Portal Berita Ekonomi Minggu, 23 Juli 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 05:35 WIB. KPPU - KPPU mengatakan tak setuju dengan usulan Indosat soal penetapan batas bawah tarif layanan komunikasi data.
  • 05:31 WIB. IBU - Indo Beras Unggul menegaskan tidak pernah membeli atau menggunakan beras subsidi.
  • 05:30 WIB. PUPR - Kemenpupera terus berupaya mempercepat pengembangan infrastruktur di Riau.
  • 05:28 WIB. Iran - Iran mengumumkan peluncuran lini produk rudal baru.
  • 05:27 WIB. AS - Amerika Serikat menghapus larangan membawa laptop bagi penumpang seluruh maskapai penerbangan komersil.
  • 04:48 WIB. Home Alone - Aktor John Heard meninggal dunia, Jumat (21/7) waktu setempat. Pemeran film Home Alone itu ditemukan sudah tidak bernyawa di sebuah hotel di Palo Alto, California.
  • 04:33 WIB. Friendly Match (23/7) - Liverpool 2 - 1 Leicester City
  • 04:33 WIB. Friendly Match (23/7) - Genk 1 - 1 Everton
  • 22:52 WIB. AIA - AIA Financial Cervices menyerahkan dana CSR sebesar Rp300 juta ke Badan Amil Zakat Nasional.
  • 21:50 WIB. e-KTP - DPD Golkar se-Indonesia solid dukung Setnov.
  • 21:49 WIB. Pilpres - PKB harap pilpres 2019 digandeng Jokowi.
  • 21:49 WIB. e-KTP - Golkar harap KPK berpegang pada fakta hukum.
  • 21:48 WIB. Pilpres - PKB: Presidential Threshold bukan untuk hasilkan capres tunggal.
  • 21:46 WIB. Narkotika - BNN sebut Pretty Asmara tak pernah jadi duta antinarkoba.
  • 21:45 WIB. Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirdja pesan kepada Sandiaga tunduk kepada pemerintah pusat.

Industri Perbankan Syariah Bakal Bertambah Cerah

Foto Berita Industri Perbankan Syariah Bakal Bertambah Cerah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Beberapa lembaga perbankan syariah pada tahun ini menargetkan pertumbuhan kinerja yang cukup agresif.  Bahkan ada salah satu bank syariah yang target pertumbuhannya dipatok diangka 20% atau diatas rerata industri.

Direktur Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menjelaskan kinerja perbankan syariah sejak 2 hingga 3 tahun lalu menunjukkan perkembangan positif. Dalam perjalanan bisnisnya selama ini, lembaga perbankan syariah sudah mulai menemukan bentuk bisnis dan juga sasaran pasarnya dengan jelas. “Trennya sudah mulai positif,” katanya kepada wartaekonomi, Rabu (11/1/2017).

Lebih lanjut dirinya mengatakan untuk lebih memaksimalkan bisnisnya perbankan syariah dapat melakukan perluasan bisnis dengan menggandeng pasar modal syariah. Disamping itu, dilakukannya perbaikan di beberapa sektor seperti sistem informasi teknologi (IT) dan juga sumber daya manusia (SDM) akan semakin menjejakkan bisnis perbankan syariah di tanah air. Maklum, selama ini dua faktor itulah yang menjadi fundamental utama keberlangsuang bisnis bank. Dengan SDM dan sistem IT yang baik maka akan menciptakan pelayanan dan juga keamanan bagi nasabah.

Seperti diketahui beberapa lembaga perbankan syariah mematok target pertumbuan yang cukp tinggi pada tahun ini. PT BNI syariah misalnya, perseroan membidik pertumbuhan pembiayaan sekitar 17% hingga 20%, atau meningkat dari target pembiayaan di tahu 2016 lalu yang dipatok diangka 15%. Pertumbuhan agresif tersebut bakal diperkuat dengan pertumbuhan dana pihak ketiga.

Seakan tidak mau kalah, PT Bank Syariah Mandiri menargetkan dapat bersaing di level ASEAN pada tahun ini. Perseroan akan menekan biaya dana atau cost of fund sebagai salah satu strateginya. Targetnya biaya dana akan diturunkan dibawah angka 3%. PT Bank BCA Syariah pada tahun ini juga menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 15%. Target ini diharapkan dapat tercapai seiring dengan proyeksi membaiknya kinerja bank syariah di tahun ini.

Tag: Perbankan, Keuangan Syariah

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,571.05 3,534.37
British Pound GBP 1.00 17,368.17 17,186.40
China Yuan CNY 1.00 1,986.20 1,966.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,390.00 13,256.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,627.64 10,514.66
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.13 1,697.64
Dolar Singapura SGD 1.00 9,799.47 9,697.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,579.27 15,420.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,124.13 3,090.70
Yen Jepang JPY 100.00 11,971.39 11,848.41

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5765.424 -59.784 558
2 Agriculture 1793.082 4.345 18
3 Mining 1466.837 -10.053 44
4 Basic Industry and Chemicals 618.059 -4.488 67
5 Miscellanous Industry 1398.521 -49.715 41
6 Consumer Goods 2489.161 -28.855 45
7 Cons., Property & Real Estate 483.095 -1.806 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.047 -13.703 60
9 Finance 945.670 -11.217 89
10 Trade & Service 918.198 2.093 129
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 193 260 67 34.72
2 BIPP 78 100 22 28.21
3 MABA 1,215 1,515 300 24.69
4 DPNS 336 408 72 21.43
5 KOIN 286 340 54 18.88
6 FORU 191 222 31 16.23
7 PADI 340 390 50 14.71
8 TIRA 242 270 28 11.57
9 LPGI 5,350 5,950 600 11.21
10 TRAM 81 90 9 11.11
No Code Prev Close Change %
1 AISA 1,605 1,205 -400 -24.92
2 UNIT 286 220 -66 -23.08
3 TGKA 2,700 2,090 -610 -22.59
4 ASJT 775 640 -135 -17.42
5 SIMA 690 570 -120 -17.39
6 PALM 420 370 -50 -11.90
7 BBLD 685 605 -80 -11.68
8 SDRA 900 815 -85 -9.44
9 LION 930 855 -75 -8.06
10 GPRA 154 142 -12 -7.79
No Code Prev Close Change %
1 AISA 1,605 1,205 -400 -24.92
2 SRIL 356 358 2 0.56
3 LEAD 64 65 1 1.56
4 ASII 8,550 8,200 -350 -4.09
5 HOKI 404 414 10 2.48
6 ERTX 187 189 2 1.07
7 TLKM 4,630 4,560 -70 -1.51
8 TRAM 81 90 9 11.11
9 WSBP 430 430 0 0.00
10 PBRX 540 525 -15 -2.78