Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Split - Pekan ini Film Split berhasil merajai Box Office dengan penghasilan US$ 40 Juta
  • Melbourne - Rafael Nadal melaju ke semifinal Australia Open usai menang atas Monfils 6-3, 6-3, 4-6, 6-4,
  • Rod Laver Arena - Milos Raonic meraih tiket semifinal Australia Open usai mengalahkan Roberto Bautista Agut empat set 7-6 (6), 3-6, 6-4, 6-1.
  • Riau - Satu unit rulo alami kebakaran di Riau.

Pakar Hukum Sebut Pelapor Ahok Minim Bukti

Foto Berita Pakar Hukum Sebut Pelapor Ahok Minim Bukti
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pakar Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Andi Syafrani menilai keterangan sejumlah saksi pelapor yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih jauh memenuhi unsur aspek pembuktian dan kredibilitas.

"Dari keterangan saksi yang ada, unsur politis dalam kasus ini mencuat dan tercium kuat sekali. Apalagi tidak ada satu pun orang dari Kepulauan Seribu yang ikut sebagai pelapor," kata Andi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Bahkan, kata Andi, warga di Kepulauan Seribu justru merasa tidak ada masalah dengan pidato Ahok karena seharusnya warga dari Kepulauan Seribu yang pertama kali merasa keberatan dengan pernyataan Ahok.

""Locus delictie" (tempat kejadian) kasus ini kan berawal di Kepulauan Seribu tetapi warga di sana merasa tidak ada yang salah dengan ucapan Ahok. Ini pertanda saksi-saksi yang dihadirkan itu tidak berbobot," tuturnya.

Meski kualitas kesaksian diragukan, Andi menyatakan majelis hakim tidak bisa serta merta memerintahkan JPU untuk menghentikan kasus ini. "Hakim tidak dapat menghentikan kasus dalam pemeriksaan kecuali melalui putusan," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, saat ini merupakan kesempatan bagi JPU untuk membuktikan dakwaan. Apalagi, hakim akan tetap mendengarkan saksi-saksi yang diajukan JPU meskipun bobot kesaksiannya sangat rendah.

"Nanti juga akan diberikan kesempatan kepada Ahok sebagai terdakwa untuk membela diri dengan bukti-bukti yang disiapkan," kata Andi.

Lebih lanjut ia mengatakan proses hukum kasus ini akan terus berlanjut hingga masing-masing pihak merasa sudah cukup untuk membuktikan posisi masing-masing. Kendati demikian, diakuinya jika proses ini pasti akan menyedot energi dan emosi.

"Tetapi yang paling penting adalah rasionalitas dalam pembuktian yang meyakinkan hakim yang nanti akan jadi pertimbangan," tambahnya.

Soal apakah tidak men-"down grade" wibawa lembaga peradilan jika menyidangkan perkara berdasarkan kesaksian palsu, Andi menilai pengadilan tidak punya kepentingan terhadap situasi persidangan.

"Pengadilan hanya menilai kebenaran dari bukti yang ada. Kalau memang saksi atau bukti tidak kuat apalagi palsu, maka hakim tentu harus menegakkan kebenaran dan itu hanya melalui putusan setelah proses berakhir," tuturnya.

Ia pun menyatakan saksi yang diduga memberikan keterangan palsu dapat dijerat oleh hukum yang ada melalui proses terpisah.

"Publik juga pasti memberikan penilaian terhadap jalannya persidangan yang ada melalui pemberitaan media massa. Meskipun hakim tidak boleh dipengaruhi opini publik tetapi kebenaran dan rasionalitas sama posisinya, baik di dalam maupun di luar persidangan," kata Andi. 
Saksi pelapor yang telah dihadirkan dalam persidangan Ahok antara lain Novel Chaidir Hasan, Gus Joy Setiawan, Muchsin alias Habib Muchsin Alatas, Syamsu Hilal, Pedri Kasman, Irena Handono, Muhammad Burhanuddin, dan Willyuddin Abdul Rasyid Dhani. (Ant)

Tag: Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Aksi Bela Islam, pemilukada dki

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5250.968 -3.343 539
2 Agriculture 1896.077 1.496 21
3 Mining 1384.941 3.035 43
4 Basic Industry and Chemicals 532.183 -2.193 66
5 Miscellanous Industry 1332.032 2.763 42
6 Consumer Goods 2343.505 10.738 39
7 Cons., Property & Real Estate 516.292 -5.304 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1028.087 -1.536 56
9 Finance 799.166 -1.216 89
10 Trade & Service 855.133 -2.594 122
No Code Prev Close Change %
1 WICO 62 83 21 33.87
2 HOTL 145 180 35 24.14
3 HDFA 210 260 50 23.81
4 WAPO 57 70 13 22.81
5 UNIC 2,230 2,690 460 20.63
6 DNAR 256 296 40 15.62
7 LMAS 66 76 10 15.15
8 DGIK 76 87 11 14.47
9 TBMS 680 745 65 9.56
10 KDSI 330 358 28 8.48
No Code Prev Close Change %
1 INAF 3,400 2,550 -850 -25.00
2 IKBI 344 262 -82 -23.84
3 MLIA 555 424 -131 -23.60
4 DPNS 396 314 -82 -20.71
5 BINA 456 384 -72 -15.79
6 PLAS 206 180 -26 -12.62
7 BCIP 176 157 -19 -10.80
8 NAGA 218 196 -22 -10.09
9 MGNA 110 100 -10 -9.09
10 PTSN 76 70 -6 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 50 54 4 8.00
2 BRMS 89 90 1 1.12
3 BUMI 416 446 30 7.21
4 DYAN 66 69 3 4.55
5 DEWA 72 71 -1 -1.39
6 DGIK 76 87 11 14.47
7 TLKM 3,830 3,840 10 0.26
8 BWPT 304 326 22 7.24
9 PBRX 442 444 2 0.45
10 LMAS 66 76 10 15.15