Portal Berita Ekonomi Senin, 26 Juni 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 12:22 WIB. Ragunan - Hari ini taman margasatwa ragunan di prediksi dikujungi 100 ribu lebih wisatawan.
  • 12:19 WIB. PT KAI - Dirut PT KAI Edi Sukmoro mengimbau jangan beli tiket kereta di pinggir jalan.
  • 12:03 WIB. Menperin - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengharapkan pasokan logistik kembali normal pasca lebaran.
  • 12:01 WIB. OJK - Otoritas Jasa Keuangan berharap Asuransi menengah ke bawah di optimalkan.
  • 11:58 WIB. Bank SULUTGO - Bank Sulawesi Utara Gorontalo Siagakan petugas pantau ATM.
  • 11:37 WIB. Apps - Instagram luncurkan fitur bernama Favorites.
  • 11:35 WIB. Smartphone - Polytron kenalkan smartphone dengan GPS berakurasi tinggi.
  • 11:33 WIB. Facebook -  Fitur proteksi foto profil bisa mengurangi kemungkinan pencurian sebesar 75%.
  • 11:31 WIB. Medsos -  Fitur proteksi foto profil Facebook miliki sejumlah lapisan perlindungan.
  • 11:29 WIB. Medsos - Facebook siapkan fitur proteksi foto profil.
  • 11:26 WIB. Apps -  Pendiri Telegram, Pavel Durov: Jika aplikasinya diblokir di Rusia, hal tersebut membuat komunikasi negara itu berada di tangan asing.
  • 11:24 WIB. Apps - Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, ancam blokir aplikasi Telegram.
  • 11:19 WIB. Gadget - Samsung siapkan headset Gear VR baru dengan desain berbeda dari para pendahulunya.
  • 11:18 WIB. Apple - Apple tarik aplikasi yang sudah lama tidak pernah diunduh oleh para pengguna.
  • 11:16 WIB. Apple - Apple akan luncurkan pengalaman App Store baru dengan iOS 11 tahun ini.

Perusahaan Jerman Minat Investasi Bangun Smelter

Foto Berita Perusahaan Jerman Minat Investasi Bangun Smelter
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Perusahaan asal Jerman menyatakan minatnya untuk berinvestasi membangun smelter nikel dengan mengalokasikan dana sebesar US$800 juta atau Rp10,4 triliun. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengungkapkan minat investasi Jerman tersebut diidentifikasi oleh pemerintah, khususnya BKPM sesaat setelah melakukan kunjungan keliling Eropa untuk mempromosikan potensi investasi di Indonesia pada tanggal 15-22 Maret 2017 lalu.

Beberapa negara yang dikunjungi, di antaranya Jerman, Perancis, Swedia, Inggris, dan Denmark.
"Kesempatan kunjungan kerja tersebut dimanfaatkan untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan Jerman yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia. Di antaranya adalah perusahaan Jerman dengan rencana investasi USD800 juta, sementara satu perusahaan lainnya di bidang usaha sektor Gas belum menyebutkan berapa nilai investasinya," ujar Lembong dalam keterangannya, Senin (20/3/2017).

Tom menambahkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia yang relatif stabil ditambah dengan fundamental makro ekonomi yang solid didukung oleh arus foreign direct investment (investasi langsung) yang tinggi merupakan daya tarik investasi utama bagi perusahaan Jerman.

"Tahun lalu FDI yang masuk ke Indonesia mencapai USD 28,9 miliar, naik 8,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Jerman menyumbang US$133 juta dari total nilai FDI tersebut," ungkapnya. Data BKPM, mencatat aliran penanaman modal dari Eropa dalam lima tahun terakhir mengalir ke Indonesia sebesar US$13,3 miliar atau setara dengan Rp172,9 triliun. Lima besar investasi dari Eropa yang masuk ke Indonesia adalah dari Belanda, Inggris, Perancis, Luxembourg, dan Jerman.

Tag: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, Jerman

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Dewi Ispurwanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,569.89 3,533.49
British Pound GBP 1.00 16,954.71 16,781.01
China Yuan CNY 1.00 1,962.84 1,943.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,386.00 13,252.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,105.09 9,997.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,716.31 1,699.04
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.62 9,540.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,950.82 14,798.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,126.84 3,092.65
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.72 11,938.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5829.708 11.156 557
2 Agriculture 1801.653 46.187 21
3 Mining 1404.809 -2.273 44
4 Basic Industry and Chemicals 618.663 6.333 67
5 Miscellanous Industry 1498.263 8.474 42
6 Consumer Goods 2554.375 -3.199 43
7 Cons., Property & Real Estate 493.718 3.540 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.064 -4.697 59
9 Finance 949.728 -0.565 90
10 Trade & Service 919.994 6.912 126
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10