Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 10:07 WIB. First Travel - Din Syamsuddin minta Kemenag tidak lepas tangan.
  • 10:06 WIB. Pilpres - Hanura sebut daripada PAN kalah lebih baik usung Jokowi.
  • 10:00 WIB. Lawan Narkoba - BNN akui ingin berantas narkoba seperti di Filipina.
  • 09:58 WIB. e-KTP - KPK telah periksa 80 orang saksi terkait kasus e-KTP.
  • 09:58 WIB. BUMN - Menteri Rini janji akan terus pangkas harga Semen di Papua.
  • 09:57 WIB. OTT - KPK sita mata uang asing dari OTT Kemenhub.
  • 09:56 WIB. OTT - Kemenhub benarkan ada orangnya yang kena OTT KPK.
  • 07:50 WIB. Friendly Match (24/8) - Real Madrid 2 - 1 Fiorentina

Media AS Bocorkan Data Pajak Donald Trump

Foto Berita Media AS Bocorkan Data Pajak Donald Trump
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membayar pajak sebesar US$38 juta untuk penghasilannya di tahun 2005 sekitar lebih dari US$150 juta, ungkap sebuah bocoran dari sebagian data pengembalian pajak Trump.

Informasi tersebut diungkap oleh wartawan David Cay Johnston. Dalam wawancara yang disiarkan oleh jaringan televisi AS, MSNBC, ia menyebut dokumen yang terdiri dari dua halaman formulir pajak tersebut didapat melalui pos dari sebuah sumber anonim, demikian seperti dikutip dari laman BBC di Jakarta, Minggu (19/3/2017).

Dua lembar dokumen itu menunjukkan Trump membayar pajak penghasilan sebesar US$5,3 juta dan tambahan US$31 juta untuk apa yang disebut pajak alternatif minimum (AMT). AMT ditetapkan hampir 50 tahun lalu untuk mencegah orang-orang kaya menggunakan pemotongan pajak atau celah dalam sistem untuk menghindari pajak. Saat kampanye pilpres dulu, salah satu janji Trump adalah menghapuskan AMT.

Pajak senilai US$ 38 juta tersebut secara efektif sekitar 24 persen lebih tinggi dari pajak kebanyakan warga AS, namun lebih rendah 27,4 persen dibanding para pembayar pajak berpenghasilan tinggi. Menanggapi laporan tersebut, Gedung Putih menyebut pengungkapan itu adalah tindakan melawan hukum.

Dalam pernyataan sebelum siaran pemberitaan tersebut, Gedung Putih mengatakan: "Anda sedang sangat membutuhkan peningkatan rating televisi, jika Anda bersedia melanggar hukum untuk memaksakan penyiaran berita tentang dua lembar dokumen pajak dari lebih satu dasawarsa lalu."

Kendati membocorkan data pengembalian pajak federal merupakan tindak pidana, Rachel Maddow dari MSNBC berdalih bahwa mereka dilindungi oleh Amandemen pertama AS perihal hak untuk mempublikasikan informasi terkait kepentingan rakyat.

Trump selama ini menolak mengungkapkan pembayaran pajaknya sejak kampanye Pemilu, bertentangan dengan tradisi pemilihan presiden selama ini. Sejak tahun 1976, setiap calon presiden mengungkapkan data pembayaran pajaknya kendati tak ada ketentuan hukumnya.

Trump beralasan ada otoritas pajak yang melakukan audit, namun sebagian pengamat mencurigai ada sesuatu yang disembunyikan oleh Trump . Oktober lalu, New York Times memberitakan bahwa berdasarkan sebagian dari data pajak 1995, Trump menderita kerugian sebesar US$916 juta.

Menurut para analis, kerugian itu memungkinkannya tidak membayar pajak penghasilan selama 18 tahun sesudahnya. Kendati publik dihebohkan dengan laporan data pajak Trump, terdapat kejanggalan atas bocornya data tersebut, pasalnya Trump berkali-kali menghindar saat diminta mempublikasikan laporan pajaknya.

Keanehan pertama, bocoran tersebut hanya dua lembar, tepatnya pada jumlah pembayatan pajaknya saja. Keanehan lainnya, laporan tersebut dikirimkan lewat pos ke alamat wartawan MSNBC. Johnston si penerima, berpikir bahwa Trump sendirilah yang mengirimkan dokumen tersebut kepadanya. Pemenang Pulitzer Prize tersebut menyebut bahwa Trump memiliki sejarah panjang membocorkan materi mengenai dirinya sendiri ketika itu menguntungkan dirinya.

Dengan adanya kebocoran tersebut, seolah-olah Trump  berusaha membungkam desakan publik untuk merilis secara resmi laporan pajaknya. Selain itu, putra Trump, Donald Trump Jr melalui akun Twitternya berterima kasih karena bocoran tersebut justru mengungkap bahwa ayahnya tidak mengemplang pajak seperti tudingan banyak pihak selama ini.

Tag: Donald John Trump, Amerika Serikat (AS)

Penulis: Gregor Samsa

Editor: Dewi Ispurwanti

Foto: Nbcnews.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,575.64 3,539.72
British Pound GBP 1.00 17,193.02 17,018.55
China Yuan CNY 1.00 2,012.37 1,992.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,409.00 13,275.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,591.77 10,477.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.33 1,696.18
Dolar Singapura SGD 1.00 9,846.53 9,744.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,770.32 15,611.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,132.21 3,098.74
Yen Jepang JPY 100.00 12,234.49 12,106.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5914.024 33.727 559
2 Agriculture 1749.119 -1.495 18
3 Mining 1548.199 28.971 44
4 Basic Industry and Chemicals 608.159 -3.067 67
5 Miscellanous Industry 1350.370 5.613 41
6 Consumer Goods 2496.745 27.019 45
7 Cons., Property & Real Estate 508.032 -0.290 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1252.484 7.329 60
9 Finance 993.787 5.533 89
10 Trade & Service 921.814 2.030 130
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 110 148 38 34.55
2 OKAS 102 137 35 34.31
3 PGLI 90 110 20 22.22
4 BMAS 360 438 78 21.67
5 PEGE 240 280 40 16.67
6 INDY 1,030 1,200 170 16.50
7 LEAD 61 71 10 16.39
8 MFMI 700 800 100 14.29
9 GOLD 570 650 80 14.04
10 MREI 3,120 3,500 380 12.18
No Code Prev Close Change %
1 TALF 334 274 -60 -17.96
2 IKBI 426 364 -62 -14.55
3 GMTD 7,900 7,000 -900 -11.39
4 PSDN 230 206 -24 -10.43
5 SDPC 118 110 -8 -6.78
6 BRAM 9,100 8,525 -575 -6.32
7 CARS 1,475 1,385 -90 -6.10
8 ARTA 284 268 -16 -5.63
9 BTEK 167 159 -8 -4.79
10 BVIC 238 228 -10 -4.20
No Code Prev Close Change %
1 LEAD 61 71 10 16.39
2 TRAM 110 148 38 34.55
3 IKBI 426 364 -62 -14.55
4 MBSS 380 398 18 4.74
5 DGIK 58 63 5 8.62
6 INDY 1,030 1,200 170 16.50
7 BUMI 268 284 16 5.97
8 MAMI 84 86 2 2.38
9 PBRX 440 444 4 0.91
10 ADRO 1,860 1,955 95 5.11