Portal Berita Ekonomi Sabtu, 25 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • DILD -  PT Intiland Development Tbk ingin bangun Kota Baru Maja, Banten 2 tahun lagi.
  • FASSA - PT Fajar Surya Wisesa Tbk. membukukan kenaikan penjualan sebesar 18,44% sepanjang tahun lalu menjadi Rp5,87 triliun.
  • ASGR - PT Astra Graphia Tbk. bukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,71 triliun atau meningkat sebesar 2% dibandingkan capaian yang diraih pada 2015.
  • OJK - Pansel OJK tetapkan 35 orang lolos tahap dua.
  • Kaltim - Pemprov Kaltim targetkan tarik investasi Rp34,9 triliun pada 2017.
  • Gerindra - Ketum Gerindra Prabowo Subianto resmikan kantor baru di Sulteng.
  • Sawit - Minyak sawit mentah di Jambi turun Rp235 per/kg.
  • AS - Indonesia dan AS mutakhirkan kerja sama bilateral di bidang SAR.
  • Transportasi - Kemenhub segera bangun dermaga kapal Feri di Pulau terluar NTT.

Honeywell Luncurkan Produk BW Clip 4

Foto Berita Honeywell Luncurkan Produk BW Clip 4
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Honeywell meluncurkan produk BW Clip 4, yakni sebuah monitor portabel empat gas terbaru yang ketika dihidupkan, dapat beroperasi secara terus menerus selama dua tahun tanpa memerlukan penggantian sensor atau mengisi daya baterai. Dengan demikian, produk ini membantu pengguna untuk meningkatkan safety compliance dan mengurangi biaya pemeliharaan.

Produk ini sangat ideal untuk digunakan pada industri minyak dan gas, industri penanganan air limbah, industri manufaktur berat, ruang terbatas (confined space), dan juga aplikasi lainya. BW Clip 4 secara signifikan mengurangi biaya pemeliharaan alat detektor gas portabel dengan menghilangkan kebutuhan reparasi dan menghilangkan kebutuhan menyetok sensor tambahan dan unit cadangan.

Karena alat ini selalu aktif, BW Clip 4 mempunyai tingkat pemenuhan standar keselamatan kerja yang sangat baik. Alat ini memastikan bahwa pekerja yang memakai perangkat ini akan terlindungi selama 24 jam non stop.

“BW Clip 4 beroperasi dalam siklus fit and forget yakni cukup dihidupkan sekali dan ganti detektornya dua tahun kemudian ketika unit meminta Anda untuk melakukannya,” kata VP/General Manager Honeywell Industrial Safety,  Ken Schmidt, Jumat (17/2/2017).

“Tentunya, hal ini menawarkan suatu kombinasi keuntungan baru yang belum pernah mungkin ada hingga saat ini: yakni daya tahan baterainya selama dua tahun tanpa perlu mengisi ulang atau mengganti baterai, ukurannya kecil dan mudah digunakan, fungsi detektor multi-gas, dan naiknya tingkat pemenuhan standar keselamatan kerja,” tambah dia.

Dengan menggunakan teknologi Non-Dipersive Infrared (NDIR), yang sebelumnya hanya ada di detektor fixed-gas dari Honeywell Analytics, BW Clip 4 hanya mengonsumsi baterai 1.000 kali lebih sedikit dibandingkan dengan sebuah sensor catalytic bead (pellistor), yaitu teknologi tradisional yang digunakan untuk mendeteksi gas mudah terbakar (flammable) di dalam perangkat portabel.

Fitur lain di antaranya: Pemantauan serentak terhadap gas H2S, CO, O2, dan bahan mudah terbakar (LEL); Tampilan real-time untuk pembacaan gas langsung bahkan di dalam kondisi ketika kondisi tidak alarm, serta menampilkan konsentrasi gas pada saat itu, dan perubahan kondisi atmosfir.
Selanjutnya, Menyederhanakan manajemen alat dengan menghasilkan report record and compliance secara otomatis (menggunakan sistem manajemen instrumen Honeywell Intellidox); dan Fungsi tes internal yang memberikan peringatan kepada pengguna ketika produk sudah harus diganti.

Tag: Honeywell International Inc

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Vicky Fadil

Foto: PT Geo Dipa Energi (Persero)

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51