Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Nokia 6 - Preorder Nokia 6 mencapai satu juta unit dalam waktu seminggu.
  • Tata Motors - Tata Motors tertarik bergabung dengan Pemerintah Indonesia untuk merealisasikan Mobil Pedesaan
  • Madrid - Tekan polusi udara, kota Madrid larang penggunaan mobil pribadi di tahun 2019
  • REI - REI DIY targetkan pembangunan rumah 1.500 unit di tahun 2017.
  • Lampung - Neraca perdagangan luar negeri Lampung catatkan surplus US$220,32 juta.
  • Thailand - Penjualan menurun di Thailand, Toyota tidak akan menambah jatah ekspor kesana
  • BPJS - BPJS Ketenagakerjaan lampaui target dana kepersertaan pada 2016 sebesar Rp260,54 triliun.
  • Piala Afrika (18/1) - Ghana 1 - 0 Uganda
  • Piala Afrika (18/1) - Mesir 0 - 0 Mali

INDEF Himbau Perbankan Syariah Jangan Jadi Followers

Foto Berita INDEF Himbau Perbankan Syariah Jangan Jadi Followers
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pangsa pasar perbankan syariah hingga saat ini masih berada di kisaran 5%. Padahal mayoritas penduduk tanah air berstatus sebagai muslim. Hal tersebut seharusnya menjadikan captive market bagi bisnis perbankan syariah. Lambatnya penetrasi industri syariah diduga dipicu oleh belum adanya kepercayaan diri bagi industri syariah untuk mengelola bisnisnya.

Direktur Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan selama ini banyak lembaga perbankan syariah yang ikut masuk kedalam bisnis bank konvensional. Seharusnya dengan potensi pasar yang demikian besarnya itu, industri syariah dapat berkembang lebih cepat dari perbankan konvensional. Perihal jati diri bisnis menjadi salah satu faktor utama tidak berkembangnya bisnis syariah. “Perbankan syariah jangan hanya jadi followers perbankan konvensional, hanya namanya saja yang berbeda,” katanya kepada wartaekonomi, Rabu (11/1).

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika tren perbankan konvensional sedang mengarah ke sektor komersial, industri syariah pun pasti akan mengekor di belakangnya. Padahal dengan kreativitas dan juga kualitas SDM yang ada, perbankan syariah dapat menciptakan produk-produk yang memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan original.

Awal mula kelahiran bank syariah dikatakan Enny adalah adalah akibat dari kelemahan bank konvensional. Artinya selama ini ada sektor-sektor yang memang tidak bisa digarap oleh bank konvensional. Nah hal tersebut yang seharusnya dimanfaatkan secara maksmial oleh perbankan syariah.

“Selama ini bank syariah memiliki rumusan baku yang terkadang tidak cocok dengan kebutuhan masyarakat,  baik itu secara makro ataupun mikro. Nah dengan rumusan yang baik pula, perbankan syariah dapat masuk kesitu,” tutupnya.

Tag: Keuangan Syariah, Perbankan, Institute for Development of Economics and Finance (Indef)

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Sucipto

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5266.938 -3.073 541
2 Agriculture 1885.940 12.223 21
3 Mining 1396.131 1.193 43
4 Basic Industry and Chemicals 534.340 -1.838 66
5 Miscellanous Industry 1334.917 11.556 42
6 Consumer Goods 2335.552 -13.929 39
7 Cons., Property & Real Estate 518.602 0.971 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1053.013 5.208 56
9 Finance 801.764 0.204 89
10 Trade & Service 847.173 -4.711 122
No Code Prev Close Change %
1 BINA 338 422 84 24.85
2 OASA 292 364 72 24.66
3 HOTL 149 180 31 20.81
4 BIPI 115 137 22 19.13
5 SMDM 81 95 14 17.28
6 SSIA 525 605 80 15.24
7 IBST 1,850 2,100 250 13.51
8 BOLT 855 970 115 13.45
9 MYTX 62 70 8 12.90
10 NRCA 386 434 48 12.44
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 320 248 -72 -22.50
2 TALF 420 360 -60 -14.29
3 CENT 161 142 -19 -11.80
4 BNLI 745 670 -75 -10.07
5 JAWA 173 157 -16 -9.25
6 MCOR 212 193 -19 -8.96
7 AMRT 615 560 -55 -8.94
8 LMPI 162 148 -14 -8.64
9 INAF 4,100 3,750 -350 -8.54
10 SMBR 2,180 1,995 -185 -8.49
No Code Prev Close Change %
1 BIPI 115 137 22 19.13
2 BUMI 410 420 10 2.44
3 DSFI 164 175 11 6.71
4 MCOR 212 193 -19 -8.96
5 WSBP 585 590 5 0.85
6 LEAD 128 133 5 3.91
7 INCO 2,510 2,490 -20 -0.80
8 BRMS 77 80 3 3.90
9 SSIA 525 605 80 15.24
10 AGII 910 915 5 0.55