Portal Berita Ekonomi Sabtu, 25 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • DILD -  PT Intiland Development Tbk ingin bangun Kota Baru Maja, Banten 2 tahun lagi.
  • FASSA - PT Fajar Surya Wisesa Tbk. membukukan kenaikan penjualan sebesar 18,44% sepanjang tahun lalu menjadi Rp5,87 triliun.
  • ASGR - PT Astra Graphia Tbk. bukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,71 triliun atau meningkat sebesar 2% dibandingkan capaian yang diraih pada 2015.
  • OJK - Pansel OJK tetapkan 35 orang lolos tahap dua.
  • Kaltim - Pemprov Kaltim targetkan tarik investasi Rp34,9 triliun pada 2017.
  • Gerindra - Ketum Gerindra Prabowo Subianto resmikan kantor baru di Sulteng.
  • Sawit - Minyak sawit mentah di Jambi turun Rp235 per/kg.
  • AS - Indonesia dan AS mutakhirkan kerja sama bilateral di bidang SAR.
  • Transportasi - Kemenhub segera bangun dermaga kapal Feri di Pulau terluar NTT.

Selama Januari Bunga Kredit Baru Turun 0,78%

Foto Berita Selama Januari Bunga Kredit Baru Turun 0,78%
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pelonggaran transmisi kebijakan moneter yang dilakukan melalui jalur suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo (BI 7-day RR) Rate tampaknya belum direspons perbankan secara signifikan. Pasalnya, penurunan suku bunga kredit perbankan masih belum sesuai yang diharapkan bank sentral.

Sebagaimana diketahui, bank sentral telah melakukan transmisi kebijakan moneternya melaui penurunan suku bunga acuan BI 7-day RR Rate di sepanjang Januari 2016 sampai dengan Oktober 2016 hingga mencapai 150 basis points (bps) atau 1,5% menjadi 4,75%.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan bahwa sampai dengan Januari 2017 suku bunga kredit perbankan baru turun 78 bps (0,78%). Padahal, di Desember 2016 suku bunga kredit sudah turun 79 bps (0,79%).

Sementara untuk suku bunga deposito, kata dia, pada Januari 2017 sudah mengalami penurunan sebesar 128 bps (1,28%) atau mengalami penambahan penurunan dari Desember 2016 yang tercatat turun 122 bps (1,22%).

"Kami mencatat bahwa suku bunga kredit belum terlalu turun di Januari 2017, tapi untuk suku bunga deposito sudah turun 128 bps. Jadi, memang ada tambahan penurunan sebesar 6 bps di Januari," ujar Agus di Gedung BI, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Transmisi melalui jalur kredit belum optimal, terlihat dari pertumbuhan kredit yang masih terbatas sejalan dengan permintaan yang masih lemah, termasuk untuk kebutuhan investasi dari korporasi di mana pertumbuhan kredit Desember 2016 tercatat 7,9%, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya sebesar 10,5%.

"Hal ini lebih disebabkan oleh masih rendahnya permintaan kredit sejalan dengan konsolidasi yang dilakukan oleh korporasi dan masih lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia," ucapnya.

Selanjutnya, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada Desember 2016 tercatat sebesar 9,6% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 7,3% (yoy) yang didorong oleh dana repatriasi tax amnesty yang tinggi di akhir 2016.

Meskipun belum optimal, Agus merasa penurunan suku bunga kredit dan deposito masih akan terus berlanjut pada tahun ini.

Tag: Bank Indonesia (BI), Agus Dermawan Wintarto Martowardojo

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51