Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 10:07 WIB. First Travel - Din Syamsuddin minta Kemenag tidak lepas tangan.
  • 10:06 WIB. Pilpres - Hanura sebut daripada PAN kalah lebih baik usung Jokowi.
  • 10:00 WIB. Lawan Narkoba - BNN akui ingin berantas narkoba seperti di Filipina.
  • 09:58 WIB. e-KTP - KPK telah periksa 80 orang saksi terkait kasus e-KTP.
  • 09:58 WIB. BUMN - Menteri Rini janji akan terus pangkas harga Semen di Papua.
  • 09:57 WIB. OTT - KPK sita mata uang asing dari OTT Kemenhub.
  • 09:56 WIB. OTT - Kemenhub benarkan ada orangnya yang kena OTT KPK.
  • 07:50 WIB. Friendly Match (24/8) - Real Madrid 2 - 1 Fiorentina
  • 06:30 WIB. F1 - Mclaren mempertahankan Stoffel Vandoorne sebagai pembalap mereka untuk musim 2018.
  • 06:24 WIB. Bursa Transfer - Jelang ditutupnya bursa transfer, Tottenham Hotspurs rekrut kiper Paulo Gazzaniga dan pemain bertahan Davinson Sanchez.

Ekspor Ikan Beku Makassar Ditargetkan Masuk Pasar Eropa

Foto Berita Ekspor Ikan Beku Makassar Ditargetkan Masuk Pasar Eropa
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Dinas Perikanan dan Pertanian (DPP) Makassar menargetkan ekspor ikan beku segar bisa menembus pasar benua Eropa.

"Ke depannya kita akan menargetkan pasar Eropa dan sekarang ini sedang kita sasar pasarnya. Kalau di Indonesia itu sudah ada beberapa daerah yang kita kirim langsung," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar Abdul Rahman Bando di Makassar, Kamis (16/3/2017).

Ia mengatakan pasar Eropa sangat menjanjikan karena umumnya olahan ikan mentah cukup beragam dan variatif di tangan koki internasional, apalagi ikan dari Indonesia lebih banyak spesiesnya.

Namun sebelum pengiriman itu dilakukan untuk negara-negara di benua Eropa, pihaknya akan terus membenahi sarana dan prasarana yang dibutuhkan termasuk menjaga kualitas ikan.

"Kita masih ada waktu untuk memperbaiki semua dan meningkatkan sarana dan prasarana kita. Kita tahu, standar internasional itu sangat tinggi, makanya kita akan berupaya agar konsumen di Eropa puas dengan hasil alam kita," katanya.

Rahman menjelaskan salah satu syarat untuk mengekspor ikan ke Eropa atau negara-negara lainnya adalah ikan harus bebas residu pestisida melalui pemeriksaan labolatorium.

"Kenapa kita pilih Eropa karena tidak semua wilayah Eropa memiliki laut. Sehingga memenuhi prospek pasar. Selain itu, kemampuan harga beli negara Eropa relatif lebih tinggi dibanding negara di Asia," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar melalui Kelompok Usaha Bersama Mandiri binaan Dinas Perikanan dan Pertanian melakukan pengiriman ikan beku sebanyak 20 ton ke Jakarta.

"Hari ini kita mulai melakukan pengiriman perdana 20 ton ikan beku ke Jakarta melalui Pelabuhan Untia dan selanjutnya akan banyak lagi aktivitas di sini," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

Sebanyak 20 ton ikan segar hasil tangkapan nelayan Makassar binaan Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar dikemas dalam kontainer setelah melewati proses pembekuan.

Danny (sapaan akrab Ramdhan Pomanto) yang didampingi Kepala DPP Abdul Rahman Bando mengaku saat ini Makassar memiliki dua sarana pembekuan yakni di Pelabuhan Paotere dan Untia.

"Untuk perusahaan cold storage yang berfungsi membekukan hasil laut kita itu sudah ada di Paotere dan Untia. Nantinya, kedua industri ini akan sibuk jika pasar kita sudah meluas," katanya. (Ant)

Tag: Perikanan

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,575.64 3,539.72
British Pound GBP 1.00 17,193.02 17,018.55
China Yuan CNY 1.00 2,012.37 1,992.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,409.00 13,275.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,591.77 10,477.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.33 1,696.18
Dolar Singapura SGD 1.00 9,846.53 9,744.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,770.32 15,611.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,132.21 3,098.74
Yen Jepang JPY 100.00 12,234.49 12,106.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5914.024 33.727 559
2 Agriculture 1749.119 -1.495 18
3 Mining 1548.199 28.971 44
4 Basic Industry and Chemicals 608.159 -3.067 67
5 Miscellanous Industry 1350.370 5.613 41
6 Consumer Goods 2496.745 27.019 45
7 Cons., Property & Real Estate 508.032 -0.290 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1252.484 7.329 60
9 Finance 993.787 5.533 89
10 Trade & Service 921.814 2.030 130
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 110 148 38 34.55
2 OKAS 102 137 35 34.31
3 PGLI 90 110 20 22.22
4 BMAS 360 438 78 21.67
5 PEGE 240 280 40 16.67
6 INDY 1,030 1,200 170 16.50
7 LEAD 61 71 10 16.39
8 MFMI 700 800 100 14.29
9 GOLD 570 650 80 14.04
10 MREI 3,120 3,500 380 12.18
No Code Prev Close Change %
1 TALF 334 274 -60 -17.96
2 IKBI 426 364 -62 -14.55
3 GMTD 7,900 7,000 -900 -11.39
4 PSDN 230 206 -24 -10.43
5 SDPC 118 110 -8 -6.78
6 BRAM 9,100 8,525 -575 -6.32
7 CARS 1,475 1,385 -90 -6.10
8 ARTA 284 268 -16 -5.63
9 BTEK 167 159 -8 -4.79
10 BVIC 238 228 -10 -4.20
No Code Prev Close Change %
1 LEAD 61 71 10 16.39
2 TRAM 110 148 38 34.55
3 IKBI 426 364 -62 -14.55
4 MBSS 380 398 18 4.74
5 DGIK 58 63 5 8.62
6 INDY 1,030 1,200 170 16.50
7 BUMI 268 284 16 5.97
8 MAMI 84 86 2 2.38
9 PBRX 440 444 4 0.91
10 ADRO 1,860 1,955 95 5.11