Portal Berita Ekonomi Senin, 26 Juni 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 23:08 WIB. Inggris - Inggris menjadi negara pengimpor teh ketiga terbesar di dunia pada 2016 setelah Rusia dan Amerika Serikat.
  • 23:07 WIB. Sevel - Kadin mengatakan penutupan seluruh outlet Seven Eleven karena busines model yang kurang cocok di Indonesia.
  • 22:28 WIB. Teror Pos Polisi - DPR: RUU Terorisme harus tuntas.
  • 22:26 WIB. Jakarta - Anies harap Presiden Jokowi tepatkan janji nawacita.
  • 22:26 WIB. Jakarta - SBY ingatkan Anies-Sandi jadi Gubernur DKI tugas yang berat.
  • 22:25 WIB. Politik - Menteri BUMN ingin perbaiki komunikasi dengan DPR.
  • 22:23 WIB. Nasional - Menteri Retno ajak seluruh umat Islam ciptakan perdamaian.
  • 22:22 WIB. Nasional - Menteri Luhut sebut perbedaan agama adalah hal wajar.
  • 22:22 WIB. Lebaran - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie silatuhrami ke kediaman Ketua DPR RI Setya Novanto.
  • 22:20 WIB. Teror Pos Polisi - Kapolda Sumut sebut pelaku penyerangan ke pos penjagaan anggota kelompok ISIS.
  • 22:05 WIB. Kadin - Kadin menilai bisnis ritel masih menarik meski terjadi penurunan daya beli pada Lebaran tahun ini.
  • 23:45 WIB. China - "Border kulit" sedang menjadi trend di China.

Sainsbury's Laporkan Rekor Penjualan Periode Natal

Foto Berita Sainsbury's Laporkan Rekor Penjualan Periode Natal
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Jaringan supermarket Inggris, Sainsbury's, melaporkan rekor penjualan selama periode Natal mencapai lebih dari  £ 1 miliar.  Raksasa supermarket tersebut mengatakan penjualan like-for-like naik 0,1 persen dalam 15 minggu yang berakhir hingga 7 Januari.  
 
Pencapaian ini mengalahkan prediksi analis yang sebelumnya memperkirakan penurunan penjualan sebesar 0,8 persen. Hal tersebut mendorong saham Sainsbury's melonjak hampir 5 persen pada awal perdagangan.
 
Kendati demikian, CEO Mike Coupe mengatakan "pasar masih sangat kompetitif dan dampak devaluasi poundsterling masih belum jelas", demikian seperti dikutip dari laman BBC di Jakarta, Rabu (11/1/2017).
 
Pound telah jatuh terhadap dolar dan euro sejak referendum Uni Eropa dan telah ada peringatan bahwa hal tersebut akan mengakibatkan harga yang lebih tinggi tahun ini karena biaya impor yang meningkat.
Sainsbury's mengatakan pencapaian selama periode Natal "sangat menggembirakan" dan merupakan "periode perdagangan yang paling sukses dan meriah" di sebuah pasar yang kompetitif.
 
Argos, jaringan toko perlengkapan rumah tangga yang dibeli Sainsbury's tahun lalu, memiliki penjualan yang kuat selama periode Natal dan Black Friday. Perusahaan melaporkan kenaikan penjualan like-for-like sebesar 4 persen pada kuartal ketiga. Sainsbury telah meluncurkan outlet Argos di supermarket-nya.
 
Coupe mengatakan konsesi Argos telah berkinerja baik, dimana pelanggan merasakan kemudahan berbelanja di Sainsbury's dan Argos di bawah satu atap. Jaringan supermarket tersebut mengatakan bisnis pakaian dan barang-barang umum memiliki kinerja yang kuat di sepanjang kuartal, dengan kenaikan masing-masing 10 persen dan 3 persen.
 
Selain itu, kinerja toko online dan toko convenience juga kuat, dengan penjualan lebih dari 9 persen dan 6 persen. Penjualan online berkontribusi sebesar 18 persen dari total penjualan grup di kuartal ini.
 
Sementara itu pesaingnya, toko diskon Lidl, melaporkan peningkatan 10 persen dalam penjualan selama periode Natal. Sedangkan Morrisons melaporkan penjualan terkuat selama periode Natal sejak tujuh tahun terakhir pada Selasa.

Tag: Sainsbury's, internasional

Penulis: Gregor Samsa

Editor: Sucipto

Foto: Marketingweek.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,569.89 3,533.49
British Pound GBP 1.00 16,954.71 16,781.01
China Yuan CNY 1.00 1,962.84 1,943.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,386.00 13,252.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,105.09 9,997.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,716.31 1,699.04
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.62 9,540.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,950.82 14,798.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,126.84 3,092.65
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.72 11,938.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5829.708 11.156 557
2 Agriculture 1801.653 46.187 21
3 Mining 1404.809 -2.273 44
4 Basic Industry and Chemicals 618.663 6.333 67
5 Miscellanous Industry 1498.263 8.474 42
6 Consumer Goods 2554.375 -3.199 43
7 Cons., Property & Real Estate 493.718 3.540 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.064 -4.697 59
9 Finance 949.728 -0.565 90
10 Trade & Service 919.994 6.912 126
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10