Portal Berita Ekonomi Kamis, 30 Maret 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 22:47 WIB. DK OJK - Komisi XI mengatakan pihaknya menjadwalkan fit and proper test 14 calon DK-OJK pada 14 April.
  • 22:45 WIB. Meksiko - Kerusuhan penjara di Meksiko utara mengakibatkan dua narapidana tewas.
  • 21:31 WIB. London - PM Theresa May resmi mengajukan surat pengunduran Inggris dari Uni Eropa.
  • 21:30 WIB. Pilgub DKI - Sandiaga janji akan benahi transportasi umum Jakarta.
  • 21:27 WIB. Jakarta - MPR tanggapi aksi 313 sebagai hak demokrasi warga Indonesia.
  • 21:04 WIB. PPRO - PP Properti Tbk. mengumumkan harga pelaksanaan right issue sebesar Rp280 per saham.
  • 20:14 WIB. BIRD - Blue Bird Tbk. mematok belanja modal tahun ini di kisaran Rp1 triliun naik sedikit dari realisasi tahun lalu sekitar Rp900 miliar.
  • 20:12 WIB. BIRD - Blue Bird Tbk. akan mengoptimalkan pendapatan dari lini bisnis baru yang dirintis perseroan sejak tahun lalu.
  • 19:16 WIB. Berlin -  Volkswagen has filed a legal complaint with a Munich court against the searches carried out by German prosecutors.
  • 19:06 WIB. London - Ford warns Brexit deal must include tariff-free access to customs union.
  • 18:54 WIB. Berlin - Mercedes-Benz owner Daimler is accelerating its electric car program.
  • 17:06 WIB. Kurs Rupiah - Sore ini  (29/3) Rupiah ditutup menguat 42.84 poin (0.30%) ke 14,360.41 per Euro dibanding pada pembukaan pagi tadi di 14,403.25. (Data Bloomberg).
  • 17:05 WIB. Kurs Rupiah - Sore ini (29/3) Rupiah ditutup menguat 4.00 poin (0.03%) ke Rp 13,314.00 per dolar AS dibanding pada pembukaan di Rp 13,318.00. (Data Bloomberg).
  • 10:09 WIB. Kurs Rupiah - Hari Ini (29/3) kurs rupiah referensi Bank Indonesia Rp 13,323.00 per dolar AS.
  • 09:16 WIB. Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (29/3) Rp 529.000 per gram.

Peneliti Usulkan Pemerintah Bentuk Badan Usaha Khusus Migas

Foto Berita Peneliti Usulkan Pemerintah Bentuk Badan Usaha Khusus Migas
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Peneliti senior dari The Habibie Center Zamroni Salim mengusulkan agar pemerintah membentuk badan usaha khusus yang menangani masalah minyak dan gas bumi (Migas).

"Untuk rekomendasi revisi undang-undang migas, kami mengusulkan adanya penguatan badan usaha untuk memperkuat pengolahan migas nasional, bisa saja melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), namun akan lebih tepat jika Badan Usaha Khusus," kata Zamroni Salim di Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Dalam diskusi mengawal revisi undang-undang migas tersebut, ia juga menjelaskan bahwa ada dua perusahaan besar milik Indonesia yang bisa dimanfaatkan, yaitu Pertamina dan PGN.

Selama ini ia menilai, Pertamina lebih mendapat perhatian lebih daripada PGN, namun secara fungsional sebenarnya sama.

"Konsep Holding migas akan bisa lebih baik, dengan skema perusahaan minyak lainnya berada di bawah Holding tersebut jika ingin melakukan eksplorasi dan eksploitasi di Indonesia," katanya.

Ia berpendapat bahwa ada satu agenda penting bangsa Indonesia hampir tidak mendapatkan perhatian publik Iuas, yaitu proses revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas. "Revisi undang-undang migas seakan juga menjadi isu di tingkat elite saja, tanpa keterlibatan dan perhatian publik," tuturnya.

PadahaI proses panjang dan berliku revisi undang-undang migas menunjukkan terdapat tarik ulur kepentingan dari berbagai pihak dalam proses politik tersebut. Karena itu, isu revisi undang-undang migas mutlak memerlukan pengawasan publik secara Iebih luas.

Revisi undang-undang migas memberikan peIuang bagi Indonesia untuk membangun dan menata ulang kebijakan energi dengan tujuan untuk mewujudkan ketahanan energi, dalam arti mampu mencukupi kebutuhan energi dengan harga terjangkau sekaligus mendorong Badan Usaha MiIik Negara (BUMN) bidang migas untuk memiliki daya saing kuat baik dI tingkat nasionaI maupun di tingkat global.

Kondisi ini merupakan dasar dari urgensi melakukan revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 dengan sebuah undang-undang yang dapat menjadi kerangka hukum untuk tata keIoIa industri migas Indonesia.

SeIain itu, permasalahan energi sebagaimana terdapat di dalam undang-undang migas, tidak sebatas pada minyak melainkan juga gas. Meskipun cadangan gas aIam Indonesia cukup besar, tetapi diperlukan paradigma baru dalam manajemen pengelolaannya.

Revisi undang-undang migas pun harus terkait dengan masaIah energi Iain (energi terbarukan) dengan pertimbangan ketersediaan cadangan migas dan Iingkungan hidup.

Secara yuridis urgensi revisi atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas didasarkan atas Putusan Mahkamah Konstitusi Perkara Nomor 002/PUU-I/2003 pada tanggal 21 Desember 2004. Putusan dimaksud teIah membatalkan Pasal 12 ayat (3), Pasal 22 ayat (1), Pasal 28 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan gas Bumi, karena bertentangan dengan Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. (Ant)

Tag: pemerintah, migas

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5592.510 51.308 540
2 Agriculture 1855.822 35.223 21
3 Mining 1516.040 23.159 43
4 Basic Industry and Chemicals 589.872 10.001 66
5 Miscellanous Industry 1482.871 36.961 42
6 Consumer Goods 2438.334 16.794 39
7 Cons., Property & Real Estate 504.490 2.205 61
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1104.650 16.082 57
9 Finance 874.132 5.856 89
10 Trade & Service 894.795 -3.198 122
No Code Prev Close Change %
1 SDPC 111 149 38 34.23
2 ARII 302 376 74 24.50
3 ICON 230 286 56 24.35
4 SKLT 600 740 140 23.33
5 DKFT 424 500 76 17.92
6 FISH 2,650 3,100 450 16.98
7 KBLI 550 640 90 16.36
8 AUTO 2,590 2,900 310 11.97
9 SSIA 600 670 70 11.67
10 RMBA 430 480 50 11.63
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 138 90 -48 -34.78
2 TIRA 288 222 -66 -22.92
3 INRU 300 260 -40 -13.33
4 APLI 147 130 -17 -11.56
5 PORT 625 570 -55 -8.80
6 ARTO 155 142 -13 -8.39
7 GSMF 108 99 -9 -8.33
8 EMTK 10,000 9,175 -825 -8.25
9 ADES 1,250 1,155 -95 -7.60
10 MAMI 79 73 -6 -7.59
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 356 382 26 7.30
2 PGAS 2,410 2,540 130 5.39
3 MYRX 122 136 14 11.48
4 TLKM 4,080 4,150 70 1.72
5 INDF 7,950 8,000 50 0.63
6 KBLI 550 640 90 16.36
7 ADRO 1,800 1,820 20 1.11
8 MAMI 79 73 -6 -7.59
9 BUMI 338 332 -6 -1.78
10 HMSP 4,010 4,010 0 0.00