Portal Berita Ekonomi Sabtu, 29 April 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 00:00 WIB. Liverpool - Juergen Klopp menyatakan hasil derby Manchester tidak pengaruhi Liverpool.
  • 23:56 WIB. Rusia - Sebastian Vettel menjadi yang tercepat dalam sesi latihan bebas GP Rusia dengan catatan waktu 1 menit 34,120 detik.
  • 23:44 WIB. Hungaria - Hungaria menyelesaikan pagar kedua di sepanjang perbatasan dengan Serbia.
  • 23:43 WIB. China - Menlu China Wang Yi mendesak Korea Utara menghentikan kegiatan pengembangan nuklir dan peluru kendali.
  • 23:42 WIB. Tanzania - Presiden Tanzania John Magufuli memerintahkan 9.900 pegawai negeri segera dipecat karena memiliki ijazah palsu.
  • 21:24 WIB. Jakarta- Garuda Indonesia alami kerugian hingga US$99,1 juta di Kuartal I 2017
  • 22:20 WIB. BUMN- PT Inka masih menunggu keputusan Kementerian BUMN untuk dirikan pabrik baru di Jatim
  • 22:22 WIB. Bogor- Pemkot Bogor rencananya akan terapkan program car free night di jalur utama
  • 22:23 WIB. GP Ansor- GP Ansor sasar generasi milenial untuk kembangkan program deradikalisasi
  • 10:02 WIB. Kurs Rupiah - Hari Ini (28/4) kurs rupiah referensi Bank Indonesia Rp 13,327.00 per dolar AS.
  • 09:58 WIB. Harga Emas - Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini (28/4) Rp 534.000 per gram.

Muhammadyah Desak Jokowi Pecat Menteri KLH

Foto Berita Muhammadyah Desak Jokowi Pecat Menteri KLH
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua Umum Asosiasi Petani Plasma Kelapa  Sawit Indonesia (APPKSI) AM. Muhammadyah mendesak agar Presiden Joko Widodo mencopot Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Siti  karena tidak mampu meyakinkan Uni Eropa terkait kemajuan industri sawit Indonesia.

 

Menurut Muhammadyah akibat ketidakmampuan Siti Nurbaya menjelaskan kemajuan industri sawit, Uni Eropa melarang produk-produk crude palm oil (CPO) yang berasal dari Indonesia.

 

"Ini sebuah bukti keteledoran ,serta tidak bekerjanya Kementerian KLH melakukan sosialisasi tentang kemajuan Industri sawit dalam menjaga lingkungan hidup dan larangan memperkerjakan pekerja anak-anak serta sudah tidak adanya pelanggaran HAM yang terjadi di lingkungan Industri sawit ,dan berkurangnya korupsi di sektor Industri sawit," ujar Muhammadyah melalui keterangan pers yang diterima, Senin (17/4/2017).

 

Larangan ekspor produk sawit ke Uni Eropa akibat adanya kampanye hitam terhadap industri sawit Indonesia yang sengaja dibiarkan oleh kementerian KLH , padahal ada dana setiap tahun di Kementerian KLH yang digunakan untuk melakukan kegiatan pendataan hutan dan pengunaan lahan hutan yang sudah dilepas status menjadi Perkebunan sawit.

 

"Ini semua tidak di lakukan oleh Kementerian KLH , sehingga jika ada musibah kebakaran hutan selalu yang disalahkan Petani dan pelaku sektor usaha sawit padahal Karena keteledoran Kementerian KLH," ungkapnya.

 

Untuk itu, pihaknya mempertanyakan kemana dana yang dipungut oleh dari ekspor sawit sebesar 50 dollar AS per ton nya yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit dimana dalam UU Perkebunan no 39 Tahun 2014 ,dalam pasal 93 Ayat 4 penghimpunan dana dari pelaku usaha perkebunan digunakan.

 

"APPKSI mendesak Presiden Joko Widodo untuk memecat menteri Kehutanan dan lingkungan Hidup akibat larangan ekport CPO Indonesia ke negara negara Uni Eropa, jelas akibatnya sangat merugikan petani dan negara dalam hal penerimaan negara, apalagi tahun depan diprediksi penerimaan negara akan berkurang banyak," jelasnya.

 

"APPKSI juga mendesak BPK dan KPK untuk melakukan audit investigasi BPDP terkait pengunaan Dana yang dihimpun dari hasil pungutan ekport CPO Karena diduga banyak diselewengkan," tambah Muhammadyah.

Tag: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK)

Penulis/Editor: Ferry Hidayat

Foto: Muhamad Ihsan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,514.87 3,478.27
British Pound GBP 17,169.60 16,991.11
China Yuan CNY 1,989.13 1,969.21
Dolar Amerika Serikat USD 13,179.00 13,047.00
Dolar Australia AUD 10,171.55 10,063.15
Dolar Hong Kong HKD 1,699.24 1,682.01
Dolar Singapura SGD 9,827.01 9,722.78
EURO Spot Rate EUR 14,736.76 14,583.94
Ringgit Malaysia MYR 3,292.28 3,255.24
Yen Jepang JPY 13,026.59 12,889.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5685.298 -21.730 543
2 Agriculture 1839.381 20.337 21
3 Mining 1529.120 -17.451 43
4 Basic Industry and Chemicals 609.503 -1.322 66
5 Miscellanous Industry 1506.105 -8.414 42
6 Consumer Goods 2433.794 -29.716 39
7 Cons., Property & Real Estate 505.553 -2.724 62
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1143.420 -5.081 57
9 Finance 891.913 3.447 89
10 Trade & Service 923.096 -3.079 124
No Code Prev Close Change %
1 MINA 105 178 73 69.52
2 FORZ 220 330 110 50.00
3 VICO 179 240 61 34.08
4 AGRS 153 204 51 33.33
5 ASJT 775 955 180 23.23
6 KDSI 472 580 108 22.88
7 KICI 131 159 28 21.37
8 INDY 750 900 150 20.00
9 DSNG 460 550 90 19.57
10 INKP 1,840 2,080 240 13.04
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 300 226 -74 -24.67
2 MTSM 370 282 -88 -23.78
3 HOME 236 208 -28 -11.86
4 NAGA 197 174 -23 -11.68
5 JECC 6,100 5,400 -700 -11.48
6 IBST 2,250 2,010 -240 -10.67
7 MBSS 500 450 -50 -10.00
8 CEKA 1,850 1,670 -180 -9.73
9 ASBI 362 330 -32 -8.84
10 BBLD 680 620 -60 -8.82
No Code Prev Close Change %
1 INDY 750 900 150 20.00
2 BUMI 454 448 -6 -1.32
3 DOID 1,110 1,100 -10 -0.90
4 BIPI 100 108 8 8.00
5 TRAM 107 108 1 0.93
6 TLKM 4,370 4,370 0 0.00
7 PBRX 605 595 -10 -1.65
8 ASII 9,000 8,950 -50 -0.56
9 UNTR 27,250 26,900 -350 -1.28
10 KREN 400 426 26 6.50