7.64
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 132 86 -46 -34.85
2 MKNT 448 352 -96 -21.43
3 MTSM 478 378 -100 -20.92
4 ASBI 350 282 -68 -19.43
5 IBST 1,800 1,500 -300 -16.67
6 STAR 101 86 -15 -14.85
7 JECC 6,975 6,000 -975 -13.98
8 RMBA 450 404 -46 -10.22
9 PSDN 162 146 -16 -9.88
10 NIPS 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 314 338 24 7.64
2 MAMI 132 86 -46 -34.85
3 STAR 101 86 -15 -14.85
4 BMTR 510 525 15 2.94
5 PGLI 62 65 3 4.84
6 PBRX 535 535 0 0.00
7 TLKM 4,090 4,080 -10 -0.24
8 PSDN 162 146 -16 -9.88
9 KREN 402 398 -4 -1.00
10 BRPT 2,790 2,960 170 6.09

Recommended Reading