Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Januari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • KPK - KemenPAN RB akan berkoordinasi dengan KPK untuk mencegah jual beli jabatan di daerah
  • F35 - Departemen Pertahanan AS menyepakati kontrak senilai US$ 9 Miliar dengan Lockheed Martin Corp untuk pemelian pesawat F35.
  • Australia Open - Wozniacki lolos ke babak ketiga Australia Open usai mengalahkan Vekic dengan skor 6-1, 6-3.
  • JK - Wapres JK terima kunjungan Menlu India Vijay Kumar Singh di Kantor Wapres, Jakarta.
  • Gorontalo - Kabupaten Gorontalo dapat bantuan hibah 180 lampu LED dari Kementerian ESDM.
  • NTT - ASITA minta pemerintah tertibkan guide yang tidak berlisensi di NTT.
  • Mali - PBB kutuk serangan bom bunuh diri di satu kamp militer di Mali.
  • Gorontalo - Pemkab Gorontalo nyatakan siap dukung program prioritas dari Kemensos.

Ekonomi Jerman Tumbuh 1,9 Persen pada 2016

Foto Berita Ekonomi Jerman Tumbuh 1,9 Persen pada 2016
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ekonomi Jerman tumbuh 1,9 persen pada tahun 2016 ditopang oleh konsumsi pribadi dan belanja negara terhadap pengungsi, menurut kantor statistik federal, Destatis, yang merupakan perhitungan sementara. Perkiraan tersebut mengalahkan angka pertumbuhan tahun 2015 lalu sebesar 1,7%. Kendati, masih bisa berubah setelah hasil perkiraan kuartal keempat resmi dirilis.

"Konsumsi domestik sangat menentukan perkembangan positif dalam ekonomi Jerman 2016 dengan 2,0 persen konsumsi dan pengeluaran 4,2 persen peningkatan pemerintah," menurut Destanis seperti dikutip AFP di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Menurut lembaga tersebut, salah satu alasan pertumbuhan kuat adalah karena banyak orang mencari perlindungan imigrasi yang menyebabkan costs menjadi tinggi. Ekspor tradisional motor Jerman di tahun 2016 kritis, hanya bertambah 2,5 persen, sementara impor meningkat menjadi 3,4 persen. Secara keseluruhan pertumbuhan melampui perkiraan bank sentral Jerman, Bundesbank sebesar 1,8 persen.

Tercatat, ini merupakan pertumbuhan tercepat sejak 2011 dengan pertumbuhan sebesar 3,7 persen. Destatis mencatat pertumbuhan 0,5 pada 2016 lebih tinggi dari angka rata-rata 10 tahun terakhir. Jerman membukukan surplus anggaran publik menjadi 0,6 persen dari produk domestik bruto. Secara absolut, PDB Jerman meningkat lebih dari US$3,3 triliun, mengonsolidasikan posisinya di atas 3,0 triliun untuk pertama kali sejak tahun 2015.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Jerman melambat pada kuartal ketiga yang disebabkan oleh melemahnya ekpsor. Negara dengan ekonomi terbesar di Eropa itu hanya tumbuh dua persen antara Juli hingga September, turun setengah dari kuartal sebelumnya yakni 0,4 persen. Ini lebih rendah dari perkiraan analis bahkan tercatat jauh di bawah tingkat 0,7 persen pada kuartal pertama.

"Perkembangan perdagangan dalam negeri menunjukan penurunan, ekspor dan impor sedikit naik, dibandingkan kuartal kedua 2016," kata laporan Statistik Federal Jerman.

"Impuls positif pada kuartal pertama terutama disebabkan oleh permintaan domestik hingga belanja rumah tangga dan belanja negera meningkat," tambah laporan tersebut.

Beberapa analis mengatakan ketidakpastian akibat Brexit telah membuat aktivitas domestik menjadi solid. "Brexit menyebabkan ekonomi domestik menjadi solid, barangkali ini deskripsi terbaik tentang ekonomi Jerman selama kuartal ketiga," kata ekonom Bank ING, Carsten Brzeski kepada Reuters.

Ia menambahkan ada ancaman ekonomi dari Donald Trump sejak terpilih jadi Presiden Amerika apabila terbukti ia menerapkan pembatasan impor asing. "Jika mitra dagang utama Jerman seperti Amerika menerapkan proteksi maka itu akan berpengaruh pada pertumbahan ekonomi Jerman," tambahnya.

Tag: Jerman

Penulis: Gregor Samsa

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sumber lain

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5294.784 27.846 541
2 Agriculture 1919.455 33.515 21
3 Mining 1403.235 7.104 43
4 Basic Industry and Chemicals 536.483 2.143 66
5 Miscellanous Industry 1347.813 12.896 42
6 Consumer Goods 2352.629 17.077 39
7 Cons., Property & Real Estate 521.724 3.122 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1055.541 2.528 56
9 Finance 806.133 4.369 89
10 Trade & Service 846.283 -0.890 122
No Code Prev Close Change %
1 DGIK 68 85 17 25.00
2 UNIC 1,755 2,190 435 24.79
3 OASA 364 454 90 24.73
4 GZCO 83 103 20 24.10
5 MTSM 374 456 82 21.93
6 SKLT 695 795 100 14.39
7 ADMG 138 155 17 12.32
8 BWPT 286 320 34 11.89
9 SRIL 230 256 26 11.30
10 IKBI 316 350 34 10.76
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 3,200 2,400 -800 -25.00
2 ARII 486 366 -120 -24.69
3 HOTL 180 145 -35 -19.44
4 VINS 84 75 -9 -10.71
5 CNTX 865 800 -65 -7.51
6 PICO 216 200 -16 -7.41
7 PGLI 59 55 -4 -6.78
8 SMDM 95 89 -6 -6.32
9 SAFE 80 75 -5 -6.25
10 RMBA 450 422 -28 -6.22
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 230 256 26 11.30
2 BIPI 137 136 -1 -0.73
3 BWPT 286 320 34 11.89
4 DGIK 68 85 17 25.00
5 GZCO 83 103 20 24.10
6 BUMI 420 426 6 1.43
7 BABP 73 76 3 4.11
8 DYAN 64 65 1 1.56
9 SMDM 95 89 -6 -6.32
10 MCOR 193 210 17 8.81