Portal Berita Ekonomi Senin, 01 Mei 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 10:56 WIB. Madrid - David De Gea dikabarkan sudah mendapatkan kontrak personal dari Real Madrid.
  • 10:54 WIB. Pokemon GO - Pokemon Go akan munculkan fitur PvP dalam waktu dekat ini.
  • 10:41 WIB. HNSI - HNSI meminta Pemprov NTT melakukan patroli wilayah perairan perbatasan negara Indonesia-Australia secara rutin.
  • 10:40 WIB. BPJS Ketenagakerjaan - BPJS Ketenagakerjaan mencatat 41.000 peserta di Nusa Tenggara Timur hingga April 2017.
  • 09:31 WIB. Jakarta - Sekitar 150 ribu buruh dari Jabodetabek akan melakukan aksi di Istana Presiden.
  • 09:26 WIB. Prancis - Militer Prancis eksekusi militan ekstrimis di hutan dekat perbatasan negara Mali.
  • 09:25 WIB. Kemenpupera - Kemenpupera menganggarkan Rp258,43 miliar untuk merevitalisasi Danau Limboto di Gorontalo.
  • 09:23 WIB. Yogyakarta - Rata-rata tingkat okupansi hotel di Yogyakarta naik menjadi 90 persen selama libur panjang akhir pekan.
  • 09:22 WIB. Jayawijaya - Pemkab Jayawijaya akan mengaktifkan kembali stasiun pangan di wilayah tersebut.
  • 09:21 WIB. AS - Seorang perwira AS yang tewas saat melakukan patroli di Mosul diketahui bernama Letnan Satu Weston Lee.
  • 09:20 WIB. Arab Saudi - Arab Saudi menahan 46 anggota sel pelaku kejahatan peristiwa bom bunuh diri di Masjid Nabawi tahun 2016.
  • 10:43 WIB. Jakarta - Gubernur Pelembang Alex Noerdin raih penghargaan sebagai kepala daerah peduli olahraga dari PWI.

"Gaya Politik Teraniaya SBY Sudah Tak Laku Lagi"

Foto Berita
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Mantan kader Partai Demokrat Gede Pasek Suardika menilai melorotnya perolehan suara dari hasil perhitungan cepat atau quick count pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)- Sylviana Murni disebabkan oleh sikap Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai terlalu berlebihan. Dia menegaskan, intensitas SBY yang dalam beberapa bulan terakhir hingga Selasa kemarin rajin berkomentar, justru semakin membuat suara Agus-Sylvi makin terperosok ditinggalkan jauh oleh dua pasangan lainnya.

 

“Semakin banyak SBY berbicara semakin suara Agus-Sylvi turun, dan terbukti sekarang justru kontraproduktif. Saya menilai juru kampanye nya, atau dalam ini SBY itu terlalu lebay,” kata Pasek saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Rabu (15/2/2017).

 

Politisi yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Hanura itu melanjutkan intensitas kemunculan SBY memang bukan tanpa alasan guna memenangkan anaknya sendiri. Akan tetapi gaya politik SBY yang menampilkan dirinya sebagai pihak yang teraniaya oleh pemerintah makin membuat orang muak. Gaya tersebut dinilai Pasek sudah usang jika diterapkan dalam pertarungan politik masa kini.

 

"Itu kan kemarin (saat SBY klarifikasi tuduhan Antasari) beliau sebenarnya mencuri kampanye. Dimana kalau kita lihat pernyataan Antasari dimainkan untuk membungkus citra 'politik meratap'. Tapi beliau mencoba melakukan politik teraniaya itu untuk mencari pencitraan seolah Agus-Sylvi teraniaya seperti mengikuti jejak SBY di pilpres 2004. Politik teraniaya ini coba dimainkan lagi, padahal kalau merujuk pernyataan Antasari dia tidak sebut nama Agus, tapi dia sebut nama Ibas (Eddy Baskoro Yudhoyono), itu kan tidak ada urusan dengan Pilkada. SBY coba lakukan politik belas kasihan, dan sekarang kan enggak laku," pungkas senator DPD asal Bali tersebut.

Tag: Agus Harimurti Yudhoyono, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Antasari Azhar

Penulis: Redaksi

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5685.298 -21.730 543
2 Agriculture 1839.381 20.337 21
3 Mining 1529.120 -17.451 43
4 Basic Industry and Chemicals 609.503 -1.322 66
5 Miscellanous Industry 1506.105 -8.414 42
6 Consumer Goods 2433.794 -29.716 39
7 Cons., Property & Real Estate 505.553 -2.724 62
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1143.420 -5.081 57
9 Finance 891.913 3.447 89
10 Trade & Service 923.096 -3.079 124
No Code Prev Close Change %
1 MINA 105 178 73 69.52
2 FORZ 220 330 110 50.00
3 VICO 179 240 61 34.08
4 AGRS 153 204 51 33.33
5 ASJT 775 955 180 23.23
6 KDSI 472 580 108 22.88
7 KICI 131 159 28 21.37
8 INDY 750 900 150 20.00
9 DSNG 460 550 90 19.57
10 INKP 1,840 2,080 240 13.04
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 300 226 -74 -24.67
2 MTSM 370 282 -88 -23.78
3 HOME 236 208 -28 -11.86
4 NAGA 197 174 -23 -11.68
5 JECC 6,100 5,400 -700 -11.48
6 IBST 2,250 2,010 -240 -10.67
7 MBSS 500 450 -50 -10.00
8 CEKA 1,850 1,670 -180 -9.73
9 ASBI 362 330 -32 -8.84
10 BBLD 680 620 -60 -8.82
No Code Prev Close Change %
1 INDY 750 900 150 20.00
2 BUMI 454 448 -6 -1.32
3 DOID 1,110 1,100 -10 -0.90
4 BIPI 100 108 8 8.00
5 TRAM 107 108 1 0.93
6 TLKM 4,370 4,370 0 0.00
7 PBRX 605 595 -10 -1.65
8 ASII 9,000 8,950 -50 -0.56
9 UNTR 27,250 26,900 -350 -1.28
10 KREN 400 426 26 6.50