Portal Berita Ekonomi Kamis, 30 Maret 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 15:47 WIB. China - Diplomat AS ditahan karena diduga menerima uang dan hadiah dari intelijen China.
  • 15:09 WIB. Samsung - Samsung memperkenalkan asisten digitalnya, Bixby di produk terbaru mereka Galaxy S8.
  • 15:08 WIB. London -  Saudi Aramco has formally appointed JPMorgan Chase & Co, Morgan Stanley and HSBC as international financial advisers for its IPO.
  • 15:04 WIB. Beijing - China's President Xi Jinping will travel to Florida to meet US President Donald Trump April 6 to 7.
  • 15:01 WIB. Tokyo -  Toyota Motor Corp recalls about 2.9 million vehicles in Japan, China, Europe and other regions.
  • 14:57 WIB. 313 - Forum Umat Islam (FUI) menyatakan Aksi 313 yang digelar esok hari di Jakarta bertujuan untuk memenangkan gubernur muslim di Pilkada DKI.
  • 14:31 WIB. Afganistan - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani akan berkunjung ke Indonesia pada 5 dan 6 April mendatang.
  • 13:43 WIB. Mesir - Tim arkeolog Spanyol temukan makam kuno Mesir berusia 3800 tahun di dekat kota Aswan, Mesir.
  • 13:30 WIB. Turki - Turki akan mengakhiri aksi militernya di Suriah yang telah berlangsung 7 bulan.
  • 13:26 WIB. New Jersey - Amazon.com Inc plans to cut 263 jobs at its money-losing parenting products unit Quidsi this summer as part of a business restructuring.
  • 13:16 WIB. Manila - Philippine lawmaker pushes for Duterte impeachment over 'defeatist' China stance.
  • 12:55 WIB. Kejaksaan - Kejaksaan RI menjalin kerja sama penegakan hukum pencucian uang dengan Bank Mandiri.
  • 10:08 WIB. Kurs Rupiah - Hari Ini (30/3) kurs rupiah referensi Bank Indonesia Rp 13,316.00 per dolar AS.
  • 10:06 WIB. Kurs Rupiah - Pagi ini  (30/3) Rupiah dibuka menguat 47.17 poin (0.33%) ke Rp 14,313.24 per Euro dibanding sore kemarin di Rp 14,360.41 (Data Bloomberg).
  • 10:06 WIB. Kurs Rupiah - Pagi ini (30/3) Rupiah dibuka menguat 1.00 poin (0.01%) ke Rp 13,313.00 per dolar AS dibanding kemarin di Rp 13,314.00. (Data Bloomberg).

Kebijakan Imigrasi Baru Trump Ditolak Pengadilan Federal Hawaii

Foto Berita Kebijakan Imigrasi Baru Trump Ditolak Pengadilan Federal Hawaii
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketetapan baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait larangan perjalanan terhadap enam negara Muslim kembali mendapat hadangan setelah seorang hakim federal di Hawaii memblokirnya. Penolakan tersebut dikeluarkan dalam putusan pengadilan pada Rabu (15/3/2017), sehari sebelum kebijakan imigrasi baru diberlakukan.

Seperti diketahui, kebijakan imigrasi baru Trump rencananya akan berlaku mulai Kamis (16/3/2017). Peraturan tersebut antara lain melarang masuknya warga dari enam negara di Timur Tengah dan Afrika yang terkait dengan jaringan teroris Islam. Warga dari Iran, Libya, Suriah, Somalia, Sudan, dan Yaman, akan dikenakan larangan masuk lagi selama 90 hari dan 120 hari terhadap pengungsi.

Dalam putusan setebal 43 halaman, Hakim Distrik Hawaii Derrick Watson mengutip 'bukti yang dipertanyakan' dalam argumen pemerintah bahwa larangan perjalanan itu terkait masalah keamanan nasional.

Watson menyimpulkan secara sah dan meyakinkan bahwa perintah eksekutif Trump tentang larangan imigrasi gagal melewati proses peninjauan hukum di tahap ini. Ditambah lagi, menurutnya peraturan itu semakin cacat karena tidak secara spesifik mengincar anggota jaringan teroris Islam, melainkan berlaku untuk semua individu di enam negara yang dilarang masuk AS.

Trump mengecam putusan tersebut dan menyebutnya “kabar buruk dan menyedihkan”. Ia menambahkan bahwa putusan hakim tersebut adalah "tindakan peradilan yang melampaui batas yang belum pernah terjadi sebelumnya," seperti dikutip dari laman BBC di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Berbicara di sebuah acara di Nashville, Tennessee, Trump mengatakan putusan di Hawaii membuat AS 'terlihat lemah.' Ia mengatakan akan membawa kasus itu hingga ke tingkat tertinggi, termasuk ke Mahkamah Agung, dan mengatakan: "Kita akan menang."

Trump menegaskan langkah ini dimaksudkan untuk mencegah teroris memasuki AS, tapi pengamat menganggapnya diskriminatif. Versi awal ketetapan itu dikeluarkan pada akhir Januari, memicu kebingungan dan protes, dan dibekukan secara nasional melalui putusan seorang hakim di Seattle.

Di bawah ketetapan baru Trump, dari awalnya tujuh negara, kini satu negara, Irak, dihapus dari daftar setelah pemerintahnya melakukan skrining visa dan berbagi data, kata pejabat Gedung Putih. Versi revisi ketetapan ini juga mencabut larangan tidak terbatas pada semua pengungsi Suriah dan mengatakan pemegang Green Card (penduduk tetap AS) dari enam negara itu tidak akan terpengaruh.

Hawaii adalah salah satu dari beberapa negara bagian AS yang berusaha membatalkan larangan masuk itu. Pengacara negara bagian Hawai berpendapat bahwa larangan itu akan melanggar konstitusi AS dengan memberlakukan diskriminasi terhadap orang dengan alasan asal kewargaan mereka.

Negara bagian itu juga mengatakan larangan itu akan merugikan pariwisata dan dan menurunkan kemampuan untuk merekrut mahasiswa asing dan pekerja. Lebih dari setengah lusin negara bagian AS telah bergabung untuk melakukan gugatan hukum dalam upaya untuk menghadang ketetapan tersebut.

Semasa kampanye presiden, Trump bersumpah 'menutup secara total dan lengkap' imigrasi warga Muslim ke AS, dan untuk menerapkan proses 'pemeriksaan ekstrem' untuk mencegah para ekstremis dan teroris memasuki AS.

Tag: Donald John Trump, Amerika Serikat (AS), Derrick Watson, Hawaii

Penulis: Gregor Samsa

Editor: Dewi Ispurwanti

Foto: Nytimes.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5592.510 51.308 540
2 Agriculture 1855.822 35.223 21
3 Mining 1516.040 23.159 43
4 Basic Industry and Chemicals 589.872 10.001 66
5 Miscellanous Industry 1482.871 36.961 42
6 Consumer Goods 2438.334 16.794 39
7 Cons., Property & Real Estate 504.490 2.205 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1104.650 16.082 57
9 Finance 874.132 5.856 89
10 Trade & Service 894.795 -3.198 122
No Code Prev Close Change %
1 SDPC 111 149 38 34.23
2 ARII 302 376 74 24.50
3 ICON 230 286 56 24.35
4 SKLT 600 740 140 23.33
5 DKFT 424 500 76 17.92
6 FISH 2,650 3,100 450 16.98
7 KBLI 550 640 90 16.36
8 AUTO 2,590 2,900 310 11.97
9 SSIA 600 670 70 11.67
10 RMBA 430 480 50 11.63
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 138 90 -48 -34.78
2 TIRA 288 222 -66 -22.92
3 INRU 300 260 -40 -13.33
4 APLI 147 130 -17 -11.56
5 PORT 625 570 -55 -8.80
6 ARTO 155 142 -13 -8.39
7 GSMF 108 99 -9 -8.33
8 EMTK 10,000 9,175 -825 -8.25
9 ADES 1,250 1,155 -95 -7.60
10 MAMI 79 73 -6 -7.59
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 356 382 26 7.30
2 PGAS 2,410 2,540 130 5.39
3 MYRX 122 136 14 11.48
4 TLKM 4,080 4,150 70 1.72
5 INDF 7,950 8,000 50 0.63
6 KBLI 550 640 90 16.36
7 ADRO 1,800 1,820 20 1.11
8 MAMI 79 73 -6 -7.59
9 BUMI 338 332 -6 -1.78
10 HMSP 4,010 4,010 0 0.00