Portal Berita Ekonomi Senin, 24 April 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 00:46 WIB. Yohana Yembise - Menteri Yohana Yembise menegaskan anak berusia 0-18 tahun dilarang bekerja.
  • 00:45 WIB. Jerman - Menlu Jerman Gabriel mengatakan akan terus menekan Israel dan Palestina untuk menemukan solusi bagi kedua negara.
  • 23:26 WIB. Maluku - Pemprov Maluku mengatakan stok bahan pokok di Ambon mencukupi menjelang puasa dan lebaran 2017.
  • 23:24 WIB. UKM - Pemkot Bekasi menggelar sayembara desain maskot boneka daerah dalam rangka promosi produk UKM.
  • 23:23 WIB. Kemenpar - Kemenpar meminta kepada Pemerintah Sulawesi Tenggara agar menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan.
  • 23:22 WIB. DPR - DPR meminta pemerintah memperketat pemeriksaan keselamatan angkutan umum dan memperketat pemberian izin trayek.
  • 22:32 WIB. Jakarta - Soal reklamasi teluk Jakarta Anies akan temui partai pendukung Ahok.
  • 22:31 WIB. Jakarta - Pelaku penyiraman terhadap Novel Baswedan belum terungkap meski Polisi gencar mencari bukti-bukti.
  • 22:28 WIB. Internasional - Pemerintah Korea Utara nyatakan siap berperang dengam AS terkait sengketa di Semenanjung Korea.
  • 22:12 WIB. JK - Wapres JK meminta Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey memajukan perkebunan kelapa.
  • 22:11 WIB. JK - Wapres JK mengatakan senyuman warga Sulawesi Utara mampu menarik kunjungan wisman.
  • 22:09 WIB. MTI - MTI menilai UU 22/2009 tentang LLAJ cenderung menyalahkan pengemudi pada peristiwa kecelakaan.
  • 22:08 WIB. Meksiko - Setidaknya enam mayat ditemukan terkubur di dalam parit di Guerrero, Meksiko.
  • 21:49 WIB. Timah -  PT Timah memberi bantuan 1.000 bibit buah-buahan ke Desa Riau.
  • 21:25 WIB. Bukalapak - Komunitas Bukalapak mengadakan kegiatan Kopi Darat di Pontianak.

Nelayan Garut Berharap Terima Bantuan Pangan

Foto Berita Nelayan Garut Berharap Terima Bantuan Pangan
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Sejumlah nelayan di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengharapkan bantuan pangan dari pemerintah untuk nelayan yang mengalami kesulitan ekonomi karena tidak dapat melaut akibat cuaca buruk.

"Saya harap pemerintah dapat meluncurkan program rawan pangan bagi nelayan di Cikelet sekarang," kata Adang (45) nelayan pantai Garut selatan kepada wartawan, Senin (13/3/2017).

Ia menuturkan, kondisi ekonomi masyarakat nelayan di Garut selatan saat ini sedang terpuruk karena tidak dapat penghasilan dari hasil melaut.

Kondisi nelayan yang sulit itu, kata Adang satu-satunya cara yaitu peran pemerintah dengan memberikan bantuan pangan dan menyediakan mata pencaharian baru bagi nelayan.

"Jika dalam beberapa hari ke depan kondisi ini dibiarkan, tentunya akan semakin membuat sulit kehidupan para nelayan," katanya.

Terkait program pemerintah selama ini, kata dia, hanya berupa perahu yang tidak dapat beroperasi ketika cuaca di laut membahayakan.

Ia berharap, adanya program bantuan lain dari pemerintah seperti pemberdayaan ekonomi untuk membantu nelayan ketika sedang mengalami kesulitan melaut.

"Bantuan pemerintah bisa pemberdayaan ekonomi yang bisa membantu nelayan saat sulit menangkap ikan," katanya.

Nelayan Garut lainnya, Wawan Rahwan menambahkan dalam situasi sulit tersebut terpaksa menjadi pekerja serabutan dengan penghasilan sangat rendah.

Namun kerja serabutan itu, kata dia, tidak setiap hari, sementara kebutuhan pokok hidup keluarganya harus terpenuhi.

"Namanya juga kerja serabutan, kadang ada, kadang tidak, kalau ada yang nyuruh baru kami bisa makan nasi, kalau tidak, ya terpaksa saya mencari makan seadanya," katanya.

Ia mengungkapkan, pernah memakan singkong yang ditanam liar sekitar pemukiman warga untuk memenuhi kebutuhan makanan keluarganya.

Ia bersama warga lainnya sempat datang ke desa untuk melaporkan kondisi nelayan, tetapi pihak desa belum memberikan kepastian terkait bantuan yang akan diberikannya.

"Sempat datang ke desa untuk meminta bantuan, namun sampai sekarang belum ada juga," katanya. (Ant)

Tag: Nelayan, Garut

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5664.475 69.169 541
2 Agriculture 1823.242 -21.549 21
3 Mining 1527.258 -9.366 43
4 Basic Industry and Chemicals 604.665 0.747 66
5 Miscellanous Industry 1536.728 81.861 42
6 Consumer Goods 2438.363 10.107 39
7 Cons., Property & Real Estate 508.320 5.827 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1144.585 47.100 57
9 Finance 876.611 2.719 89
10 Trade & Service 917.711 9.714 123
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 104 140 36 34.62
2 BGTG 88 117 29 32.95
3 ALKA 131 161 30 22.90
4 ASBI 358 426 68 18.99
5 RANC 412 480 68 16.50
6 HITS 650 745 95 14.62
7 ALMI 170 189 19 11.18
8 BAYU 900 1,000 100 11.11
9 SKLT 780 860 80 10.26
10 ARII 304 332 28 9.21
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 600 472 -128 -21.33
2 HOME 256 212 -44 -17.19
3 BMAS 420 350 -70 -16.67
4 MFIN 1,350 1,150 -200 -14.81
5 TIRA 268 230 -38 -14.18
6 ERTX 184 160 -24 -13.04
7 JKSW 67 59 -8 -11.94
8 CANI 525 464 -61 -11.62
9 INCI 390 350 -40 -10.26
10 NAGA 180 165 -15 -8.33
No Code Prev Close Change %
1 BNLI 675 695 20 2.96
2 TLKM 4,110 4,420 310 7.54
3 ASII 8,575 9,150 575 6.71
4 SRIL 308 306 -2 -0.65
5 KBLI 645 670 25 3.88
6 RIMO 153 166 13 8.50
7 PRAS 200 198 -2 -1.00
8 KAEF 2,310 2,460 150 6.49
9 BBNI 6,250 6,150 -100 -1.60
10 JSMR 4,510 4,470 -40 -0.89