Portal Berita Ekonomi Jum'at, 18 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 11:29 WIB. Pertamina - Pertamina batal mengakuisisi wilayah kerja minyak di Rusia karena terhambat pajak yang harus ditanggung perseroan.
  • 11:16 WIB. TAM - Toyota Astra Motor memperkuat lini kendaraan niaga dengan dua model anyar.
  • 11:15 WIB. Mercedes - Mercedes-AMG GmbH melepas tiga model terbaru kendaraan ke pasar Indonesia.
  • 11:09 WIB. Microsoft - Microsoft Indonesia bersama Peradi bekerja sama untuk mempersiapkan kantor pengacara modern.
  • 11:08 WIB. First Travel - Menag Lukman Hakim mengatakan First Travel bertanggung jawab penuh terhadap pengembalian uang calon jamaah umrah.
  • 10:57 WIB. Suriah - Suriah terbuka terhadap penyelidikan serangan kimia.
  • 10:54 WIB. Korea Utara - Latihan bersama militer Amerika Serikat dan Korea Selatan akan memanaskan suasana di Semenanjung Korea.
  • 10:48 WIB. Filipina - Setidaknya 80 orang tewas terkait dengan peningkatan operasi pemberantasan narkoba di Filipina.
  • 10:48 WIB. Tokopedia - Tokopedia menyatakan komitmen untuk membangun Pusat Riset di Indonesia.
  • 10:27 WIB. Turin - Blaise Matuidi akan segera diperkenalkan oleh Juventus setelah lolos tes medis.
  • 10:23 WIB. Tokopedia - Tokopedia menyambut positif Perpres terkait Road Map E-commerce dan akan terlibat aktif sebagai pelaku startup.
  • 10:22 WIB. Taiwan - Sektor asuransi umum Taiwan mencatatkan premi naik 8,92% menjadi 80,9 miliar dolar Taiwan pada semester I-2017.
  • 10:21 WIB. ASDP - PT ASDP Indonesia Ferry mencatat pendapatan tumbuh 7% sepanjang semester I-2017.
  • 10:03 WIB. ELTY - Bakrieland Development akan fokus merestrukturisasi utang obligasi dengan nilai mencapai Rp3,6 triliun.
  • 10:02 WIB. SHIP - Sillo Maritime Perdana membeli satu unit kapal MT Andaman Sea dengan nilai transaksi US$23,75 juta.

Terkait Pembunuhan, Malaysia Minta Interpol Waspadai Empat Warga Korut

Foto Berita Terkait Pembunuhan, Malaysia Minta Interpol Waspadai Empat Warga Korut
Warta Ekonomi.co.id, Kuala Lumpur -

Malaysia meminta Interpol agar mengeluarkan peringatan untuk menangkap empat warga Korea Utara yang diduga melakukan pembunuhan terhadap saudara tiri yang diasingkan pemimpin Korut Kim Jong Un, demikian pernyataan Kepala Kepolisian Malaysia, Kamis (23/2/2017).

Kim Jong Nam yang tewas di bandar udara utama Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 itu telah berbicara secara terbuka mengenai isolasi yang diterimanya dari pemerintahan dinasti keluarganya di negara bersenjata nuklir itu. Pejabat Korea Selatan dan Amerika Serikat menganggap dia dibunuh oleh agen intelijen Korut. Korut tidak mengakui kematian Jong Nam.

Berbicara di depan sejumlah wartawan di Kuala Lumpur, Kamis, Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu Bakar menyatakan bahwa dua perempuan (satu dari Vietnam dan satunya lagi dari Indonesia) pada pekan lalu ditangkap karena melakukan serangan fatal dengan menggunakan racun reaksi cepat terhadap Jong Nam.

Namun dia menolak menjelaskan mengapa mereka dimanfaatkan oleh badan intelijen asing. Polisi juga menahan seorang pria berkebangsaan Korut, namun masih memburu seorang lainnya dari tujuh orang terkait dengan pembunuhan tersebut.

Sekretaris kedua Kedutaan Korut di Kuala Lumpur, Hyon Kwang Song, dan karyawan Air Koryo (maskapai penerbangan milik pemerintah Korut) Kim Uk Il di antara tiga warga Korut yang hendak diperiksa dan diyakini masih berada di Malaysia.

Kepada sejumlah wartawan, Khalid mengajukan permintaan kepada Interpol untuk mengeluarkan peringatan penangkapan empat orang yang diyakini telah kembali ke Korut meninggalkan Malaysia pada hari peristiwa pembunuhan tersebut.

Khalid mengatakan bahwa permintaan polisi telah dikirimkan kepada Kedutaan Korut untuk memeriksa diplomat tersebut dan karyawan maskapai penerbangan itu. "Jika mereka tidak menyembunyikan sesuatu, mereka tidak seharusnya takut bekerja sama," kata Khalid.

Dia menyebutkan bahwa surat penangkapan tidak akan dikeluarkan untuk pegawai kedutaan karena dia memiliki kekebalan diplomatik. Namun proses hukum tetap akan dilakukan jika karyawan maskapai tersebut tidak beriktikad baik.

Pada Kamis pagi, seorang pegawai Kedutaan Korut di Kuala Lumpur menyatakan tidak ada permohonan formal untuk memeriksa seorang pria yang diterimanya dan tidak menanggapi permintaan agar kedutaannya bekerja sama mengungkap persoalan tersebut.

Sementara itu, Indonesia ingin mendapatkan akses kekonsuleran kepada Siti Aisyah, seorang perempuang berkewarganegaraan Indonesia yang ditahan terkait pembunuhan tersebut.

"Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri kami untuk memberikan bantuan....dan perlindungan terhadap Siti Aisyah melalui seorang pengacara. Hal itu dimaksudkan agar ada kejelasan apakah dia seorang korban," kata Presiden Indonesia Joko Widodo di Jakarta.

Sengketa Diplomatik Persahabatan antara Malaysia dan Korut kembali pada era 1970-an setelah memburuk akibat pembunuhan Jong Nam.

Korut tidak berhasil mencegah autopsi dengan menuduh Malaysia bekerja sama dengan Korsel dan kekuatan musuh lainnya. Malaysia menanggapinya dengan memanggil duta besarnya di Pyongyang untuk diajak konsultasi.

Kedutaan Korut untuk Kuala Lumpur menyatakan bahwa investigasi Malaysia tidak bisa dipercaya dan tiga terduga yang ditahan agar dibebaskan secepatnya.

Pada Kamis, Kantor Berita KCNA yang dikelola pemerintah Korut melaporkan bahwa Pyongyang menyalahkan Malaysia atas kematian warganya dan menuduh Malaysian bertindak tidak bersahabat.

Laporan KCNA hanya menyebut korban pembunuhan sebagai warga negara karena Pyongyang menolak laporan bahwa korban adalah kakak tiri pemimpin negara itu.

Polisi Malaysia masih menerima sampel DNA keluarga terdekat Jong Nam, demikian kata Khalid. Dia juga membantah bahwa polisi Malaysia telah dikirim ke Macau, wilayah China, di mana Jong Nam dan keluarganya tinggal di bawah perlindungan Beijing. (Ant)

Tag: Korea Selatan (Korsel), Malaysia

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Yomiuri Shimbun

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,582.57 3,546.65
British Pound GBP 1.00 17,306.97 17,133.02
China Yuan CNY 1.00 2,012.92 1,992.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,435.00 13,301.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.93 10,499.81
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,717.22 1,699.98
Dolar Singapura SGD 1.00 9,842.49 9,740.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,764.63 15,602.07
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,128.06 3,094.70
Yen Jepang JPY 100.00 12,279.50 12,153.69

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10