Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 Juli 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 21:55 WIB. Samsung - Samsung galaxy s8 dan galaxy s8 plus hadir degan 8 fitur terbarunya.
  • 21:48 WIB. Startup - Progres renovasi rumah, kini bisa dipantau via smartphone.
  • 21:48 WIB. Golkar- Mantan Ketum Golkar Jusuf Kalla meminta agar DPP segera mengambil langkah penyelamatan partai usai penetapan Setya Novanto sebagai tersangka.
  • 21:45 WIB. The Legend of Heroes - Trails of Cold Steel versi PC nantinya akan tampil dengan 5000 dialog baru.
  • 21:44 WIB. KPK- Jubir Kepresiden Johan Budi membantah jika Istana mendukung kerja Pansus Angket untuk melemahkan KPK.
  • 21:42 WIB. GMPG- Generasi Muda Partai Golkar mendesak Setya Novanto mundur karena telah jadi tersangka dalam kasus e-KTP.
  • 21:42 WIB. Tiongkok - Tiongkok kembangkan teknologi deteksi tindak kriminal dini dengan perusahaan software bernama could walk.
  • 21:41 WIB. PBB- Ketua MU KH Ma'roef Amin meminta agar PBB turun tangan dalam kasus pemblokiran Masjidil Aqsa.
  • 21:39 WIB. NU- Mensos Khofifah menyayangkan pernyataan Ketum PKB Muhaimin Iskandar yang meminta agar kader NU satu suara di Pilgub Jatim.
  • 21:36 WIB. KPK- Anggota Pansus Angket KPK M Misbakhun meminta pihak tertentu untuk tidak mempengaruhi Jokowi guna mengintervensi Pansus Angket KPK.
  • 21:35 WIB. Xiaomi - Xiaomi pamerkan cuplikan MIUI 9 dengan sejumlah fitur baru.
  • 21:34 WIB. KPK- Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki menjamin Jokowi tidak akan melemahkan KPK dan mengintervensinya.
  • 21:33 WIB. KPK- Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan menilai kerja Pansus Angket KPK makin tak jelas karena mengundang mantan anak buah M Nazarudin.
  • 21:28 WIB. Samsung - Samsung akan kejar Lenovo dengan rakit ponsel lipat.
  • 21:12 WIB. JLNT - Grab imbau pengemudinya tidak lewati jalan layang Casablanca.

Jamkes Watch Sebut RS Masih Terkendala Tarif BPJS

Foto Berita Jamkes Watch Sebut RS Masih Terkendala Tarif BPJS
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sekretaris Jenderal Jamkes Watch Sabda Pranawa Djati mendesak pemerintah agar merevisi tarif Indonesia Case Base Groups (INA CBGs) yang diberlakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan karena tarif kini menjadi kendala rumah sakit memberikan pelayanan.

"Tarif saat ini masih menjadi kendala bagi rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan karena banyak ketidaksesuaian dengan biaya yang sebenarnya dikeluarkan," kata Sabda di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Karena itu, Sabda mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, untuk segera merumuskan kembali tarif INA CBGs bersama para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Tarif INA CBGs jangan lagi menjadi kendala bagi rumah sakit dalam melayani peserta JKN sehingga mereka memperoleh haknya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak," tuturnya.

Sabda mencontohkan kejadian yang dialami salah satu pasien BPJS Kesehatan yang diadvokasi relawan Jamkes Watch. Saat itu, peserta BPJS Kesehatan asal Bekasi Tutun Santoso dirawat di Rumah Sakit Haji.

Karyawan sebuah badan usaha milik negara yang menjadi peserta BPJS Kesehatan kelanjutan dari PT Askes melalui istrinya yang seorang pegawai negeri sipil itu didiagnosis jantung bocor, paru-paru flek, oksigen berkurang dan syaraf otak terganggu.

Pasien sempat dirawat di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Haji selama dua hari, hingga dokter merekomendasikan untuk dirawat di ruang perawatan biasa karena kondisinya sudah stabil. Namun, kondisinya kemudian kembali memburuk.

Relawan Jamkes Watch yang mengadvokasi sempat bertanya dengan pihak rumah sakit dan mereka menyangkal bahwa pasien hanya dirawat di ruang perawatan intensif selama dua hari karena merupakan pasien BPJS Kesehatan.

"Namun, salah satu orang dari rumah sakit menyatakan bahwa perawatan di ruang intensif seberat apa pun penyakitnya, BPJS Kesehayan hanya akan membayar rumah sakit Rp3 juta," katanya. (Ant)

Tag: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, kesehatan

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,570.25 3,533.57
British Pound GBP 1.00 17,441.92 17,266.01
China Yuan CNY 1.00 1,983.70 1,963.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,387.00 13,253.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,607.86 10,496.38
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,714.68 1,697.49
Dolar Singapura SGD 1.00 9,833.98 9,729.11
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,601.21 15,441.07
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,127.80 3,093.60
Yen Jepang JPY 100.00 12,051.67 11,929.97

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5813.535 11.948 558
2 Agriculture 1775.125 -8.877 18
3 Mining 1460.144 -2.263 44
4 Basic Industry and Chemicals 614.134 -6.140 67
5 Miscellanous Industry 1385.020 -17.379 41
6 Consumer Goods 2514.902 9.064 45
7 Cons., Property & Real Estate 481.301 -1.949 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1202.223 11.802 60
9 Finance 959.244 4.280 89
10 Trade & Service 924.835 5.738 129
No Code Prev Close Change %
1 PADI 408 510 102 25.00
2 BRAM 11,450 13,700 2,250 19.65
3 MABA 1,890 2,150 260 13.76
4 IKBI 380 430 50 13.16
5 HERO 1,085 1,220 135 12.44
6 BIPP 92 103 11 11.96
7 RODA 142 158 16 11.27
8 WOOD 232 258 26 11.21
9 MARK 448 498 50 11.16
10 TMPO 180 200 20 11.11
No Code Prev Close Change %
1 DOID 770 680 -90 -11.69
2 INDR 1,210 1,075 -135 -11.16
3 LPGI 5,925 5,300 -625 -10.55
4 KARW 222 200 -22 -9.91
5 DNAR 288 260 -28 -9.72
6 JPFA 1,320 1,200 -120 -9.09
7 AGRS 358 330 -28 -7.82
8 AGRO 675 625 -50 -7.41
9 MLIA 530 494 -36 -6.79
10 RMBA 458 428 -30 -6.55
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 362 370 8 2.21
2 AISA 1,255 1,185 -70 -5.58
3 DOID 770 680 -90 -11.69
4 TLKM 4,650 4,720 70 1.51
5 ASII 8,225 8,100 -125 -1.52
6 PBRX 510 505 -5 -0.98
7 ICON 133 130 -3 -2.26
8 INDY 840 810 -30 -3.57
9 WOOD 232 258 26 11.21
10 BBCA 18,575 18,575 0 0.00