Portal Berita Ekonomi Senin, 24 April 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 10:17 WIB. Elpiji -  Pemkab Sangihe mengatakan konversi minyak tanah ke elpiji wilayah kepulauan Sulut menunggu keputusan Kementerian ESDM.
  • 09:59 WIB. Aljazair - Aljazair memanggil dubes Maroko memprotes tuduhan pengusiran pengungsi Suriah ke Maroko.
  • 09:28 WIB. BMKG - Gempa di Tasikmalaya tidak berdampak kerusakan.
  • 09:56 WIB. DPR - DPR meminta pemerintah serius mengembangkan energi baru dan terbarukan menyusul penurunan kualitas udara di kota besar.
  • 09:31 WIB. Malaysia - Malaysia dan China akan mengukuhkan hubungan diplomatik dan kerja sama pertahanan antara kedua negara.
  • 09:27 WIB. Sukabumi - BMKG sebut gempa di Tasikmalaya tidak berpotensi Tsunami.
  • 09:06 WIB. Monte Carlo - Rafael Nadal meraih gelar kesepuluh di Monte Carlo Masters usai mengalahkan Albert Ramos.
  • 09:05 WIB. Boston - Kalahkan Bulls di game keempat, Boston Celtics menyamakan kedudukan 2-2 atas Chicago Bulls.
  • 09:03 WIB. Jackie Chan - Jackie Chan mengatakan akan membuat film di Hongaria.
  • 09:02 WIB. Pertamina - Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan DIY menggelar operasi pasar elpiji tabung 3 kg.
  • 09:01 WIB. Austin - Marc Marquez raih kemenangan perdana musim ini di MotoGP Austin.
  • 09:01 WIB. Jackie Chan - Jackie Chan menghadiri acara pembukaan Chinese Film Festival 2017 di Budapes, Hongaria.

Terkait Pembunuhan, Malaysia Minta Interpol Waspadai Empat Warga Korut

Foto Berita Terkait Pembunuhan, Malaysia Minta Interpol Waspadai Empat Warga Korut
Warta Ekonomi.co.id, Kuala Lumpur -

Malaysia meminta Interpol agar mengeluarkan peringatan untuk menangkap empat warga Korea Utara yang diduga melakukan pembunuhan terhadap saudara tiri yang diasingkan pemimpin Korut Kim Jong Un, demikian pernyataan Kepala Kepolisian Malaysia, Kamis (23/2/2017).

Kim Jong Nam yang tewas di bandar udara utama Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 itu telah berbicara secara terbuka mengenai isolasi yang diterimanya dari pemerintahan dinasti keluarganya di negara bersenjata nuklir itu. Pejabat Korea Selatan dan Amerika Serikat menganggap dia dibunuh oleh agen intelijen Korut. Korut tidak mengakui kematian Jong Nam.

Berbicara di depan sejumlah wartawan di Kuala Lumpur, Kamis, Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu Bakar menyatakan bahwa dua perempuan (satu dari Vietnam dan satunya lagi dari Indonesia) pada pekan lalu ditangkap karena melakukan serangan fatal dengan menggunakan racun reaksi cepat terhadap Jong Nam.

Namun dia menolak menjelaskan mengapa mereka dimanfaatkan oleh badan intelijen asing. Polisi juga menahan seorang pria berkebangsaan Korut, namun masih memburu seorang lainnya dari tujuh orang terkait dengan pembunuhan tersebut.

Sekretaris kedua Kedutaan Korut di Kuala Lumpur, Hyon Kwang Song, dan karyawan Air Koryo (maskapai penerbangan milik pemerintah Korut) Kim Uk Il di antara tiga warga Korut yang hendak diperiksa dan diyakini masih berada di Malaysia.

Kepada sejumlah wartawan, Khalid mengajukan permintaan kepada Interpol untuk mengeluarkan peringatan penangkapan empat orang yang diyakini telah kembali ke Korut meninggalkan Malaysia pada hari peristiwa pembunuhan tersebut.

Khalid mengatakan bahwa permintaan polisi telah dikirimkan kepada Kedutaan Korut untuk memeriksa diplomat tersebut dan karyawan maskapai penerbangan itu. "Jika mereka tidak menyembunyikan sesuatu, mereka tidak seharusnya takut bekerja sama," kata Khalid.

Dia menyebutkan bahwa surat penangkapan tidak akan dikeluarkan untuk pegawai kedutaan karena dia memiliki kekebalan diplomatik. Namun proses hukum tetap akan dilakukan jika karyawan maskapai tersebut tidak beriktikad baik.

Pada Kamis pagi, seorang pegawai Kedutaan Korut di Kuala Lumpur menyatakan tidak ada permohonan formal untuk memeriksa seorang pria yang diterimanya dan tidak menanggapi permintaan agar kedutaannya bekerja sama mengungkap persoalan tersebut.

Sementara itu, Indonesia ingin mendapatkan akses kekonsuleran kepada Siti Aisyah, seorang perempuang berkewarganegaraan Indonesia yang ditahan terkait pembunuhan tersebut.

"Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri kami untuk memberikan bantuan....dan perlindungan terhadap Siti Aisyah melalui seorang pengacara. Hal itu dimaksudkan agar ada kejelasan apakah dia seorang korban," kata Presiden Indonesia Joko Widodo di Jakarta.

Sengketa Diplomatik Persahabatan antara Malaysia dan Korut kembali pada era 1970-an setelah memburuk akibat pembunuhan Jong Nam.

Korut tidak berhasil mencegah autopsi dengan menuduh Malaysia bekerja sama dengan Korsel dan kekuatan musuh lainnya. Malaysia menanggapinya dengan memanggil duta besarnya di Pyongyang untuk diajak konsultasi.

Kedutaan Korut untuk Kuala Lumpur menyatakan bahwa investigasi Malaysia tidak bisa dipercaya dan tiga terduga yang ditahan agar dibebaskan secepatnya.

Pada Kamis, Kantor Berita KCNA yang dikelola pemerintah Korut melaporkan bahwa Pyongyang menyalahkan Malaysia atas kematian warganya dan menuduh Malaysian bertindak tidak bersahabat.

Laporan KCNA hanya menyebut korban pembunuhan sebagai warga negara karena Pyongyang menolak laporan bahwa korban adalah kakak tiri pemimpin negara itu.

Polisi Malaysia masih menerima sampel DNA keluarga terdekat Jong Nam, demikian kata Khalid. Dia juga membantah bahwa polisi Malaysia telah dikirim ke Macau, wilayah China, di mana Jong Nam dan keluarganya tinggal di bawah perlindungan Beijing. (Ant)

Tag: Korea Selatan (Korsel), Malaysia

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Yomiuri Shimbun

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5664.475 69.169 541
2 Agriculture 1823.242 -21.549 21
3 Mining 1527.258 -9.366 43
4 Basic Industry and Chemicals 604.665 0.747 66
5 Miscellanous Industry 1536.728 81.861 42
6 Consumer Goods 2438.363 10.107 39
7 Cons., Property & Real Estate 508.320 5.827 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1144.585 47.100 57
9 Finance 876.611 2.719 89
10 Trade & Service 917.711 9.714 123
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 104 140 36 34.62
2 BGTG 88 117 29 32.95
3 ALKA 131 161 30 22.90
4 ASBI 358 426 68 18.99
5 RANC 412 480 68 16.50
6 HITS 650 745 95 14.62
7 ALMI 170 189 19 11.18
8 BAYU 900 1,000 100 11.11
9 SKLT 780 860 80 10.26
10 ARII 304 332 28 9.21
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 600 472 -128 -21.33
2 HOME 256 212 -44 -17.19
3 BMAS 420 350 -70 -16.67
4 MFIN 1,350 1,150 -200 -14.81
5 TIRA 268 230 -38 -14.18
6 ERTX 184 160 -24 -13.04
7 JKSW 67 59 -8 -11.94
8 CANI 525 464 -61 -11.62
9 INCI 390 350 -40 -10.26
10 NAGA 180 165 -15 -8.33
No Code Prev Close Change %
1 BNLI 675 695 20 2.96
2 TLKM 4,110 4,420 310 7.54
3 ASII 8,575 9,150 575 6.71
4 SRIL 308 306 -2 -0.65
5 KBLI 645 670 25 3.88
6 RIMO 153 166 13 8.50
7 PRAS 200 198 -2 -1.00
8 KAEF 2,310 2,460 150 6.49
9 BBNI 6,250 6,150 -100 -1.60
10 JSMR 4,510 4,470 -40 -0.89