Portal Berita Ekonomi Sabtu, 25 Februari 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • DILD -  PT Intiland Development Tbk ingin bangun Kota Baru Maja, Banten 2 tahun lagi.
  • FASSA - PT Fajar Surya Wisesa Tbk. membukukan kenaikan penjualan sebesar 18,44% sepanjang tahun lalu menjadi Rp5,87 triliun.
  • ASGR - PT Astra Graphia Tbk. bukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,71 triliun atau meningkat sebesar 2% dibandingkan capaian yang diraih pada 2015.
  • OJK - Pansel OJK tetapkan 35 orang lolos tahap dua.
  • Kaltim - Pemprov Kaltim targetkan tarik investasi Rp34,9 triliun pada 2017.
  • Gerindra - Ketum Gerindra Prabowo Subianto resmikan kantor baru di Sulteng.
  • Sawit - Minyak sawit mentah di Jambi turun Rp235 per/kg.
  • AS - Indonesia dan AS mutakhirkan kerja sama bilateral di bidang SAR.
  • Transportasi - Kemenhub segera bangun dermaga kapal Feri di Pulau terluar NTT.

Jonan: Kerjasama Indonesia-Swedia Kembangkan Energi Terbarukan untuk Listrik

Foto Berita Jonan: Kerjasama Indonesia-Swedia Kembangkan Energi Terbarukan untuk Listrik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Pemerintah Swedia untuk pengembangan energi terbarukan pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan PLTB untuk angin.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan melalui kerja sama dengan Swedia yang memiliki teknologi lebih canggih dalam energi baru dan terbarukan (EBT) itu, tarif listrik diharapkan bisa lebih efisien.

"Mudah-mudahan dengan kerja sama ini karena Swedia lebih dulu dan 'advance', tarifnya diharapkan untuk pengembangan energi terbarukan dengan energi air dan angin bisa lebih baik untuk Indonesia," kata Menteri Jonan di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Swedia, Jonan juga berharap pengembangan EBT untuk pasokan listrik juga bisa diimplementasikan di seluruh wilayah Indonesia sehingga tarif listrik lebih efisien dengan teknologi yang efektif.

Menurut dia, pengembangan EBT akan disesuaikan dengan kondisi geografis, yakni mempertimbangkan sumber daya yang banyak ditemukan di daerah pembangkit.

"Terkait geografi juga, kalau sumber daya gasnya besar coba pakai gas, tetapi kalau tidak ada gas, misalnya, ada sungai atau air terjun pakai 'hidro' (air). Kalau solar tenaga matahari, Swedia mungkin tidak terlalu signifikan karena terletak di bagian utara," ungkap Jonan.

Ada pun Pemerintah Swedia yang diwakili Menteri Koordinator Kebijakan dan Energi Swedia Ibrahim Baylan menyebutkan kedua pihak berupaya untuk menyediakan listrik yang ramah lingkungan.

"Tujuan kebijakan energi adalah memastikan tersedianya listrik untuk industri dan rumah tangga dengan harga yang kompetitif dan dampak sekecil mungkin pada lingkungan," tutur Menteri Baylan.

Baylan menjelaskan Indonesia dan Swedia dapat belajar bersama menciptakan energi ramah lingkungan, apalagi Swedia memiliki pangsa pasar tertinggi untuk energi terbarukan dan menciptakan harga terendah melalui EBT di Uni Eropa.

Swedia pun telah mencapai pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam 30 tahun terakhir dengan lebih sedikit menggunakan energi listrik daripada 30 tahun lalu yang dinilai lebih bermanfaat. (Ant)

Tag: Ignasius Jonan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Swedia, energi terbarukan

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Leli Nurhidayah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5385.906 13.158 539
2 Agriculture 1841.223 10.982 21
3 Mining 1419.623 -11.021 43
4 Basic Industry and Chemicals 565.553 5.187 66
5 Miscellanous Industry 1365.621 14.073 42
6 Consumer Goods 2374.993 14.543 39
7 Cons., Property & Real Estate 517.048 -2.460 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.681 -2.767 56
9 Finance 829.581 -0.573 89
10 Trade & Service 871.468 6.466 122
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 95 117 22 23.16
2 DGIK 129 153 24 18.60
3 JAWA 133 149 16 12.03
4 MGNA 102 114 12 11.76
5 IKBI 350 386 36 10.29
6 ARII 338 370 32 9.47
7 KRAH 2,680 2,900 220 8.21
8 KBLI 318 344 26 8.18
9 SRIL 280 302 22 7.86
10 ASJT 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 ICON 494 376 -118 -23.89
3 KOIN 320 250 -70 -21.88
4 CMPP 113 100 -13 -11.50
5 BIPP 97 89 -8 -8.25
6 BUMI 360 332 -28 -7.78
7 FREN 54 50 -4 -7.41
8 MAMI 73 68 -5 -6.85
9 CTBN 5,200 4,850 -350 -6.73
10 BCIP 182 170 -12 -6.59
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 190 125 -65 -34.21
2 BUMI 360 332 -28 -7.78
3 BABP 67 67 0 0.00
4 DGIK 129 153 24 18.60
5 ELTY 52 50 -2 -3.85
6 BRPT 2,310 2,250 -60 -2.60
7 MCOR 328 336 8 2.44
8 SRIL 280 302 22 7.86
9 SMDM 87 84 -3 -3.45
10 AGRO 975 980 5 0.51