Portal Berita Ekonomi Sabtu, 29 April 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 16:22 WIB. Jakarta - Ketua MPR ajak generasi muda jaga nilai-nilai leluhur bangsa.
  • 16:01 WIB. Tangerang - Penyanyi Rap Iwa K ditangkap petugas bandara Soetta saat kedapatan membawa narkoba dalam rokok.
  • 15:39 WIB. Michelin - Michelin akan melakukan uji coba ban depan di sirkuit Jerez pekan depan.
  • 15:28 WIB. NBA Score (29/4) - Boston Celtics 105 - 83 Chicago Bulls (agregat 4 - 2)
  • 15:23 WIB. Wembley - Anthony Joshua akan menghadapi Wladimir Klitcshko untuk memperebutkan gelar IBF, IBO, dan WBA di Wembley, Inggris.
  • 15:22 WIB. Brazil - Aksi kekerasan terjadi di Rio de Janeiro Brazil menyusul aksi mogok para pekerja.
  • 15:10 WIB. Theresa May - Theresa May berencana untuk mengunjungi Scotlandia dalam rangka kampanye pemilihan Umum 2017.
  • 14:56 WIB. China - China mendeportasi seorang warga Amerika yang diduga sebagai mata-mata.
  • 14:42 WIB. MPM - Mitra Mustika Pinasthika mencatatkan penurunan pendapatan 4% menjadi Rp3,9 triliun pada kuartal I-2017.
  • 14:38 WIB. Box Office - Film Guardians of Galaxy Vol. 2 meraup pendapatan US$22,3 juta seminggu setelah peluncuran perdana.
  • 14:32 WIB. LPCK - Lippo Cikarang mencatatkan laba bersih Rp185 miliar pada kuartal I-2017.
  • 13:54 WIB. Jakarta - Sandiaga apresiasi Presiden Jokowi yang resmikan rumah DP 1%.
  • 13:53 WIB. Perbankan - Kementrian BUMN berupaya membuat biaya transaksi antarbank BUMN gratis.
  • 13:52 WIB. Jakarta - Menaker akui tenaga kerja terampil di Indonesia masih minim.

KPPU Lebih Dulu Endus Penyimpangan Tender Proyek E-KTP

Foto Berita KPPU Lebih Dulu Endus Penyimpangan Tender Proyek E-KTP
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Kasus dugaan korupsi pengadaan proyek kartu tanda penduduk elektronik alias E-KTP yang diungkap oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) ternyata lebih dulu diendus oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Bahkan, KPPU sempat memvonis dua perusahaan yakni Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) dan PT Astra Graphia atas dugaan persengkongkolan tender E-KTP pada 2012 lalu. Sayangnya, putusan tersebut mental di tingkat banding.

Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf mengungkapkan dugaan persengkongkolan dalam tender proyek E-KTP terlihat pada beberapa temuan investigator di antaranya proses pengadaan tender di mana proposal kedua PNRI dan PT Astra Graphia lebih dari 70 persen mirip. Syarkawi juga membeberkan adanya dukungan-dukungan dari pihak tertentu dan pengerjaan tenaga ahli yang ternyata tidak memiliki kompetensi sesuai dengan proposal.

"Jadi pada 2011-2012, KPPU memang pernah melakukan investigasi dugaan persekongkolan tender E-KTP. Kala itu, ada dua perusahaan terlapor dan dalam persidangan dinyatakan terbukti bersalah sehingga kami jatuhkan denda. Namun, mereka mengajuan banding di pengadilan negeri dan diterima," ucap Syarkawi seusai diskusi ekonomi dalam rangka Dies Natalis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Sabtu (18/3/2017).

Saat ini KPK tengah berkoordinasi dengan KPPU untuk membongkar dugaan korupsi tender proyek E-KTP, khususnya ihwal persengkongkolan. Terlebih, skandal kasus tersebut ditengarai melibatkan nama-nama besar. Ketua KPK Agus Rahardjo sempat mengungkapkan akan berdiskusi dengan pihak KPPU mengenai persengkongkolan tender proyek bernilai triliunan rupiah tersebut. Syarkawi pun menyambut baik rencana pimpinan KPK dan siap berkoordinasi untuk membantu lembaga anti-korupsi tersebut.

Menurut Syarkawi, kemungkinan sudah ada komunikasi yang terjalin di level investigator KPPU dan penyidik KPK. Terlebih, kedua lembaga negara tersebut memang sepakat untuk memberantas kejahatan, baik kartel maupun korupsi di Tanah Air. KPPU dan KPK sepakat membentuk tim khusus yang masing-masing hanya terdiri dari dua petugas guna mengungkap pelbagai kasus-kasus perihal persaingan usaha.

"KPPU dan KPK sepakat bentuk tim kecil dan biasanya komunikasinya intens di situ," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan pihaknya terus berfokus untuk menuntaskan kasus E-KTP di mana sudah ada dua pelaku yang berproses di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Pemimpin KPK itu mengaku butuh waktu lama untuk mengusut tuntas megakorupsi tersebut. Terlebih, pihaknya masih memantau jalannya persidangan dua terdakwa kasus tersebut yang sedang bergulir di pengadilan.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek E-KTP, Basariah tidak menampik kemungkinan adanya tersangka baru. Namun, pihaknya meminta publik untuk bersabar menunggu kerja penyidik lembaga anti-korupsi tersebut. Ia pun enggan berspekulasi, apalagi menyebut nama-nama yang santer diberitakan terlibat dalam megaproyek tersebut.

"Kami tidak bisa sebut nama. Biar nanti ya kalau memang sudah tercukupi," ujarnya.

Dalam sidang pembacaan dakwaan terhadap Irman dan Sugiharto, jaksa menyebut kedua terdakwa telah memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi dengan proyek e-KTP sehingga membuat negara rugi Rp2,3 triliun.

Perbuatan keduanya dilakukan bersama Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku penyedia barang/jasa pada Kemendagri; Isnu Edhi Wijaya selaku Ketua Konsorsium Percetakan Negara; Diah Anggraini selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri; Setya Novanto selaku Ketua Fraksi Golkar; dan Drajat Wisnu Setyawan selaku Ketua Panitia Pengadaan barang/jasa di lingkungan Direktorat Jenderal Dukcapil.

Aroma busuk proyek e-KTP terendus sejak awal. Praktik 'ijon' dilakukan saat sebelum anggaran proyek disetujui anggota Komisi II DPR. Untuk mengganti duit yang sudah ditebar saat awal, para pengusaha diduga melakukan markup anggaran. Dari nilai proyek Rp5,9 triliun, hanya 51 persen yang digunakan belanja bahan. Sisanya, yaitu 49 persen, dibuat bancakan kalangan Kemendagri, politikus DPR, dan pihak swasta.

Tag: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf, Kasus Megakorupsi E-KTP, Basaria Panjaitan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5685.298 -21.730 543
2 Agriculture 1839.381 20.337 21
3 Mining 1529.120 -17.451 43
4 Basic Industry and Chemicals 609.503 -1.322 66
5 Miscellanous Industry 1506.105 -8.414 42
6 Consumer Goods 2433.794 -29.716 39
7 Cons., Property & Real Estate 505.553 -2.724 62
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1143.420 -5.081 57
9 Finance 891.913 3.447 89
10 Trade & Service 923.096 -3.079 124
No Code Prev Close Change %
1 MINA 105 178 73 69.52
2 FORZ 220 330 110 50.00
3 VICO 179 240 61 34.08
4 AGRS 153 204 51 33.33
5 ASJT 775 955 180 23.23
6 KDSI 472 580 108 22.88
7 KICI 131 159 28 21.37
8 INDY 750 900 150 20.00
9 DSNG 460 550 90 19.57
10 INKP 1,840 2,080 240 13.04
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 300 226 -74 -24.67
2 MTSM 370 282 -88 -23.78
3 HOME 236 208 -28 -11.86
4 NAGA 197 174 -23 -11.68
5 JECC 6,100 5,400 -700 -11.48
6 IBST 2,250 2,010 -240 -10.67
7 MBSS 500 450 -50 -10.00
8 CEKA 1,850 1,670 -180 -9.73
9 ASBI 362 330 -32 -8.84
10 BBLD 680 620 -60 -8.82
No Code Prev Close Change %
1 INDY 750 900 150 20.00
2 BUMI 454 448 -6 -1.32
3 DOID 1,110 1,100 -10 -0.90
4 BIPI 100 108 8 8.00
5 TRAM 107 108 1 0.93
6 TLKM 4,370 4,370 0 0.00
7 PBRX 605 595 -10 -1.65
8 ASII 9,000 8,950 -50 -0.56
9 UNTR 27,250 26,900 -350 -1.28
10 KREN 400 426 26 6.50