Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Obligasi - Reliance Capital Management optimistis rating surat utang WOM Finance tidak akan turun setelah akuisisi rampung.
  • Gambia - Gambia melakukan pelantikan presiden baru, Adama Barrow, di Senegal.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. mengincar nasabah super kaya  di bisnis kartu kreditnya tahun ini.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. meluncurkan OCBC NISP Voyage, kartu kredit yang terbuat dari logam.

Cegah Gagal Panen, BMKG Diminta Sosialisasi Tren Cuaca ke Petani

Foto Berita Cegah Gagal Panen, BMKG Diminta Sosialisasi Tren Cuaca ke Petani
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) aktif menyosialisasikan tren cuaca kepada petani. Langkah tersebut diyakini mampu mencegah terjadinya gagal panen. Musababnya, para petani akan mengetahui musim tanam yang baik untuk komoditasnya.

"Kami sarankan BMKG menyampaikan tren cuaca kepada petani dengan menggandeng dinas pertanian. Jadi, mereka (petani) tahu kapan harus menanam sehingga gagal panen bisa diminimalisir," kata Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Makassar Ramli Simanjuntak kepada Warta Ekonomi di Makassar, Kamis (12/1/2017).

Ramli mencontohkan melambungnya harga bahan pangan, seperti cabai kerap kali dipicu kelangkaan pasokan akibat gagal panen. Fenomena tersebut terjadi tiap tahun tanpa solusi. Menurutnya, hal tersebut bisa dihindari bila petani mengetahui range waktu yang tepat menanam cabai. Terlebih, komoditas itu bisa tanam dan panen kapan saja.

Menurut dia, bila petani mengetahui waktu yang tepat untuk menanam maka produksi komoditasnya pun diyakininya akan lebih besar.

"Tolong ini bisa menjadi perhatian karena kita semua menginginkan produksi komoditas pangan strategis mengalami surplus. Terlebih, Indonesia memiliki target swasembada pangan sehingga seluruh komponen mesti bersinergi" tegasnya.

Lebih jauh, Ramli menyarankan kepada para petani untuk lebih efektif dan efisien menanam cabai. Berdasarkan hasil penelitiannya, idealnya penanaman cabai dilakukan di lahan seluas satu sampai dua hektare. Lebih dari itu potensi merugi cukup besar bila tak menguasai iklim. Pasalnya, cabai merupakan tanaman yang cepat busuk.

Harga cabai di Makassar sendiri berdasarkan pemantauan KPPU sudah mengalami penurunan dibandingkan pekan pertama Januari. Harganya kini berkisar Rp70 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga komoditas ini menembus Rp100 ribu per kilogram. Kesimpulan sementara dari KPPU, Ramli mengatakan kenaikan harga cabai dipicu rantai pasok yang terlalu panjang ditambah adanya gagal panen. Belum didapatinya indikasi kartel.

"Rantai pasoknya ada lima tingkatan, mulai dari petani sampai ke pedagang akhir. Makanya, harga cabai jadi mahal karena lima kali melompat," tutupnya.

Tag: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5298.948 4.164 539
2 Agriculture 1918.809 -0.646 21
3 Mining 1397.304 -5.931 43
4 Basic Industry and Chemicals 537.652 1.169 66
5 Miscellanous Industry 1351.421 3.608 42
6 Consumer Goods 2345.216 -7.413 39
7 Cons., Property & Real Estate 523.147 1.423 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.979 1.438 56
9 Finance 806.126 -0.007 89
10 Trade & Service 854.274 7.991 122
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 50 67 17 34.00
2 WICO 50 67 17 34.00
3 WAPO 53 67 14 26.42
4 UNIC 2,190 2,720 530 24.20
5 POLY 61 75 14 22.95
6 ARII 366 430 64 17.49
7 PGLI 55 61 6 10.91
8 GZCO 103 113 10 9.71
9 LPIN 5,500 6,000 500 9.09
10 ASRI 380 412 32 8.42
No Code Prev Close Change %
1 PLIN 4,850 3,640 -1,210 -24.95
2 MGNA 139 121 -18 -12.95
3 BCIP 210 183 -27 -12.86
4 OASA 454 410 -44 -9.69
5 YULE 77 71 -6 -7.79
6 BINA 466 430 -36 -7.73
7 MITI 68 63 -5 -7.35
8 MCOR 210 198 -12 -5.71
9 JKON 620 590 -30 -4.84
10 MASA 268 256 -12 -4.48
No Code Prev Close Change %
1 GZCO 103 113 10 9.71
2 ISSP 232 232 0 0.00
3 BIPI 136 141 5 3.68
4 BWPT 320 312 -8 -2.50
5 BUMI 426 420 -6 -1.41
6 SRIL 256 252 -4 -1.56
7 ASRI 380 412 32 8.42
8 BABP 76 79 3 3.95
9 PBRX 432 440 8 1.85
10 LMAS 50 67 17 34.00