Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 Mei 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 04:13 WIB. 007- Aktor pemeran James Bond 007, Roger Moore meninggal dunia di usia 89 tahun.
  • 04:12 WIB. Terorisme- Indonesia-Rusia sepakat kerjasama dalam bidang pemberantasan terorisme
  • 04:11 WIB. Facebook- Facebook tutup 14.000 akun pornografi 
  • 04:10 WIB. Indonesia Property Watch- "Penghentian proyek reklamasi jadi preseden buruk dalam berbisnis properti di Indonesia,".
  • 04:09 WIB. Mudik Lebaran- Pemerintah batal terapkan aturan ganjil-genap dalam mudik Lebaran 2017.
  • 04:08 WIB. SUN- Pemerintah menyerap dana Rp14 triliun dari lelang lima seri Surat Utang Negara (SUN).
  • 04:07 WIB. Kemenperin- Pertumbuhan ekonomi menjadi sinyal baik bagi perkembangan pasar baja domestik.
  • 04:06 WIB. Manado- Calon investor luar negeri banyak mengeluhkan masalah infrastruktur di sekitar Taman Bunaken.
  • 04:05 WIB. Ramadhan- Riset dari Google Indonesia promosi menggunakan kartu kredit banyak dicari saat bulan Ramadan.  
  • 04:04 WIB. Google Indonesia- "Mendekati tanggal THR banyak yang cari handphone, naik 1,4 kali,".
  • 22:50 WIB. Bom Manchester- Pasca ledakan di konser Ariana Grande, Manchester, Kota New York terapkan siaga satu.
  • 22:47 WIB. Kemenlu- Tiga WNI selamat dalam serangan di Konser Ariana Grande, Manchester.
  • 22:46 WIB. JKN- Profesor UI Hasbullah Thabrany mengatakan pendapatan Jaminan Kesehatan Nasional kecil sehingga memicu persoalan defisit anggaran.
  • 22:45 WIB. CPIN- Presdir Charoen Indonesia Tjiu Thomas mengatakan proses akuisisi Seven Eleven (sevel) menghabiskan dana sekitar Rp1 triliun.
  • 22:41 WIB. DPR- Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR meminta resolusi Uni Eropa terkait dengan minyak kelapa sawit dan deforestasi harus ditinjau ulang.

Presiden Resmikan MPP 50 MW di Lombok

Foto Berita Presiden Resmikan MPP 50 MW di Lombok
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Presiden RI Joko Widodo meresmikan mesin pembangkit listrik Mobile Power Plant (MPP) Jeranjang berkapasitas 50 megawatt di Desa Taman Ayu, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, melalui "video conference", Sabtu (18/3/2017).

Peresmian melalui "video conference" dari Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Pontianak, dilakukan secara bersamaan dengan 7 MPP lainnya dengan total energi listrik yang dihasilkan sebesar 500 megawatt (MW).

Delapan MPP yang diresmikan adalah MPP Jeranjang Lombok 2 x 25 MW yang telah beroperasi sejak 27 Juli 2016, MPP Air Anyir Bangka berkapasitas 2 x 25 MW yang beroperasi sejak 13 September 2016. Selain itu, MPP Tarahan Lampung 4 x 25 MW yang beroperasi sejak 29 September 2016, MPP Nias 1 x 25 MW yang beroperasi sejak 31 Oktober 2016, MPP Balai Pungut Riau 3 x 25 MW mulai beroperasi sejak 13 November 2016.

Selanjutnya, MPP Suge Belitung 1 x 25 MW mulai beroperasi pada 22 November 2016, MPP Paya Pasir Medan berkapasitas 3 x 25 MW beroperasi sejak 9 Desember 2016, dan MPP Pontianak berkapasitas 4 x 25 MW yang beroperasi sejak 8 November 2016.

Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara Machnizon Masri mengatakan keseluruhan pembangkit tersebut berhasil diselesaikan PLN melalui penugasan kepada anak perusahaan PLN, yakni Bright Batam hanya dalam waktu 6 Bulan, terhitung sejak "ground breaking" oleh Presiden Joko Widodo, pada semester awal 2016.

Kedelapan MPP tersebut merupakan program 35.000 MW. Pembangungannya menelan biaya lebih dari Rp8 triliun. "Khusus untuk MPP Lombok dana investasinya sekitar Rp800 miliar," ujar Machnizon, di sela acara "video conference" yang digelar di lokasi MPP Jeranjang, di Desa Taman Ayu, Kabupaten Lombok Barat.

Ikut menyaksikan acara peresmian Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, General Manager PLN Wilayah NTB Mukhtar, dan General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara Djarot.

Menurut Machnizon, kehadiran MPP Jeranjang sebesar 50 MW berdampak positif pada keandalan pasokan listrik di Pulau Lombok. Saat ini kelistrikan Lombok memiliki daya mampu sebesar 318 MW dengan beban puncak mencapai 257 MW. Sehingga saat ini Pulau Lombok mengalami cadangan daya sebesar 61 MW.

Ketersediaan daya yang cukup besar ini dapat mendorong peningkatan investasi di Pulau Lombok. Mengingat Lombok adalah salah satu destinasi favorit turis asing dan domestik. Dengan masuknya MPP Jeranjang, lanjut dia, rasio elektrifikasi di NTB, juga meningkat. Pada April 2016, rasio elektrifikasi sebesar 73,83 persen, meningkat menjadi 77,68 persen pada Desember 2016. "Pada 2019 diharapkan rasio elektrifikasi NTB telah mencapai angka 95 persen," katanya. (Ant)

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Machnizon Masri, energi listrik

Penulis: ***

Editor: Dewi Ispurwanti

Foto: Vicky Fadil

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5730.613 -18.832 547
2 Agriculture 1797.715 -11.949 21
3 Mining 1361.890 -0.764 43
4 Basic Industry and Chemicals 618.541 -7.806 66
5 Miscellanous Industry 1471.438 -10.826 42
6 Consumer Goods 2543.201 26.985 40
7 Cons., Property & Real Estate 496.473 -0.022 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1140.329 -14.178 59
9 Finance 921.462 -7.184 89
10 Trade & Service 903.367 -3.587 124
No Code Prev Close Change %
1 GREN 154 193 39 25.32
2 ESTI 114 136 22 19.30
3 MDRN 55 63 8 14.55
4 CEKA 1,700 1,930 230 13.53
5 BKDP 72 80 8 11.11
6 SQMI 550 600 50 9.09
7 AGRO 765 830 65 8.50
8 WICO 472 510 38 8.05
9 BMAS 350 378 28 8.00
10 SULI 220 236 16 7.27
No Code Prev Close Change %
1 UNIT 288 218 -70 -24.31
2 DNAR 286 244 -42 -14.69
3 CMPP 173 150 -23 -13.29
4 INCF 200 175 -25 -12.50
5 INCI 398 356 -42 -10.55
6 YULE 67 60 -7 -10.45
7 PALM 450 404 -46 -10.22
8 VRNA 108 98 -10 -9.26
9 BBHI 220 200 -20 -9.09
10 LRNA 167 153 -14 -8.38
No Code Prev Close Change %
1 BUMI 398 380 -18 -4.52
2 BBCA 17,650 17,700 50 0.28
3 PBRX 505 498 -7 -1.39
4 MDRN 55 63 8 14.55
5 TLKM 4,470 4,400 -70 -1.57
6 BNLI 665 650 -15 -2.26
7 BBRI 14,625 14,475 -150 -1.03
8 GPRA 84 85 1 1.19
9 KBLI 525 525 0 0.00
10 AGRO 765 830 65 8.50