Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • FA Cup (21/2) - Sutton United 0 - 2 Arsenal
  • La Liga Spanyol (21/2) - Las Palmas 2 - 1 Malaga
  • Nasional - Pekerja industri 2017 ditargetkan 16,3 juta orang.
  • Otomotif - Vietnam impor 1.800 lebih mobil dari Indonesia.
  • Jakarta - Itensitas hujan yang tinggi mengakibatkan sebagian Jakarta banjir.
  • Top 1 - Top 1 jalin kerjasama dengan tim Formula 1 Mclaren
  • Banjir - 54 Titik di Jakarta Terendam Banjir
  • Bulog -  Bulog Sulawesi Tengah canangkan penanaman cabai minimal 100 pohon di setiap gudang.
  • Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro siap bangun sudetan 780 meter di Desa Kedungsumber.
  • Anggaran - Pemkab Penajam Paser Utara berlakukan efektivitas anggaran belanja bagi pemerintah desa.
  • Bursa - IHSG pagi ini (21/2) dibuka naik 7 poin ke level 5.366
  • Australia - Pesawat ringan menabrak pusat perbelanjaan di Melbourne, 5 orang dikabarkan tewas

Anggota DPR: Harus Ada Kebijakan Khusus Turunkan Harga Cabai

Foto Berita Anggota DPR: Harus Ada  Kebijakan Khusus Turunkan Harga Cabai
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Fluktuasi harga cabai yang akhir-akhir ini terjadi di tengah masyarakat memerlukan adanya kebijakan khusus yang sifatnya menyeluruh tidak hanya dalam hal budi daya tetapi juga distribusi, kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron. Harus ada 'treatment' (perlakuan) khusus dari pemerintah agar bisa menurunkan kembali harga di tingkat petani pada tingkat harga yang lebih rasional, kata Herman Khaeron di Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Politisi Partai Demokrat itu mengemukakan hal tersebut saat melakukan inspeksi mendadak yang dilakukan di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Rabu pagi . Menurut dia, berdasarkan pengecekan ke Direktorat Jenderal Hortikultura, sebenarnya awalnya harga di tingkat produksi normal, tetapi karena harga di pasar mengalami kenaikan maka harga di tingkat petani juga ikut naik pula.

Karena itu, ia berpendapat bila ternyata hasil budi daya cabai cukup untuk pasokan, tetapi harga di pasar melonjak tinggi, maka yang perlu diperhatikan adalah terkait dengan aspek pendistribusian yang harus benar-benar dikawal dengan baik.

Herman menegaskan solusinya tidak bisa dilakukan secara parsial terkait dengan produksi saja, tetapi juga harus komprehensif seperti ada yang bersifat khusus dalam hal distribusi, yang juga bisa terdampak oleh sejumlah faktor seperti libur panjang yang terjadi pada penggantian tahun.

Sebelumnya, pemerintah dinilai perlu mengembangkan teknologi produksi hortikultura untuk komoditas pangan nusantara agar dapat mencegah kerentanan iklim seperti yang dialami cabai yang harganya melonjak akhir-akhir ini. "Kami melihat perkembangan teknologi produksi hortikultura kita masih tertinggal dari berbagai negara. Padahal dengan jumlah penduduk yang besar kebutuhan pangan menjadi sangat strategis," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan Ecky Awal Mucharam, Selasa (10/1).

Dia berpendapat lonjakan harga pangan setiap tahun yang terus berulang, seharusnya didekati dengan manajemen peningkatan produksi dan manajemen pasokan yang baik. Untuk itu, ujar dia, pemerintah perlu membenahi tata niaga dan manajemen pasokan komoditas hortikultura, serta harus memangkas kartel-kartel pangan dan harus mengelola stok komoditas secara tepat.

"Saya kira, pemerintah juga perlu serius menjalankan rencana untuk membangun gudang besar berpendingin (cold storage) seperti yang dimiliki Dubai untuk mengelola pangan-pangan strategis," katanya. Hal tersebut, lanjutnya, ketika pasokan tinggi, pasokan yang ada bisa disimpan di gudang berpendingin itu untuk selanjutnya dapat digunakan pada saat produksi berkurang.

Menurut Ecky, pengembangan teknologi produksi hortikultura yang harus ditingkatkan, selain mengembangkan produk olahan turunan untuk komoditas tersebut agar lebih tahan lama. Pengembangan varietas unggul yang tahan terhadap perubahan musim telah berkembang dinilai seharusnya dapat dikembangkan secara masif oleh pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo di Pekalongan, Senin (9/1)mengatakan kenaikan harga cabai rawit merah yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia belakangan ini disebabkan karena cuaca dan musim yang buruk pada 2016. (Ant)

Tag: Cabai, Pertanian

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5359.288 8.356 539
2 Agriculture 1868.443 3.178 21
3 Mining 1431.212 19.623 43
4 Basic Industry and Chemicals 572.794 -2.999 66
5 Miscellanous Industry 1334.999 9.216 42
6 Consumer Goods 2339.398 -9.984 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.713 -2.256 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.734 1.669 56
9 Finance 827.849 4.658 89
10 Trade & Service 856.674 2.856 122
No Code Prev Close Change %
1 HDTX 416 520 104 25.00
2 MTSM 394 492 98 24.87
3 ERTX 140 170 30 21.43
4 PGLI 64 77 13 20.31
5 TIRA 230 276 46 20.00
6 MYTX 76 90 14 18.42
7 MCOR 250 294 44 17.60
8 AIMS 150 170 20 13.33
9 RDTX 10,800 12,000 1,200 11.11
10 FPNI 126 140 14 11.11
No Code Prev Close Change %
1 PLAS 130 85 -45 -34.62
2 ALKA 180 134 -46 -25.56
3 BKDP 86 67 -19 -22.09
4 SCBD 1,800 1,500 -300 -16.67
5 BAYU 800 670 -130 -16.25
6 PRAS 210 183 -27 -12.86
7 PTSN 86 76 -10 -11.63
8 SDPC 129 115 -14 -10.85
9 NIKL 2,920 2,620 -300 -10.27
10 MICE 432 390 -42 -9.72
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 550 560 10 1.82
2 SDPC 129 115 -14 -10.85
3 MCOR 250 294 44 17.60
4 PRAS 210 183 -27 -12.86
5 BUMI 362 380 18 4.97
6 MYRX 130 125 -5 -3.85
7 BNLI 700 695 -5 -0.71
8 ENRG 50 50 0 0.00
9 ELTY 71 73 2 2.82
10 PBRX 458 456 -2 -0.44