Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 15:08 WIB. e-Commerce - Walmart gandeng Uber untuk mengembangkan bisnis online-nya.
  • 15:02 WIB. Android - Google gandeng Xiaomi untuk melanjutkan proyek Android One-nya.
  • 14:56 WIB. Gadget - Samsung merilis dua teaser video Galaxy Note 8 sebelum diumumkan pada 23 Agustus 2017.
  • 14:55 WIB. Coding - Microsoft menawarkan pelatihan coding gratis hingga kerja sama dengan berbagai lembaga untuk mendorong kemampuan coding sejak dini.
  • 14:53 WIB. Wearable - Apple dikabarkan segera memproduksi Apple Watch Versi LTE secara masal.
  • 14:35 WIB. Uzbekistan - Kunjungi Indonesia, Uzbekistan tertarik pelajari sektor perikanan dan perikanan.
  • 14:21 WIB. Prancis - Perusahaan Prancis, Total mengakuisisi Maersk senilai US$74,5 miliar.
  • 14:18 WIB. Mayapada - Bank Mayapada melakukan due diligence penawaran umum obligasi subordinasi berkelanjutan I Tahap I/2017.
  • 14:18 WIB. Taksi Online - Organda menilai, keberadaan taksi online akan menjadi ilegal imbas MA menggugurkan aturan taksi online.
  • 14:11 WIB. Jakarta - Kepala BNN, Budi Waseso mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap artis yang terlibat jaringan pengedar narkoba di Indonesia.
  • 14:08 WIB. Jakarta - Kemenhub berencana membangun jalur rel kereta layang atau loop line pada jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta.
  • 14:04 WIB. Milan - AC Milan bidik gelandang jangkar Juventus, Marchisio.
  • 13:38 WIB. Taliban - Taliban kecam kebijakan Trump terkait intervensi militer di Afghanistan.

Ini Penyebab Retaknya Beton Flyover Antapani

Foto Berita Ini Penyebab Retaknya Beton Flyover Antapani
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Penyangga beton jembatan layang (Flyover) Antapani Bandung yang berada diterusan Jalan Jakarta-Kota Bandung mengalami keretakan, Padahal Flyover terebut baru berusia satu tahun.

Direksi Teknis Pusjatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPERA), Fahmi Aldiamar mengatakan terjadinya lubang karena salah satu tiang pancang flyover mengenai pipa induk air limbah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung. Kejadian itu diketahui pertama kali pada pada 26 Februari 2017 lalu.

"Jadi itu retak akibat bocornya pipa PDAM dibawah kontruksi jembatan, dan debit airnya besar, sehingga waktu air mengalir, menggerus material diatasnya sehingga ambles,"kata Fahmi ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Jumat (9/6/2017).

Fahmi mengungkapkan pihaknya sengaja memperlebar lubang untuk mengetahui seberapa besar kerusakan terjadi. Namun Fahmi menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak berimbas besar pada bangunan jembatan.

"Masyarakat tidak perlu khawatir lubang yang ada saat ini adalah lubang yang diperlebar untuk tahu efek dari kerusakan yang terjadi, tapi ternyata tidak terjadi kerusakan signifikan, secara struktur flyover Antapani masih  aman,"tegasnya.

Untuk menangani kejadian itu, KemenPUPERA sudah berkoordinasi dengan PDAM Tirtawening dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, agar menghentikan sementara aliran air sehingga lebih mudah dilakukan perbaikan.

"Sudah koordinasi dengan PDAM dan DPU, kita tidak bisa lakukan penanganan permanen kalau air belum berhenti total, kan nanti basah, jadi penangan tidak sempurna," ungkapnya.

Senada dengan Fahmi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen mengaku pihaknya telah melakukan perbaikan terkait kerusakan tersebut. Bahkan sudah berkoordinasi dengan pihak kontraktor dan Pusjatan untuk proses perbaikan dengan melakukan penyedotan air untuk pengeringan saluran air yang bocor.

"Kami juga berkoordinasi dengan kontraktor dan Pusjatan karena masih dalam masa pemeliharaan," katanya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sony Salimi mengakui ada pipa milik PDAM yang mengalami kebocoran karena terkena tiang pancang Flyover Antapani.

Soni menjelaskan lokasi pipa yang bocor berada di kedalaman 6 hingga 7 meter dibawah permukaan tanah. PDAM Tirtawening juga sudah memberikan hasil pemantauan ke kontraktor proyek Flyover Antapani agar bisa segera dilakukan penanganan.

"Kita sudah duga, tanah yang terbawa aliran ini sampai mana, karena bisa saja ada pengendapan di titik lain. Sebab, tanah sebesar itu tidak mungkin hilang, asumsi saya itu masuk kedalam aliran lagi, ini yang sedang kita evaluasi," pungkasnya.

Seperti diketahui, Flyover Antapani ini merupakan proyek percontohan hasil inovasi dari Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jembatan layang yang menelan anggaran Rp33,5 miliar itu menggunakan teknologi struktur baja bergelombang dengan kombinasi mortar busa.

Pengerjaan jembatan layang yang dimulai Juni 2016 ini selesai dalam waktu 6 bulan atau Desember 2016 sebelum diresmikan oleh Wapres Jusuf Kalla pada 24 Januari 2017. 

Tag: Fahmi Aldiamar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), Infrastruktur, Bandung

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,574.57 3,538.65
British Pound GBP 1.00 17,287.09 17,110.30
China Yuan CNY 1.00 2,012.85 1,992.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,405.00 13,271.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,640.89 10,533.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.34 1,696.15
Dolar Singapura SGD 1.00 9,851.55 9,749.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,833.99 15,674.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,129.08 3,095.64
Yen Jepang JPY 100.00 12,273.39 12,148.48

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5861.004 -32.837 559
2 Agriculture 1736.347 -8.071 18
3 Mining 1506.720 -4.642 44
4 Basic Industry and Chemicals 606.497 -4.760 67
5 Miscellanous Industry 1342.856 -3.844 41
6 Consumer Goods 2458.844 -59.274 45
7 Cons., Property & Real Estate 509.294 0.761 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1239.858 -1.111 60
9 Finance 986.730 4.982 89
10 Trade & Service 917.455 -7.348 130
No Code Prev Close Change %
1 PSDN 170 218 48 28.24
2 ALKA 304 380 76 25.00
3 CMPP 304 380 76 25.00
4 GOLD 580 680 100 17.24
5 PRAS 222 260 38 17.12
6 BBHI 170 186 16 9.41
7 OKAS 78 85 7 8.97
8 HDFA 184 199 15 8.15
9 MKNT 1,320 1,425 105 7.95
10 AMAG 382 410 28 7.33
No Code Prev Close Change %
1 BIMA 116 92 -24 -20.69
2 PUDP 640 545 -95 -14.84
3 DGIK 69 60 -9 -13.04
4 TALF 360 314 -46 -12.78
5 RMBA 450 398 -52 -11.56
6 MLPT 555 500 -55 -9.91
7 LION 975 885 -90 -9.23
8 SQMI 550 500 -50 -9.09
9 VINS 198 180 -18 -9.09
10 ENRG 120 110 -10 -8.33
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 344 352 8 2.33
2 MBSS 366 376 10 2.73
3 PUDP 640 545 -95 -14.84
4 MLPL 218 212 -6 -2.75
5 WAPO 101 95 -6 -5.94
6 INDY 935 990 55 5.88
7 BUMI 288 274 -14 -4.86
8 HMSP 3,740 3,590 -150 -4.01
9 MPPA 750 750 0 0.00
10 KREN 418 426 8 1.91