Portal Berita Ekonomi Kamis, 23 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • BUMN - Pembentukan Holding BUMN masih dalam kajian Pemerintah bersama DPR
  • WIKA - PT Wijaya Karya Persero Tbk  berhasil mencatat pertumbuhan laba hingga 161,88% sepanjang 2016 dibandingkan dengan 2015.
  • Nasional - Politisi PKB Musa Zainuddin ditahan KPK.
  • Nasional - Menteri Jonan akui Indonesia sangat siap jika Freeport lakukan gugatan.
  • Minahasa - Pemkab Minahasa Tenggara lakukan verifikasi mahasiswa yang akan menerima bantuan penyelesaian studi.
  • Kalsel - Pemkab Hulu Sungai Tengah kembangkan sistem informasi keuangan desa dengan sistem komputerisasi.

Cegah Gagal Panen, BMKG Diminta Sosialisasi Tren Cuaca ke Petani

Foto Berita Cegah Gagal Panen, BMKG Diminta Sosialisasi Tren Cuaca ke Petani
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) aktif menyosialisasikan tren cuaca kepada petani. Langkah tersebut diyakini mampu mencegah terjadinya gagal panen. Musababnya, para petani akan mengetahui musim tanam yang baik untuk komoditasnya.

"Kami sarankan BMKG menyampaikan tren cuaca kepada petani dengan menggandeng dinas pertanian. Jadi, mereka (petani) tahu kapan harus menanam sehingga gagal panen bisa diminimalisir," kata Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Makassar Ramli Simanjuntak kepada Warta Ekonomi di Makassar, Kamis (12/1/2017).

Ramli mencontohkan melambungnya harga bahan pangan, seperti cabai kerap kali dipicu kelangkaan pasokan akibat gagal panen. Fenomena tersebut terjadi tiap tahun tanpa solusi. Menurutnya, hal tersebut bisa dihindari bila petani mengetahui range waktu yang tepat menanam cabai. Terlebih, komoditas itu bisa tanam dan panen kapan saja.

Menurut dia, bila petani mengetahui waktu yang tepat untuk menanam maka produksi komoditasnya pun diyakininya akan lebih besar.

"Tolong ini bisa menjadi perhatian karena kita semua menginginkan produksi komoditas pangan strategis mengalami surplus. Terlebih, Indonesia memiliki target swasembada pangan sehingga seluruh komponen mesti bersinergi" tegasnya.

Lebih jauh, Ramli menyarankan kepada para petani untuk lebih efektif dan efisien menanam cabai. Berdasarkan hasil penelitiannya, idealnya penanaman cabai dilakukan di lahan seluas satu sampai dua hektare. Lebih dari itu potensi merugi cukup besar bila tak menguasai iklim. Pasalnya, cabai merupakan tanaman yang cepat busuk.

Harga cabai di Makassar sendiri berdasarkan pemantauan KPPU sudah mengalami penurunan dibandingkan pekan pertama Januari. Harganya kini berkisar Rp70 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga komoditas ini menembus Rp100 ribu per kilogram. Kesimpulan sementara dari KPPU, Ramli mengatakan kenaikan harga cabai dipicu rantai pasok yang terlalu panjang ditambah adanya gagal panen. Belum didapatinya indikasi kartel.

"Rantai pasoknya ada lima tingkatan, mulai dari petani sampai ke pedagang akhir. Makanya, harga cabai jadi mahal karena lima kali melompat," tutupnya.

Tag: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5372.748 14.065 539
2 Agriculture 1830.241 -4.200 21
3 Mining 1430.644 9.710 43
4 Basic Industry and Chemicals 560.366 -4.171 66
5 Miscellanous Industry 1351.548 13.281 42
6 Consumer Goods 2360.450 5.219 39
7 Cons., Property & Real Estate 519.508 -0.508 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1065.448 5.395 56
9 Finance 830.154 -0.129 89
10 Trade & Service 865.002 9.456 122
No Code Prev Close Change %
1 GDYR 1,800 2,250 450 25.00
2 AGRO 780 975 195 25.00
3 BRMS 89 106 17 19.10
4 PLAS 53 61 8 15.09
5 MCOR 286 328 42 14.69
6 NELY 92 105 13 14.13
7 BCIP 160 182 22 13.75
8 GEMS 2,610 2,950 340 13.03
9 CMPP 100 113 13 13.00
10 DEWA 70 78 8 11.43
No Code Prev Close Change %
1 ARII 400 338 -62 -15.50
2 IKBI 388 350 -38 -9.79
3 SDRA 1,100 1,000 -100 -9.09
4 ELTY 57 52 -5 -8.77
5 RIGS 198 182 -16 -8.08
6 JPFA 1,875 1,730 -145 -7.73
7 BIMA 120 111 -9 -7.50
8 MGNA 109 102 -7 -6.42
9 TRAM 202 190 -12 -5.94
10 CENT 138 130 -8 -5.80
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 368 360 -8 -2.17
2 ELTY 57 52 -5 -8.77
3 LMAS 89 86 -3 -3.37
4 DEWA 70 78 8 11.43
5 BRMS 89 106 17 19.10
6 MCOR 286 328 42 14.69
7 TRAM 202 190 -12 -5.94
8 AGRO 780 975 195 25.00
9 GJTL 1,045 1,155 110 10.53
10 BIPI 126 123 -3 -2.38