Portal Berita Ekonomi Sabtu, 27 Mei 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 08:36 WIB. New York - U.S. West Texas Intermediate (WTI) crude futures ended Friday (26/5)'s session at $49.80, up 1.8 percent.
  • 08:35 WIB. London - Brent futures were up 68 cents, or 1.3 percent, at $52.14 a barrel at 2:38 p.m. ET (1838 GMT) on Friday (26/5).
  • 08:34 WIB. New York - The Nasdaq rose 4.94 points (0.08 per cent) to close at 6,210.19 on Friday (26/5).
  • 08:33 WIB. New York - The broad S&P 500 gained 0.75 points (0.03 per cent) to end the week at and 2,415.82 on Friday (26/5).
  • 08:32 WIB. New York - The Dow Jones Industrial Average fell 2.67 points (0.01 per cent) to 21,080.28 on Friday (26/5).
  • 02:19 WIB. Perang Tarif- Menkominfo Rudiantara meminta operator berkompetisi secara rasional di bulan Puasa yang biasa ramai dengan perang tarif.
  • 02:07 WIB. OTT- KPK menggelar OTT terhadap dua orang auditor BPK dan pihak lain dari Kemendes terkait status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).  
  • 02:04 WIB. Bom Kampung Melayu- Densus 88 Antiterror menggeledah tiga tempat berbeda yang didiami tiga terduga pelaku teror yang ditangkap di Bandung.
  • 02:03 WIB. Bom Jakarta- Polresta Bekasi Kota mempersenjatai anggotanya yang bertugas di lapangan dengan senjata api pascaledakan bom Kampung Melayu.
  • 02:01 WIB. ISIS- Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara memperketat pengawasan untuk mengantisipasi masuknya kelompok ISIS dari Filipina.
  • 02:00 WIB. Ramadhan Berkah- Pesan Ramadhan dari Ketua PBNU Said Agil Sirodj "stop caci maki".
  • 01:59 WIB. Novanto e-KTP- Dwina Michaella yang merupakan anak Setya Novanto tak penuhi panggilan KPK untuk menjadi saksi dalam penyidikan kasus e-KTP.
  • 01:58 WIB. Bom Jakarta- Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu menggunakan bom panci presto.
  • 01:56 WIB. Bom Jakarta- Menkopolhukam Wiranto mengatakan aksi teror bom bunuh diri di Kampung Melayu dan bom di Manchester memiliki persamaan.
  • 01:53 WIB. Infrastruktur- Sulawesi Utara bakal menggarap enam proyek infrastruktur baru yang dinilai mampu menopang laju perekonomian.

Pakar Hukum Sebut Pelapor Ahok Minim Bukti

Foto Berita Pakar Hukum Sebut Pelapor Ahok Minim Bukti
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pakar Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Andi Syafrani menilai keterangan sejumlah saksi pelapor yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih jauh memenuhi unsur aspek pembuktian dan kredibilitas.

"Dari keterangan saksi yang ada, unsur politis dalam kasus ini mencuat dan tercium kuat sekali. Apalagi tidak ada satu pun orang dari Kepulauan Seribu yang ikut sebagai pelapor," kata Andi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Bahkan, kata Andi, warga di Kepulauan Seribu justru merasa tidak ada masalah dengan pidato Ahok karena seharusnya warga dari Kepulauan Seribu yang pertama kali merasa keberatan dengan pernyataan Ahok.

""Locus delictie" (tempat kejadian) kasus ini kan berawal di Kepulauan Seribu tetapi warga di sana merasa tidak ada yang salah dengan ucapan Ahok. Ini pertanda saksi-saksi yang dihadirkan itu tidak berbobot," tuturnya.

Meski kualitas kesaksian diragukan, Andi menyatakan majelis hakim tidak bisa serta merta memerintahkan JPU untuk menghentikan kasus ini. "Hakim tidak dapat menghentikan kasus dalam pemeriksaan kecuali melalui putusan," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, saat ini merupakan kesempatan bagi JPU untuk membuktikan dakwaan. Apalagi, hakim akan tetap mendengarkan saksi-saksi yang diajukan JPU meskipun bobot kesaksiannya sangat rendah.

"Nanti juga akan diberikan kesempatan kepada Ahok sebagai terdakwa untuk membela diri dengan bukti-bukti yang disiapkan," kata Andi.

Lebih lanjut ia mengatakan proses hukum kasus ini akan terus berlanjut hingga masing-masing pihak merasa sudah cukup untuk membuktikan posisi masing-masing. Kendati demikian, diakuinya jika proses ini pasti akan menyedot energi dan emosi.

"Tetapi yang paling penting adalah rasionalitas dalam pembuktian yang meyakinkan hakim yang nanti akan jadi pertimbangan," tambahnya.

Soal apakah tidak men-"down grade" wibawa lembaga peradilan jika menyidangkan perkara berdasarkan kesaksian palsu, Andi menilai pengadilan tidak punya kepentingan terhadap situasi persidangan.

"Pengadilan hanya menilai kebenaran dari bukti yang ada. Kalau memang saksi atau bukti tidak kuat apalagi palsu, maka hakim tentu harus menegakkan kebenaran dan itu hanya melalui putusan setelah proses berakhir," tuturnya.

Ia pun menyatakan saksi yang diduga memberikan keterangan palsu dapat dijerat oleh hukum yang ada melalui proses terpisah.

"Publik juga pasti memberikan penilaian terhadap jalannya persidangan yang ada melalui pemberitaan media massa. Meskipun hakim tidak boleh dipengaruhi opini publik tetapi kebenaran dan rasionalitas sama posisinya, baik di dalam maupun di luar persidangan," kata Andi. 
Saksi pelapor yang telah dihadirkan dalam persidangan Ahok antara lain Novel Chaidir Hasan, Gus Joy Setiawan, Muchsin alias Habib Muchsin Alatas, Syamsu Hilal, Pedri Kasman, Irena Handono, Muhammad Burhanuddin, dan Willyuddin Abdul Rasyid Dhani. (Ant)

Tag: Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Aksi Bela Islam, pemilukada dki

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,563.12 3,526.98
British Pound GBP 1.00 17,216.98 17,042.92
China Yuan CNY 1.00 1,944.89 1,925.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,361.00 13,229.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,932.57 9,827.82
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,714.53 1,697.57
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.67 9,544.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,957.64 14,808.54
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,125.38 3,090.89
Yen Jepang JPY 100.00 11,971.15 11,847.57

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5716.815 13.382 547
2 Agriculture 1803.514 0.219 21
3 Mining 1365.142 8.539 43
4 Basic Industry and Chemicals 617.827 0.932 66
5 Miscellanous Industry 1478.993 4.609 42
6 Consumer Goods 2523.638 -9.955 40
7 Cons., Property & Real Estate 495.589 0.371 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.860 19.515 59
9 Finance 913.941 0.109 89
10 Trade & Service 898.255 3.266 124
No Code Prev Close Change %
1 UNIC 4,030 4,990 960 23.82
2 BMSR 119 146 27 22.69
3 MTSM 304 358 54 17.76
4 HOME 262 300 38 14.50
5 BJBR 1,960 2,240 280 14.29
6 UNIT 246 278 32 13.01
7 NIPS 416 470 54 12.98
8 RANC 426 478 52 12.21
9 AGRS 195 218 23 11.79
10 CASS 770 860 90 11.69
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 198 156 -42 -21.21
2 BSWD 2,340 1,890 -450 -19.23
3 CMPP 139 120 -19 -13.67
4 VICO 320 278 -42 -13.12
5 GSMF 118 104 -14 -11.86
6 DART 388 352 -36 -9.28
7 BVIC 316 292 -24 -7.59
8 GMTD 7,500 7,000 -500 -6.67
9 IDPR 1,330 1,250 -80 -6.02
10 LPIN 1,200 1,130 -70 -5.83
No Code Prev Close Change %
1 INPC 103 99 -4 -3.88
2 SRIL 314 340 26 8.28
3 PGAS 2,460 2,540 80 3.25
4 BUMI 354 366 12 3.39
5 TLKM 4,360 4,470 110 2.52
6 MLPL 246 238 -8 -3.25
7 PBRX 496 498 2 0.40
8 UNTR 24,100 24,575 475 1.97
9 BBCA 17,475 17,575 100 0.57
10 MNCN 1,825 1,880 55 3.01