Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • Obligasi - Reliance Capital Management optimistis rating surat utang WOM Finance tidak akan turun setelah akuisisi rampung.
  • Gambia - Gambia melakukan pelantikan presiden baru, Adama Barrow, di Senegal.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. mengincar nasabah super kaya  di bisnis kartu kreditnya tahun ini.
  • NISP - PT Bank OCBC NISP Tbk. meluncurkan OCBC NISP Voyage, kartu kredit yang terbuat dari logam.

Dinas Pertanian Cianjur Targetkan Produksi Beras 883.281 Ton Tiap Tahun

Foto Berita Dinas Pertanian Cianjur Targetkan Produksi Beras 883.281 Ton Tiap Tahun
Warta Ekonomi.co.id, Cianjur -

Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Cianjur, Jabar, menargetkan produksi beras tahun ini sebanyak 883.281 ton, melalui penambahan lahan pertanian dan pencegahan alih fungsi lahan menjadi modal utama untuk mencapai target tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Horikultura Cianjur, Mamad Nano, di Cianjur Kamis Bertambah 52.000 (12/1/2017) mengatakan, target tersebut dapat tercapai dengan memaksimalkan luas lahan tanam sebanyak 156.652 hektare dengan perkiraan panen sebanyak 150.784 hektare dan produktivitas rata-rata 5,86 ton/hektare.

"Tahun lalu produktivitas bisa mencapai 903.621 ton beras dari 136.763 hektar lahan tanam padi sawah dan 15.092 hektar lahan padi ladang. Sehingga tahun ini, kita targetkan bisa mencapai 100.88 persen dan tahun depan dapat lebih tinggi," katanya.

Dia menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan membuat 51,1 hektare sawah baru yang tersebar di sejumlah wilayah produktif di Cianjur, ditambah penyuluhan untuk petani dan pemilik sawah akan lebih ditingkatkan.

"Beberapa lahan aset pemkab akan diberikan ke penggarap dengan sistem bagi hasil, sedangkan lahan milik pribadi akan dikembalikan pada pemiliknya untuk dikelola, pemkab hanya membantu mengubah lahan kebun menjadi sawah," katanya.

Bahkan tambah dia, pihaknya akan melakukan perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi lahan, setelah Peraturan Daerah tentang Lahan Pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) optimal, pengendaliannya akan maksimalkan.

"Kami akan tegas menolak alih fungsi lahan produktif di berbagai wilayah di Cianjur, untuk mendukung program peningkatan produksi. Tahun ini LP2B baru berjalan 40 persen dan akan terus dioptimalkan," katanya.

Termasuk tahun ini, ungkap dia, penggantian lahan yang menjadi sanksi alih fungsi lahan akan dioptimalkan, tidak hanya berupa peningkatan produksi namun penambahan lahan baru. Pasalnya selama ini hanya peningkatan produksi yang digiatkan tanpa menambah sawah baru, sehingga hasilnya tidak maksimal.

"Cianjur akan membuktikan pada Pemerintah RI kalau selama ini ikut berperan besar dalam mendukung program swasembada pangan. Pemerintah pusat punya program Indonesia jadi lumbung pangan dunia di 2025. Itu merupakan program yang lebih dulu diusulkan Cianjur, kita akan membuktikan Cianjur mampu dengan meningkatkan produksi pangan," katanya.

Tag: Beras, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog)

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5298.948 4.164 539
2 Agriculture 1918.809 -0.646 21
3 Mining 1397.304 -5.931 43
4 Basic Industry and Chemicals 537.652 1.169 66
5 Miscellanous Industry 1351.421 3.608 42
6 Consumer Goods 2345.216 -7.413 39
7 Cons., Property & Real Estate 523.147 1.423 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.979 1.438 56
9 Finance 806.126 -0.007 89
10 Trade & Service 854.274 7.991 122
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 50 67 17 34.00
2 WICO 50 67 17 34.00
3 WAPO 53 67 14 26.42
4 UNIC 2,190 2,720 530 24.20
5 POLY 61 75 14 22.95
6 ARII 366 430 64 17.49
7 PGLI 55 61 6 10.91
8 GZCO 103 113 10 9.71
9 LPIN 5,500 6,000 500 9.09
10 ASRI 380 412 32 8.42
No Code Prev Close Change %
1 PLIN 4,850 3,640 -1,210 -24.95
2 MGNA 139 121 -18 -12.95
3 BCIP 210 183 -27 -12.86
4 OASA 454 410 -44 -9.69
5 YULE 77 71 -6 -7.79
6 BINA 466 430 -36 -7.73
7 MITI 68 63 -5 -7.35
8 MCOR 210 198 -12 -5.71
9 JKON 620 590 -30 -4.84
10 MASA 268 256 -12 -4.48
No Code Prev Close Change %
1 GZCO 103 113 10 9.71
2 ISSP 232 232 0 0.00
3 BIPI 136 141 5 3.68
4 BWPT 320 312 -8 -2.50
5 BUMI 426 420 -6 -1.41
6 SRIL 256 252 -4 -1.56
7 ASRI 380 412 32 8.42
8 BABP 76 79 3 3.95
9 PBRX 432 440 8 1.85
10 LMAS 50 67 17 34.00