Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 Juli 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 13:45 WIB. Gadget - HMD Global akan luncurkan Nokia 8 pada 16 Agustus mendatang.
  • 13:43 WIB. Gadget - OnePlus 5 keluarkan versi RAM 8GB.
  • 13:40 WIB. Gadget - Smartphone Luna G terjual 60.000 unit sejak dirilis tiga bulan lalu.
  • 12:54 WIB. Jakarta - Nelayan tuntut Raperda reklamasi dihentikan.
  • 12:53 WIB. Jakarta - Nelayan demo di depan gedung DPRD DKI.
  • 12:52 WIB. Jokowi - Presiden Jokowi minta perusahaan Jepan perluas investasi ke luar Jawa.
  • 12:51 WIB. ESDM - Menteri Jonan bantah ada hubungan dekat dengan Indira Soediro.
  • 12:50 WIB. Jokowi - Presiden Jokowi mengaku sudah undang PAN untuk datang ke Istana.
  • 12:30 WIB. BKPM - BKPM melaporkan realisasi PMA mencapai Rp109,9 triliun atau naik 10,6% pada kuartal II-2017.
  • 12:29 WIB. BKPM - BKPM memaparkan PMDN meningkat 16,9% menjadi Rp61 triliun pada kuartal II-2017.
  • 12:26 WIB. BKPM - BKPM melaporkan realisasi investasi pada kuartal II-2017 menembus angka Rp170,9 triliun.
  • 12:01 WIB. Jakarta - Polisi menolak penangguhan penahanan putra Jeremy Thomas, Axel Matthew.
  • 11:40 WIB. Fitur - Google hapus fitur 'OK, Google' dalam Chromebook.
  • 11:38 WIB. Milan - AC Milan berniat datangkan Renato Sanches dari Bayern Muenchen.
  • 11:37 WIB. Ms. Paint - Microsoft berencana menghapus Ms. Paint pada update terbaru Windows 10.

Anggota DPR: Harus Ada Kebijakan Khusus Turunkan Harga Cabai

Foto Berita Anggota DPR: Harus Ada  Kebijakan Khusus Turunkan Harga Cabai
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Fluktuasi harga cabai yang akhir-akhir ini terjadi di tengah masyarakat memerlukan adanya kebijakan khusus yang sifatnya menyeluruh tidak hanya dalam hal budi daya tetapi juga distribusi, kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron. Harus ada 'treatment' (perlakuan) khusus dari pemerintah agar bisa menurunkan kembali harga di tingkat petani pada tingkat harga yang lebih rasional, kata Herman Khaeron di Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Politisi Partai Demokrat itu mengemukakan hal tersebut saat melakukan inspeksi mendadak yang dilakukan di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Rabu pagi . Menurut dia, berdasarkan pengecekan ke Direktorat Jenderal Hortikultura, sebenarnya awalnya harga di tingkat produksi normal, tetapi karena harga di pasar mengalami kenaikan maka harga di tingkat petani juga ikut naik pula.

Karena itu, ia berpendapat bila ternyata hasil budi daya cabai cukup untuk pasokan, tetapi harga di pasar melonjak tinggi, maka yang perlu diperhatikan adalah terkait dengan aspek pendistribusian yang harus benar-benar dikawal dengan baik.

Herman menegaskan solusinya tidak bisa dilakukan secara parsial terkait dengan produksi saja, tetapi juga harus komprehensif seperti ada yang bersifat khusus dalam hal distribusi, yang juga bisa terdampak oleh sejumlah faktor seperti libur panjang yang terjadi pada penggantian tahun.

Sebelumnya, pemerintah dinilai perlu mengembangkan teknologi produksi hortikultura untuk komoditas pangan nusantara agar dapat mencegah kerentanan iklim seperti yang dialami cabai yang harganya melonjak akhir-akhir ini. "Kami melihat perkembangan teknologi produksi hortikultura kita masih tertinggal dari berbagai negara. Padahal dengan jumlah penduduk yang besar kebutuhan pangan menjadi sangat strategis," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan Ecky Awal Mucharam, Selasa (10/1).

Dia berpendapat lonjakan harga pangan setiap tahun yang terus berulang, seharusnya didekati dengan manajemen peningkatan produksi dan manajemen pasokan yang baik. Untuk itu, ujar dia, pemerintah perlu membenahi tata niaga dan manajemen pasokan komoditas hortikultura, serta harus memangkas kartel-kartel pangan dan harus mengelola stok komoditas secara tepat.

"Saya kira, pemerintah juga perlu serius menjalankan rencana untuk membangun gudang besar berpendingin (cold storage) seperti yang dimiliki Dubai untuk mengelola pangan-pangan strategis," katanya. Hal tersebut, lanjutnya, ketika pasokan tinggi, pasokan yang ada bisa disimpan di gudang berpendingin itu untuk selanjutnya dapat digunakan pada saat produksi berkurang.

Menurut Ecky, pengembangan teknologi produksi hortikultura yang harus ditingkatkan, selain mengembangkan produk olahan turunan untuk komoditas tersebut agar lebih tahan lama. Pengembangan varietas unggul yang tahan terhadap perubahan musim telah berkembang dinilai seharusnya dapat dikembangkan secara masif oleh pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo di Pekalongan, Senin (9/1)mengatakan kenaikan harga cabai rawit merah yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia belakangan ini disebabkan karena cuaca dan musim yang buruk pada 2016. (Ant)

Tag: Cabai, Pertanian

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,573.98 3,537.30
British Pound GBP 1.00 17,456.14 17,278.94
China Yuan CNY 1.00 1,984.48 1,964.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,401.00 13,267.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,605.55 10,496.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.88 1,698.50
Dolar Singapura SGD 1.00 9,836.32 9,734.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,614.85 15,453.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,128.88 3,095.43
Yen Jepang JPY 100.00 11,979.08 11,856.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5813.535 11.948 558
2 Agriculture 1775.125 -8.877 18
3 Mining 1460.144 -2.263 44
4 Basic Industry and Chemicals 614.134 -6.140 67
5 Miscellanous Industry 1385.020 -17.379 41
6 Consumer Goods 2514.902 9.064 45
7 Cons., Property & Real Estate 481.301 -1.949 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1202.223 11.802 60
9 Finance 959.244 4.280 89
10 Trade & Service 924.835 5.738 129
No Code Prev Close Change %
1 PADI 408 510 102 25.00
2 BRAM 11,450 13,700 2,250 19.65
3 MABA 1,890 2,150 260 13.76
4 IKBI 380 430 50 13.16
5 HERO 1,085 1,220 135 12.44
6 BIPP 92 103 11 11.96
7 RODA 142 158 16 11.27
8 WOOD 232 258 26 11.21
9 MARK 448 498 50 11.16
10 TMPO 180 200 20 11.11
No Code Prev Close Change %
1 DOID 770 680 -90 -11.69
2 INDR 1,210 1,075 -135 -11.16
3 LPGI 5,925 5,300 -625 -10.55
4 KARW 222 200 -22 -9.91
5 DNAR 288 260 -28 -9.72
6 JPFA 1,320 1,200 -120 -9.09
7 AGRS 358 330 -28 -7.82
8 AGRO 675 625 -50 -7.41
9 MLIA 530 494 -36 -6.79
10 RMBA 458 428 -30 -6.55
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 362 370 8 2.21
2 AISA 1,255 1,185 -70 -5.58
3 DOID 770 680 -90 -11.69
4 TLKM 4,650 4,720 70 1.51
5 ASII 8,225 8,100 -125 -1.52
6 PBRX 510 505 -5 -0.98
7 ICON 133 130 -3 -2.26
8 INDY 840 810 -30 -3.57
9 WOOD 232 258 26 11.21
10 BBCA 18,575 18,575 0 0.00