Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 09:58 WIB. e-KTP - KPK telah periksa 80 orang saksi terkait kasus e-KTP.
  • 09:58 WIB. BUMN - Menteri Rini janji akan terus pangkas harga Semen di Papua.
  • 09:57 WIB. OTT - KPK sita mata uang asing dari OTT Kemenhub.
  • 09:56 WIB. OTT - Kemenhub benarkan ada orangnya yang kena OTT KPK.
  • 07:50 WIB. Friendly Match (24/8) - Real Madrid 2 - 1 Fiorentina
  • 06:30 WIB. F1 - Mclaren mempertahankan Stoffel Vandoorne sebagai pembalap mereka untuk musim 2018.
  • 06:24 WIB. Bursa Transfer - Jelang ditutupnya bursa transfer, Tottenham Hotspurs rekrut kiper Paulo Gazzaniga dan pemain bertahan Davinson Sanchez.
  • 06:17 WIB. Inggris - Wayne Rooney menyatakan pensiun dari timnas Inggris.
  • 06:05 WIB. Kemenhub - KPK amankan pejabat Kemenhub dalam operasi tangkap tangan.
  • 06:00 WIB. Kualifikasi Liga Champions (24/8) - Slavia Prague 0 - 0 APOEL Nicosia

Ini Cara Vale Indonesia Efisienkan Bahan Bakar

Foto Berita Ini Cara Vale Indonesia Efisienkan Bahan Bakar
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Vale Indonesia perusahaan tambang nikel berhasil mencapai efisiensi bahan bakar pada tahun 2016 dengan konversi minyak dengan pemakaian batu bara.

"Kinerja beban pokok pendapatan Perseroan terus membaik di tahun 2016, dan berhasil menurunkan 18 persen beban pokok pendapatan pada tahun 2015. Hal ini memberikan topangan dalam menghadapi harga nikel yang rendah yang turun 22 persen dari tingkat harga di tahun 2015, salah satunya faktor bahan bakar," berdasarkan data yang diterima Antara di Jakarta, Jumat (24/2/2017).

"Dengan kinerja biaya yang membaik membantu kami mencatat laba dan EBITDA (pendapatan sebelum bunga dan pajak) positif meskipun banyak tantangan yang kita hadapi sepanjang tahun ini termasuk kondisi pasar nikel yang sangat menantang," kata CEO dan Presiden Direktur Perseroan Nico Kanter.

Penurunan beban pokok pendapatan di tahun 2016 didorong terutama oleh penurunan biaya bahan bakar (konversi ke batu bara), bahan pembantu dan jasa yang sedikit banyak terkompensasi oleh kenaikan biaya-biaya karyawan, depresiasi, amortisasi dan deplesi.

Efisiensi bahan bakar pada tahun 2016, sebagaimana diukur dengan konsumsi bahan bakar (baik HSFO atau diesel) per metrik ton nikel dalam matte yang dihasilkan, tercatat hasilnya meningkat jika dibandingkan dengan efisiensi di tahun 2015.

PT Vale mengonsumsi sebanyak 20,06 barel HSFO guna menghasilkan satu ton metrik nikel dalam matte pada tahun 2016, sedangkan dibandingkan dengan 2015, konsumsi minyak Vale Indonesia sebanyak 21,34 barel. Efisiensi tersebut karena digabungkan dengan batu bara pada proses pembakarannya.

Khusus untuk biaya bahan bakar, mampu mengalami penurunan sebesar 38 persen, hingga memberikan kontribusi lebih dari 47 persen dari penurunan beban pokok pendapatan. Selanjutnya, Perseroan berhasil mencapai tingkatan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien di tahun 2016, baik pada konsumsi Minyak Berkadar Sulfur Tinggi (HSFO) dan diesel per metrik ton nikel dalam matte yang diproduksi.

Pada saat yang bersamaan biaya juga turun sebesar 24 persen untuk diesel dan 34 persen untuk HSFO.

Setelah proses tes komersial dalam menggunakan batu bara, Perseroan melihat bahwa penggunaan batu bara per metrik ton produksi mampu meningkat produksi secara bertahap dari 4,87 metrik ton di triwulan pertama 2016, menjadi 5,36 metrik ton di triwulan empat 2016.

Selain mendapat keuntungan dari harga minyak dunia yang rendah, Vale juga memperbaiki praktik pengadaan, terutama untuk pembelian bahan strategis seperti diesel dan HSFO. Secara triwulanan, volume penjualan Perseroan di triwulan keempat tahun 2016 (4T16) meningkat 5 persen lebih tinggi dari volume penjualan di triwulan tiga, meskipun produksi menurun 10 persen di periode tersebut.

Menurut Nico, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya Perseroan tetap fokus pada optimalisasi kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya. Ia percaya bahwa harga nikel di tahun 2017 masih akan berada pada tingkat yang rendah terutama karena masih tingginya persediaan baik di London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Future Exchange (SHFE).

Selain itu adanya ketidakpastian di pasar nikel global mengenai apakah kuota ekspor bijih dari Indonesia akan menambah volume atau sekadar menggantikan pasokan bijih dari Filipina ke China yang semakin berkurang. (Ant)

Tag: Batubara, Bahan Bakar Minyak (BBM)

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Vale.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,575.64 3,539.72
British Pound GBP 1.00 17,193.02 17,018.55
China Yuan CNY 1.00 2,012.37 1,992.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,409.00 13,275.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,591.77 10,477.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.33 1,696.18
Dolar Singapura SGD 1.00 9,846.53 9,744.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,770.32 15,611.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,132.21 3,098.74
Yen Jepang JPY 100.00 12,234.49 12,106.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5914.024 33.727 559
2 Agriculture 1749.119 -1.495 18
3 Mining 1548.199 28.971 44
4 Basic Industry and Chemicals 608.159 -3.067 67
5 Miscellanous Industry 1350.370 5.613 41
6 Consumer Goods 2496.745 27.019 45
7 Cons., Property & Real Estate 508.032 -0.290 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1252.484 7.329 60
9 Finance 993.787 5.533 89
10 Trade & Service 921.814 2.030 130
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 110 148 38 34.55
2 OKAS 102 137 35 34.31
3 PGLI 90 110 20 22.22
4 BMAS 360 438 78 21.67
5 PEGE 240 280 40 16.67
6 INDY 1,030 1,200 170 16.50
7 LEAD 61 71 10 16.39
8 MFMI 700 800 100 14.29
9 GOLD 570 650 80 14.04
10 MREI 3,120 3,500 380 12.18
No Code Prev Close Change %
1 TALF 334 274 -60 -17.96
2 IKBI 426 364 -62 -14.55
3 GMTD 7,900 7,000 -900 -11.39
4 PSDN 230 206 -24 -10.43
5 SDPC 118 110 -8 -6.78
6 BRAM 9,100 8,525 -575 -6.32
7 CARS 1,475 1,385 -90 -6.10
8 ARTA 284 268 -16 -5.63
9 BTEK 167 159 -8 -4.79
10 BVIC 238 228 -10 -4.20
No Code Prev Close Change %
1 LEAD 61 71 10 16.39
2 TRAM 110 148 38 34.55
3 IKBI 426 364 -62 -14.55
4 MBSS 380 398 18 4.74
5 DGIK 58 63 5 8.62
6 INDY 1,030 1,200 170 16.50
7 BUMI 268 284 16 5.97
8 MAMI 84 86 2 2.38
9 PBRX 440 444 4 0.91
10 ADRO 1,860 1,955 95 5.11