Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 10:07 WIB. First Travel - Din Syamsuddin minta Kemenag tidak lepas tangan.
  • 10:06 WIB. Pilpres - Hanura sebut daripada PAN kalah lebih baik usung Jokowi.
  • 10:00 WIB. Lawan Narkoba - BNN akui ingin berantas narkoba seperti di Filipina.
  • 09:58 WIB. e-KTP - KPK telah periksa 80 orang saksi terkait kasus e-KTP.
  • 09:58 WIB. BUMN - Menteri Rini janji akan terus pangkas harga Semen di Papua.
  • 09:57 WIB. OTT - KPK sita mata uang asing dari OTT Kemenhub.
  • 09:56 WIB. OTT - Kemenhub benarkan ada orangnya yang kena OTT KPK.
  • 07:50 WIB. Friendly Match (24/8) - Real Madrid 2 - 1 Fiorentina

Indonesia "Jual" Destinasi Jatim di Negeri Jiran

Foto Berita Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Indonesia menjual atau memasarkan destinasi pariwisata yang ada di Jawa Timur kepada publik di Malaysia dalam ajang pameran internasional MATTA Fair 2017 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizky Handayani di Jakarta, Minggu (19/3/2017), mengatakan pihaknya mengangkat Jatim dalam ajang Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair 2017 yang diselenggarakan di Hall 3, Putra World Trade Center (PWTC) Kuala Lumpur, pada 17 - 19 Maret 2017.

"Indonesia mendapatkan kesempatan menampilkan kesenian Geleng Ro'om Dance dari Jawa Timur sebagai penutup rangkaian acara Opening Ceremony yang disambut dengan meriah oleh tamu undangan yang hadir," kata Rizki.

Pada partisipasi tahun ini, Indonesia menampilkan paviliun seluas 324 m2 dengan 36 booth dan tema utama destinasi Jawa Timur.

Beberapa ikon pariwisata Jatim yang dipromosikan di antaranya arsitektur Rumah Majapahit, Candi Wringin Lawang, serta berbagai citra destinasi dari Jawa Timur seperti landscape Gunung Bromo, blue fire Gunung Ijen, kampung Warna-Warni, dan lain-lain.

Menurut Rizki, Malaysia merupakan pasar utama pariwisata Indonesia yang harus terus diperhatikan.

Oleh karena itu keikutsertaan dalam MATTA Fair merupakan langkah yang strategis karena MATTA Fair sekaligus merupakan pameran B to C yang rutin diselenggarakan lebih dari 15 kali setiap tahunnya.

Di samping itu, MATTA Fair juga sebagai pameran yang terbesar di Malaysia dengan dikunjungi lebih dari 100.000 visitors selama 3 hari pameran.

Tahun ini, Paviliun Indonesia diramaikan oleh 80 pelaku industri terdiri dari perhotelan, atraksi wisata, travel agen, maskapai Garuda Indonesia, dan sejumlah pelaku industri yang lain.

Selain itu ada pula 8 pemerintah provinsi yakni dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara 4 pemeritah kota/kabupaten meliputi Solo, Banyuwangi, Kediri, dan Batu.

"Selama pameran berlangsung, di Paviliun Indonesia dilaksanakan berbagai aktivitas, antara lain B to C, pelayanan informasi, pendistribusian bahan-bahan promosi, coffee, gift redemption, pertunjukan kesenian dari Jatim dan Bengkulu di Common Stage MATTA Fair dan Mini Stage Indonesia, demo dan workshop oleh pengrajin keramik, demo spa, photo booth, serta online market survei," katanya.

Pada tahun ini pula, Kemenpar menargetkan mampu menjaring wisman Malaysia sebesar 1.772.000 juta orang atau meningkat signifikan dibandingkan pada 2016, wisman Malaysia sebanyak 1.225.458 orang. (Ant)

Tag: Malaysia, Pariwisata

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,575.64 3,539.72
British Pound GBP 1.00 17,193.02 17,018.55
China Yuan CNY 1.00 2,012.37 1,992.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,409.00 13,275.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,591.77 10,477.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.33 1,696.18
Dolar Singapura SGD 1.00 9,846.53 9,744.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,770.32 15,611.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,132.21 3,098.74
Yen Jepang JPY 100.00 12,234.49 12,106.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5914.024 33.727 559
2 Agriculture 1749.119 -1.495 18
3 Mining 1548.199 28.971 44
4 Basic Industry and Chemicals 608.159 -3.067 67
5 Miscellanous Industry 1350.370 5.613 41
6 Consumer Goods 2496.745 27.019 45
7 Cons., Property & Real Estate 508.032 -0.290 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1252.484 7.329 60
9 Finance 993.787 5.533 89
10 Trade & Service 921.814 2.030 130
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 110 148 38 34.55
2 OKAS 102 137 35 34.31
3 PGLI 90 110 20 22.22
4 BMAS 360 438 78 21.67
5 PEGE 240 280 40 16.67
6 INDY 1,030 1,200 170 16.50
7 LEAD 61 71 10 16.39
8 MFMI 700 800 100 14.29
9 GOLD 570 650 80 14.04
10 MREI 3,120 3,500 380 12.18
No Code Prev Close Change %
1 TALF 334 274 -60 -17.96
2 IKBI 426 364 -62 -14.55
3 GMTD 7,900 7,000 -900 -11.39
4 PSDN 230 206 -24 -10.43
5 SDPC 118 110 -8 -6.78
6 BRAM 9,100 8,525 -575 -6.32
7 CARS 1,475 1,385 -90 -6.10
8 ARTA 284 268 -16 -5.63
9 BTEK 167 159 -8 -4.79
10 BVIC 238 228 -10 -4.20
No Code Prev Close Change %
1 LEAD 61 71 10 16.39
2 TRAM 110 148 38 34.55
3 IKBI 426 364 -62 -14.55
4 MBSS 380 398 18 4.74
5 DGIK 58 63 5 8.62
6 INDY 1,030 1,200 170 16.50
7 BUMI 268 284 16 5.97
8 MAMI 84 86 2 2.38
9 PBRX 440 444 4 0.91
10 ADRO 1,860 1,955 95 5.11