Portal Berita Ekonomi Minggu, 28 Mei 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 13:26 WIB. DPD - Mantan pimpinan Laode Ida nilai saat ini DPD mirip LSM plat merah.
  • 13:07 WIB. Beijing - China's reforms not enough to arrest mounting debt: Moody's.
  • 12:33 WIB. Golkar - Aburizal Bakrie sebut Setya Novanto pantas dampingi Jokowi di Pilpres 2019.
  • 12:33 WIB. Golkar - Aburizal Bakrie: Golkar harus calonkan wakil untuk dampingi Jokowi di Pilpres 2019.
  • 12:23 WIB. INKA - Bangladesh dan Tanzania borong 300 kereta buatan INKA.
  • 12:22 WIB. Spanyol - Mahkamah Agung Spanyol menolak banding yang diajukan Lionel Messi.
  • 12:01 WIB. Monaco - Falcao tegaskan ingin bertahan di AS Monaco lebih lama.
  • 11:29 WIB. Bom Jakarta - Kapolri tegaskan pelaku bom di Kampung Melayu merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah. 
  • 11:26 WIB. Jakarta - Plt Gubernur DKI tinjau lokasi bom Kampung Melayu.
  • 09:54 WIB. North Korea - Kim Jong Un has supervised the test of a new anti-aircraft weapon system and ordered its mass production.
  • 09:42 WIB. California - The mother of ride-hailing firm Uber's chief executive has died in a boating accident near Fresno, California on Friday.

Kemenpar Targetkan Wisman Muslim Naik

Foto Berita Kemenpar Targetkan Wisman Muslim Naik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Pariwisata RI mengajak para pelaku usaha di industri pariwisata berusaha menarik wisatawan mancanegara Muslim ke dalam negeri guna mencapai target kujungan wisman tahun 2017 sebanyak 15 juta orang.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar RI Riyanto Sofyan mengatakan di Jakarta, Jumat, bahwa Indonesia memiliki potensi wisata halal yang dapat menarik wisatawan Muslim dari berbagai negara.

"Kalau bisa para pelaku industri pariwisata bawa wisman Muslim ke dalam negeri," kata Riyanto dalam sambutannya pada acara penyerahan penghargaan 2017 kepada para anggota Forum Travel Partner Indonesia, Jumat (19/5/2017).

Menurut dia, para pelaku usaha di industri pariwisata dapat menarik wisatawan antara lain dari Malaysia, Singapura, China, Australia, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Inggris, Belanda, Prancis dan Jerman.

"Negara-negara tersebut menjadi pasar yang bisa memasok wisman Muslim ke Indonesia," kata dia.

Potensi wisata halal yang menjadikan para wisatawan Muslim sebagai segmen pasar utama memang menggiurkan. Laporan Global Muslim Travel Index 2016 mencatat ada 117 juta Muslim yang pergi berwisata selama 2015. Jumlahnya diperkirakan mencapai 168 juta orang dengan pengeluaran mencapai 200 miliar dolar AS pada tahun 2020.

"Indonesia sangat potensial menjadi destinasi wisata halal paling unggul di dunia karena memiliki keragaman destinasi dan kekayaan budaya nusantara yang tak mudah ditandingi oleh negara manapun," ujarnya.

Sepuluh kota telah masuk dalam kategori tujuan wisata halal antara lain Aceh, DKI Jakarta, Lombok, Yogyakarta. Riyanto menyinggung jumlah hotel yang telah memiliki sertifikat halal perlu ditingkatkan dan juga keberadaan toilet serta air minum harus mendukung wisata halal. Ketua Forum Travel Partner Indonesia Edy Hamdi SA mengatakan, pihaknya berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan layanan para anggotanya.

"Kami berusaha membantu membawa wisman Muslim khususnya untuk mencapai target 2017," kata Edy.

FTPI yang didirikan pada November 2013 beranggota 130 perusahaan perjalanan dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia. Organisasi itu memberikan anugerah antara lain untuk tour leader, tour planner, tour consultant, auditor, asessor dan biro perjalanan wisata. (ant)

Tag: Pariwisata, muslim, Kementerian Pariwisata (Kemenpar)

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,563.12 3,526.98
British Pound GBP 1.00 17,216.98 17,042.92
China Yuan CNY 1.00 1,944.89 1,925.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,361.00 13,229.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,932.57 9,827.82
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,714.53 1,697.57
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.67 9,544.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,957.64 14,808.54
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,125.38 3,090.89
Yen Jepang JPY 100.00 11,971.15 11,847.57

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5716.815 13.382 547
2 Agriculture 1803.514 0.219 21
3 Mining 1365.142 8.539 43
4 Basic Industry and Chemicals 617.827 0.932 66
5 Miscellanous Industry 1478.993 4.609 42
6 Consumer Goods 2523.638 -9.955 40
7 Cons., Property & Real Estate 495.589 0.371 63
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.860 19.515 59
9 Finance 913.941 0.109 89
10 Trade & Service 898.255 3.266 124
No Code Prev Close Change %
1 UNIC 4,030 4,990 960 23.82
2 BMSR 119 146 27 22.69
3 MTSM 304 358 54 17.76
4 HOME 262 300 38 14.50
5 BJBR 1,960 2,240 280 14.29
6 UNIT 246 278 32 13.01
7 NIPS 416 470 54 12.98
8 RANC 426 478 52 12.21
9 AGRS 195 218 23 11.79
10 CASS 770 860 90 11.69
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 198 156 -42 -21.21
2 BSWD 2,340 1,890 -450 -19.23
3 CMPP 139 120 -19 -13.67
4 VICO 320 278 -42 -13.12
5 GSMF 118 104 -14 -11.86
6 DART 388 352 -36 -9.28
7 BVIC 316 292 -24 -7.59
8 GMTD 7,500 7,000 -500 -6.67
9 IDPR 1,330 1,250 -80 -6.02
10 LPIN 1,200 1,130 -70 -5.83
No Code Prev Close Change %
1 INPC 103 99 -4 -3.88
2 SRIL 314 340 26 8.28
3 PGAS 2,460 2,540 80 3.25
4 BUMI 354 366 12 3.39
5 TLKM 4,360 4,470 110 2.52
6 MLPL 246 238 -8 -3.25
7 PBRX 496 498 2 0.40
8 UNTR 24,100 24,575 475 1.97
9 BBCA 17,475 17,575 100 0.57
10 MNCN 1,825 1,880 55 3.01