Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Maret 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 09:22 WIB. Kurs Rupiah - Pagi ini (27/3) Rupiah dibuka menguat 19.00 poin (0.14%) ke Rp 13,308.00 per dolar AS dibanding kemarin di Rp 13,327.00. (Data Bloomberg).
  • 09:18 WIB. Kurs Rupiah - Pagi ini  (27/3) Rupiah dibuka melemah 41.18 poin (0.29%) ke Rp 14,429.35 per Euro dibanding sore kemarin di Rp 14,388.17 (Data Bloomberg).
  • 09:07 WIB. Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (27/3) Rp 531.000 per gram.
  • 09:06 WIB. Saber Pungli - Tim Saber Pungli melakukan OTT terhadap karyawan PTPN XIV.
  • 09:05 WIB. PBB - PBB mengatakan situasi pengungsi di Afrika Timur dan Tanduk Afrika sudah sangat mengkhawatirkan.
  • 08:38 WIB. WhatsApp - Home Minister: There must be "no place for terrorists to hide" and intelligence services must have access to encrypted messaging services.
  • 08:25 WIB. USA - NFL is looking for a partner to livestream games this season.
  • 08:15 WIB. United Airlines - An obscure dress code requirement that is part of a United Airlines employee perk caused a stir on Twitter on Sunday.
  • 07:44 WIB. Pilgub DKI - Anies: Open Governance bukan hanya keterbukaan informasi.
  • 07:43 WIB. Pilgub DKI - Djan Faridz akan memafkaan Lulung asal dukung Ahok-Djarot.
  • 07:40 WIB. Pilgub DKI - Djarot: Djan Faridz bekerja maksimal dukung kami.
  • 07:31 WIB. Ohio - Penembakan di sebuah klub malam di Cincinnati, Ohio, menewaskan sedikitnya satu orang.
  • 07:20 WIB. Wall Street - U.S. equity futures at six week low after Trump healthcare setback.
  • 06:55 WIB. Shanghai -  China Southern Airlines is negotiating a potential strategic tie-up with American Airlines.
  • 06:48 WIB. Tokyo - Westinghouse Electric Co, the U.S. nuclear unit of Japan's Toshiba Corp , could file for bankruptcy protection as early as Tuesday and is seeking support from South Korea's Korea Electric Power Corp.
  • 06:48 WIB. Bursa -  Reliance Sekuritas pada perdagangan hari ini, Senin (27/3/2017) merekomendasikan saham SRIL, ADRO, PNLF, dan BJTM.
  • 06:45 WIB. Kuwait - OPEC and non-OPEC oil producers has agreed to review whether a global pact to limit supplies should be extended by six months.
  • 06:44 WIB. Bursa - Binaartha Sekuritas pada perdagangan hari ini, Senin (27/3/2017) merekomendasikan saham INAF, PTPP, UNVR, ERAA, BISI dan CPIN.
  • 06:39 WIB. Belanda - Pelatih Belanda Danny Blind dipecat usai Belanda mengalami kekalahan dari Bulgaria 2-0.
  • 06:38 WIB. Bursa - Indosurya Securities pada perdagangan hari ini, Senin (27/3/2017) merekomendasikan saham ADHI, PGAS, KLBF, ASRI, PWON, MAIN, INDF, dan HMSP.
  • 06:34 WIB. Bursa - KGI Sekuritas pada perdagangan hari ini, Senin (27/3/2017) merekomendasikan saham BJBR, INDF, BUMI, dan LPKR.
  • 05:52 WIB. World Cup UEFA Qualification (27/3) - Romania 0 - 0 Denmark
  • 05:51 WIB. World Cup UEFA Qualification (27/3) - Scotland 1 - 0 Slovenia
  • 05:51 WIB. World Cup UEFA Qualification (27/3) - Azerbaijan 1 - 4 Germany
  • 05:51 WIB. World Cup UEFA Qualification (27/3) - San Marino 0 - 6 Czech Republic
  • 05:50 WIB. World Cup UEFA Qualification (26/3) - England 2 - 0 Lithuania
  • 05:48 WIB. Qatar - Pembalap Yamaha Maverick Vinales menjuarai seri perdana MotoGP 2017 di sirkuit Losail, Qatar.
  • 01:36 WIB. BMKG - Waspada potensi hujan sedang di wilayah Jakpus, Jaktim, Jaksel, Jakbar, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bogor antara siang hingga malam hari.
  • 00:14 WIB. Pilgub DKI - Ahok: Kartu Mahasiswa Unggul akan digunakan secara nasional.

Bank Indonesia Terus Cermati Risiko Global dan Domestik

Foto Berita Bank Indonesia Terus Cermati Risiko Global dan Domestik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) akan tetap mencermati berbagai risiko global maupun domestik sebagai upaya menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia.

"Bank Indonesia tetap mewaspadai dan mencermati sejumlah risiko dalam jangka pendek ke depan, baik yang bersumber dari global maupun domestik," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Tirta menjelaskan risiko yang berasal dari global antara lain terkait kenaikan inflasi global, arah kebijakan ekonomi dan perdagangan AS, dan dampak lanjutan kenaikan Fed Fund Rate (FFR), serta risiko geopolitik di Eropa. 

Sedangkan, risiko dari domestik yang perlu dicermati terutama terkait dengan dampak penyesuaian harga diatur pemerintah (administered prices) terhadap inflasi. 

"Untuk itu, Bank Indonesia senantiasa mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ungkap Tirta.

Tirta memastikan BI terus melakukan penguatan koordinasi bersama pemerintah dengan fokus pada pengendalian inflasi, agar tetap berada pada kisaran sasaran dan kelanjutan program reformasi struktural untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, dalam Rapat Dewan Gubernur pada 15-16 Maret 2017, memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) tetap sebesar 4,75 persen, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar empat persen dan Lending Facility tetap sebesar 5,5 persen, berlaku efektif sejak 17 Maret 2017.

Beberapa alasan suku bunga acuan tetap dipertahankan 4,75 persen antara lain perekonomian Indonesia yang pada triwulan I-2017 tumbuh lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya dan surplus neraca perdagangan pada Februari 2017 sebesar 1,32 miliar dolar AS.

Selain itu nilai tukar rupiah menguat pada Februari 2017 dengan rata-rata apresiasi sebesar 0,17 persen (mtm) menjadi Rp13.338 per dolar AS dan tingkat inflasi relatif terkendali atau tercatat sebesar 0,23 persen (mtm), lebih rendah dari Januari sebesar 0,97 persen.

BI juga mencatat kondisi sistem keuangan tetap stabil yang didukung oleh ketahanan industri perbankan dan stabilitas pasar keuangan yang terjaga. 

Pada Januari 2017, rasio kecukupan modal (CAR) perbankan tercatat sebesar 23 persen, rasio likuiditas (AL/DPK) berada pada level 21,8 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat sebesar 3,1 persen (gross) atau 1,4 persen (net).

Pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial telah dapat menurunkan suku bunga deposito sebesar 128 basis poin (yoy) dan suku bunga kredit sebesar 80 basis poin (yoy).

Berdasarkan jenis kredit, suku bunga kredit modal kerja mengalami penurunan terbesar (112 basis poin, yoy), disusul suku bunga kredit investasi (95 basis poin, yoy) dan suku bunga kredit konsumsi (30 basis poin, yoy). 

Pertumbuhan kredit Januari 2017 tercatat sebesar 8,3 persen (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 7,9 persen (yoy). Pertumbuhan kredit masih terbatas karena terus berlanjutnya konsolidasi yang dilakukan korporasi dan masih terbatasnya permintaan kredit. 

Selanjutnya, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Januari 2017 tercatat sebesar 10 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 9,6 persen (yoy). 

Sementara itu, pembiayaan ekonomi melalui pasar modal, seperti penerbitan saham (IPO maupun right issue), obligasi korporasi, dan medium term notes (MTN) terus mengalami peningkatan. 

Sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan dampak pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah dilakukan sebelumnya, pertumbuhan kredit dan DPK pada tahun 2017 diperkirakan lebih baik, masing-masing dalam kisaran 10 persen-12 persen dan 9 persen-11 persen. (Ant)

Tag: Bank Indonesia (BI), Ekonomi Indonesia, Ekonomi Global, Tirta Segara

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5567.134 3.375 540
2 Agriculture 1824.655 -14.401 21
3 Mining 1492.425 9.624 43
4 Basic Industry and Chemicals 580.406 1.919 66
5 Miscellanous Industry 1442.324 10.727 42
6 Consumer Goods 2417.761 8.829 39
7 Cons., Property & Real Estate 506.470 2.079 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1091.616 -5.792 57
9 Finance 878.990 -2.246 89
10 Trade & Service 905.716 -0.379 122
No Code Prev Close Change %
1 PORT 464 580 116 25.00
2 AHAP 200 238 38 19.00
3 APLI 105 124 19 18.10
4 PLIN 3,490 4,100 610 17.48
5 MYOH 710 805 95 13.38
6 JRPT 860 970 110 12.79
7 HOME 258 290 32 12.40
8 SMBR 2,640 2,950 310 11.74
9 FAST 1,355 1,495 140 10.33
10 SRIL 314 338 24 7.64
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 132 86 -46 -34.85
2 MKNT 448 352 -96 -21.43
3 MTSM 478 378 -100 -20.92
4 ASBI 350 282 -68 -19.43
5 IBST 1,800 1,500 -300 -16.67
6 STAR 101 86 -15 -14.85
7 JECC 6,975 6,000 -975 -13.98
8 RMBA 450 404 -46 -10.22
9 PSDN 162 146 -16 -9.88
10 NIPS 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 314 338 24 7.64
2 MAMI 132 86 -46 -34.85
3 STAR 101 86 -15 -14.85
4 BMTR 510 525 15 2.94
5 PGLI 62 65 3 4.84
6 PBRX 535 535 0 0.00
7 TLKM 4,090 4,080 -10 -0.24
8 PSDN 162 146 -16 -9.88
9 KREN 402 398 -4 -1.00
10 BRPT 2,790 2,960 170 6.09