Portal Berita Ekonomi Jum'at, 23 Juni 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 22:17 WIB. Ankara - Ankara berikan peringatan keras kepada pemberontak Kurdi Suriah.
  • 21:54 WIB. MSKY - MNC Sky Vision mengantongi izin dari OJK untuk menggelar right issue dengan target Rp1,26 triliun.
  • 20:51 WIB. Oasis - Personel Oasis Liam Gallagher akan menggelar konser di Jakarta pada 8 Agustus mendatang.
  • 20:44 WIB. Amerika Serikat - Amerika Serikat desak China berperan lebih aktif perangi terorisme dunia.
  • 20:38 WIB. Baku - Pebalap Red Bull, Max Verstappen, memimpin sesi latihan bebas pertama F1 GP Baku.
  • 20:36 WIB. Belanda - Vinales menjadi yang tercepat dalam sesi latihan bebas kedua MotoGP Belanda.
  • 19:51 WIB. China - Lionel Messi menolak tawaran bermain di China.
  • 19:04 WIB. Mudik Lebaran - Kapolri harap peristiwa brexit tidak terulang tahun ini.
  • 19:02 WIB. Mudik Lebaran - Petugas Kepolisian prediksi jalur Nagreg macet hingga Sabtu siang.
  • 19:02 WIB. Mudik Lebaran - Jalur Selatan sudah dipenuhi pemudik.

INDEF Himbau Perbankan Syariah Jangan Jadi Followers

Foto Berita INDEF Himbau Perbankan Syariah Jangan Jadi Followers
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pangsa pasar perbankan syariah hingga saat ini masih berada di kisaran 5%. Padahal mayoritas penduduk tanah air berstatus sebagai muslim. Hal tersebut seharusnya menjadikan captive market bagi bisnis perbankan syariah. Lambatnya penetrasi industri syariah diduga dipicu oleh belum adanya kepercayaan diri bagi industri syariah untuk mengelola bisnisnya.

Direktur Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan selama ini banyak lembaga perbankan syariah yang ikut masuk kedalam bisnis bank konvensional. Seharusnya dengan potensi pasar yang demikian besarnya itu, industri syariah dapat berkembang lebih cepat dari perbankan konvensional. Perihal jati diri bisnis menjadi salah satu faktor utama tidak berkembangnya bisnis syariah. “Perbankan syariah jangan hanya jadi followers perbankan konvensional, hanya namanya saja yang berbeda,” katanya kepada wartaekonomi, Rabu (11/1).

Lebih lanjut dirinya mengatakan jika tren perbankan konvensional sedang mengarah ke sektor komersial, industri syariah pun pasti akan mengekor di belakangnya. Padahal dengan kreativitas dan juga kualitas SDM yang ada, perbankan syariah dapat menciptakan produk-produk yang memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan original.

Awal mula kelahiran bank syariah dikatakan Enny adalah adalah akibat dari kelemahan bank konvensional. Artinya selama ini ada sektor-sektor yang memang tidak bisa digarap oleh bank konvensional. Nah hal tersebut yang seharusnya dimanfaatkan secara maksmial oleh perbankan syariah.

“Selama ini bank syariah memiliki rumusan baku yang terkadang tidak cocok dengan kebutuhan masyarakat,  baik itu secara makro ataupun mikro. Nah dengan rumusan yang baik pula, perbankan syariah dapat masuk kesitu,” tutupnya.

Tag: Keuangan Syariah, Perbankan, Institute for Development of Economics and Finance (Indef)

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Sucipto

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,569.89 3,533.49
British Pound GBP 1.00 16,954.71 16,781.01
China Yuan CNY 1.00 1,962.84 1,943.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,386.00 13,252.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,105.09 9,997.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,716.31 1,699.04
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.62 9,540.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,950.82 14,798.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,126.84 3,092.65
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.72 11,938.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10