Portal Berita Ekonomi Senin, 26 Juni 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 17:21 WIB. BSM - Bank Syariah Mandiri komitmen dukung pembangunan Inflastruktur di Indonesia
  • 17:15 WIB. Menko  - Menteri Koordinator Perekonomian Darwin Nasution, Dwell time pelabuhan bakal turun jadi 2 hari mulai oktober.
  • 15:57 WIB. Duke 390 - KTM pastikan Duke 390 di Indonesia bebas dari Recall.
  • 15:30 WIB. Box Office - Transformers 5 hanya membukukan US$ 69,095 juta dalam seminggu penayangan.
  • 15:26 WIB. London - Chelsea dikabarkan semakin dekat untuk mendaratkan Bakayoko ke Stamford Bridge dari AS Monaco.
  • 15:23 WIB. Dallas - Dallas Mavericks menawarkan kontrak dua tahun kepada Dirk Nowitzki senilai US$ 50 juta.
  • 15:09 WIB. Hotel - Tingkat okupansi hotel di Bali mencapai 99,8% pada libur lebaran 2017.
  • 15:06 WIB. BMRI - Bank Mandiri menyalurkan 50.000 kartu e-money kepada masyarakat di Kalimantan Barat.
  • 14:55 WIB. APPBI - APPBI mengatakan jumlah pengunjung mall di Jakarta naik 40% selama lebaran 2017.
  • 14:50 WIB. Sevel - Apindo mengatakan pelarangan penjualan bir menjadi penyebab runtuhnya bisnis Seven Eleven.
  • 14:24 WIB. Mudik Lebaran - Terjadi kemacetan di tol JORR KM38 arah Cikampek.
  • 13:45 WIB. Mudik Lebaran - Dirut KAI akui adanya peredaran tiket palsu selama mudik lebaran 2017.
  • 13:44 WIB. Mudik Lebaran - KAI berhasil temukan belasan tiket palsu selama mudik 2017.
  • 12:30 WIB. Sri  Mulyani - Menkeu Sri Mulyani senang uang mengalir di daerah saat lebaran.
  • 23:45 WIB. China - "Border kulit" sedang menjadi trend di China.

Laporan Keuangan Masih Amburadul, UMKM Sulit Berkembang

Foto Berita Laporan Keuangan Masih Amburadul, UMKM Sulit Berkembang
Warta Ekonomi.co.id, Semarang -

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan hingga saat ini sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih terkendala oleh laporan keuangan.

 

"Kondisi ini menjadi kendala dalam mengakses kredit dari lembaga keuangan," kata Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi UMKM KementerianKoordinatorBidang Perekonomian Iwan Faidi di Semarang, Kamis (20/4/2017).

 

Menurut dia, jika dibiarkan hal itu akan berdampak negatif bagi perkembangan UMKM termasuk di Jawa Tengah, salah satunya adalah produktivitas menjadi rendah karena kurangnya modal. Dia mengatakan dengan masih buruknya laporan keuangan akan mempersulit perbankan melakukan analisa kelayakan pemberian kredit kepada pelaku UMKM.

 

"Sehingga akhirnya menimbulkan 'information gap' dalam proses mengakses modal tersebut," katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah Ema Rahmawati mengatakan kendala yang masih banyak dialami pelaku UMKM adalah masih sulitnya mereka memisahkan keuangan rumah tangga dengan usaha. "Mereka membayar uang sekolah anak dari situ, membayar listrik dan belanja dari dana yang sama. Itupun tidak ada pencatatan yang jelas," katanya.

 

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada para pelaku UMKM, jika ingin mengembangkan usahanya harus mulai memisahkan laporan keuangan dengan benar. "Kalau sejauh ini dari pantauan kami laporan keuangan hanya sederhana sehingga masih sulit bagi mereka untuk mengakses pembiayaan. Padahal potensi dana pembiayaan yang disalurkan kepada UMKM oleh perbankan atau BUMN sangat besar," katanya.

 

Ke depan, pihaknya berharap agar pelaku UMKM tidak hanya mampu membuat laporan keuangan sederhana tetapi juga dalam bentuk digital.

 

"Tujuannya agar kami memiliki daftar UMKM yang layak mendapatkan pembiayaan," katanya. (Ant)

Tag: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,569.89 3,533.49
British Pound GBP 1.00 16,954.71 16,781.01
China Yuan CNY 1.00 1,962.84 1,943.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,386.00 13,252.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,105.09 9,997.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,716.31 1,699.04
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.62 9,540.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,950.82 14,798.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,126.84 3,092.65
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.72 11,938.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5829.708 11.156 557
2 Agriculture 1801.653 46.187 21
3 Mining 1404.809 -2.273 44
4 Basic Industry and Chemicals 618.663 6.333 67
5 Miscellanous Industry 1498.263 8.474 42
6 Consumer Goods 2554.375 -3.199 43
7 Cons., Property & Real Estate 493.718 3.540 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.064 -4.697 59
9 Finance 949.728 -0.565 90
10 Trade & Service 919.994 6.912 126
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10