Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 22:44 WIB. Gadget - Asus bakal gelar peluncuran Zenfone 4 Max Pro pada 7 September mendatang.
  • 22:39 WIB. Gadget - Nokia 8 sudah tersedia secara pre-order untuk beberapa negara di Eropa.
  • 22:38 WIB. Gadget - Xiaomi meluncurkan smartphone baru bernama Coolpad Cool M7 di Tiongkok.
  • 22:28 WIB. Google - Google: Google Home dapat mempermudah pengguna yang kesulitan mencari nomor kontak.
  • 22:26 WIB. Google - Google resmi menghadirkan fitur menelepon yang dapat diakses lewat perangkat Google Home.
  • 22:22 WIB. Uber - CEO Uber: Tuntutan hukum oleh Benchmark Capital merupakan serangan pribadi dan publik yang tidak berdasar.
  • 22:19 WIB. Apps - Google Search versi ringan (Lite) mampu menghemat konsumsi data, baik dari sisi kuota internet maupun penyimpanan di perangkat.
  • 22:18 WIB. Apps - Google tengah melakukan uji coba aplikasi Google Search versi ringan (Lite).
  • 21:36 WIB. EPL (19/8) - Southampton 1 - 0 West Ham
  • 20:39 WIB. Lawan Terorisme - MUI Lebak sebut Ponpes mampu tangkal radikalisme.
  • 20:38 WIB. Garam - Harga garam di Jember kembali naik.
  • 20:36 WIB. Sepak Bola - Ketua PSSI yakin timnas bisa menang di SEA Games.
  • 20:35 WIB. Dana Desa - Mendes sebut banyak daerah yang rawan selewengkan dana desa.
  • 20:35 WIB. Jabar - Aher genjot pembangunan Jabar di akhir jabatannya.
  • 20:20 WIB. EPL (19/8) - Swansea 0 - 4 Manchester United 

Mataharimall.com Sebut Pasar Konvensional Tetap Diminati Meski Marak E-Commerce

Foto Berita Mataharimall.com Sebut Pasar Konvensional Tetap Diminati Meski Marak E-Commerce
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Communication and Partnership Mataharimall.com Alvin Aulia mengatakan meskipun saat ini terdapat pertumbuhan yang cepat dalam konsumsi belanja digital, pasar konvensional (offline) masih tetap menguasai pasar.

"Oleh karena itu, mataharimall.com dan sejumlah e-commerce lainnya di Indonesia berusaha memberikan pemecahan masalah atas gap ini dengan menyajikan O2O (online to offline)," kata Alvin, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Pada kesempatan tersebut, Direktur Infrastruktur TIK Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Neil Hilmam menambahkan bahwa pemerintah turut mendukung perkembangan ekonomi digital dengan menciptakan ekosistem digital yang memiliki infrastruktur memadai.

"Bekraf selama ini telah berperan aktif untuk mendorong pemerintah dalam menciptakan regulasi yang komprehensif dan integratif guna memberikan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia secara keseluruhan," katanya.

Vice President Marketing Bukalapak Bayu Syerli Rachmat menjelaskan bahwa dengan jumlah populasi penduduk yang besar, diikuti dengan fakta bahwa Indonesia merupakan salah satu pengguna internet terbesar di dunia, maka proyeksi ekonomi digital sangat besar di masa mendatang. Maka, para pelaku bisnis e-commerce harus bekerja sama untuk memperluas pasar pengguna ekonomi digital, agar dapat memberikan dampak yang lebih nyata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Tidak ada salahnya juga untuk menjadi unik dan berbeda dalam melakukan bisnis digital di Indonesia, karena itu yang akan menumbuhkan awareness masyarakat terhadap brand e-commerce di Indonesia”, lanjut Bayu dalam menjelaskan diferensiasi yang dipionirkan oleh bukalapak.

Sementara Head of Industry of Healthcare, Property, and Consumer MarkPlus, Inc Husin Wijaya mengatakan perkembangan e-commerce yang cepat menyebabkan terjadinya generic trap di berbagai e-commerce, sehingga menjadi sebuah tantangan untuk mengembangkan e-commerce yang ‘sehat’.

"Kata kuncinya adalah differentiation strategy. Semakin berbeda strategi dan pendukungnya semakin baik dan semakin efisien sebuah e-commerce untuk berkembang dan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," pungkasnya.

Tag: MatahariMall.com, Muhammad Neil El Himam, Bukalapak, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Bayu Syerli Rachmat

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Dewi Ispurwanti

Foto: MatahariMall.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,582.57 3,546.65
British Pound GBP 1.00 17,306.97 17,133.02
China Yuan CNY 1.00 2,012.92 1,992.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,435.00 13,301.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.93 10,499.81
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,717.22 1,699.98
Dolar Singapura SGD 1.00 9,842.49 9,740.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,764.63 15,602.07
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,128.06 3,094.70
Yen Jepang JPY 100.00 12,279.50 12,153.69

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5893.841 1.892 559
2 Agriculture 1744.418 -4.747 18
3 Mining 1511.362 10.536 44
4 Basic Industry and Chemicals 611.257 -6.211 67
5 Miscellanous Industry 1346.700 2.582 41
6 Consumer Goods 2518.118 23.928 45
7 Cons., Property & Real Estate 508.533 -2.509 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1240.969 -0.009 60
9 Finance 981.748 -4.628 89
10 Trade & Service 924.803 1.544 130
No Code Prev Close Change %
1 BIMA 91 116 25 27.47
2 TGRA 400 500 100 25.00
3 FISH 2,400 3,000 600 25.00
4 WAPO 81 101 20 24.69
5 ALKA 244 304 60 24.59
6 CMPP 244 304 60 24.59
7 MLPT 446 555 109 24.44
8 PUDP 515 640 125 24.27
9 LION 820 975 155 18.90
10 PTRO 990 1,125 135 13.64
No Code Prev Close Change %
1 BRAM 13,850 11,100 -2,750 -19.86
2 BPFI 500 450 -50 -10.00
3 WINS 264 242 -22 -8.33
4 KBLV 980 900 -80 -8.16
5 BBHI 183 170 -13 -7.10
6 DGIK 74 69 -5 -6.76
7 PYFA 206 194 -12 -5.83
8 TGKA 2,500 2,370 -130 -5.20
9 TPIA 24,575 23,300 -1,275 -5.19
10 MAMI 78 74 -4 -5.13
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 344 -4 -1.15
2 VRNA 98 95 -3 -3.06
3 MPPA 690 750 60 8.70
4 MLPL 214 218 4 1.87
5 GGRM 70,950 74,000 3,050 4.30
6 BBCA 18,900 18,700 -200 -1.06
7 PGAS 2,120 2,160 40 1.89
8 TLKM 4,770 4,780 10 0.21
9 HMSP 3,690 3,740 50 1.36
10 ASII 7,850 7,900 50 0.64