Portal Berita Ekonomi Selasa, 27 Juni 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 18:11 WIB. Jasa Marga - Jasa Marga membagikan tips kepada pemudik agar arus balik terasa nyaman.
  • 18:05 WIB. ESDM - Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan data subsidi listrik buatan manusia sehingga ada cacat.
  • 17:55 WIB. Libur Lebaran - H+2 jalur Puncak-Cianjur macet hingga belasan km.
  • 17:52 WIB. Asman Abnur - Menteri PAN-RB Asman Abnur setujui ubah tunjangan kinerja pegawai pajak.
  • 17:47 WIB. Menpar - Menteri Pariwisata Arief Yahya, ancam pengusaha hotel untuk menaikan tarif 10 kali lipat.
  • 17:32 WIB. Sulteng : Pertumbuhan ekonomi sulawesi tengah tumbuh 3,91 % di awal 2017.
  • 17:30 WIB. Padang - Pemkot Padang memberi kesempatan kepada perantau untuk berinvestasi.
  • 17:20 WIB. Manchester - Juventus tegaskan tidak akan menjual Bonucci ke Manchester City.
  • 17:08 WIB. zGold - Razer tunjuk MOL sebagai distributor utama untuk mata uang virtual Razer, zGold di wilayah Asia Pasifik.
  • 17:07 WIB. Spanyol - Media Spanyol ungkap cara Messi gelapkan pajak melalui badan amal miliknya.
  • 17:04 WIB. NBA - Russel Westbrook dari Oklahoma City Thunder menjadi pemain terbaik NBA musim 2016-2017.
  • 16:12 WIB. Provider - Telkomsel alami lonjakan penggunaan data hingga 6000 TB saat hari raya Idul Fitri.
  • 23:45 WIB. China - "Border kulit" sedang menjadi trend di China.

KKP: Nilai Tukar Nelayan Bukan Rekayasa

Foto Berita KKP: Nilai Tukar Nelayan Bukan Rekayasa
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kepala Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Zulficar Mochtar menangkis tudingan yang beranggapan bahwa perhitungan nilai tukar nelayan yang mengukur tingkat kesejahteraan adalah tidak benar, karena nilai tukar nelayan bukan hasil rekayasa.

Zulficar Mochtar dalam konferensi pers di KKP, Jakarta, Senin (19/6/2017), menyatakan, nilai tukar nelayan atau NTN merupakan hasil perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) yang akurat dan berdasarkan metodologi yang telah diuji kadar keilmiahannya.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik dan Produksi BPS Adi Lukmasono dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan, di BPS juga ada lembaga pengawas seperti ada Forum Masyarakat Statistik yang terdiri dari pakar-pakar dari perguruan tinggi nasional.

Adi Lukmasono mengemukakan bahwa bila ada masukan dari masyarakat yang mempertanyakan terkait validitas data statistik nasional, maka BPS juga akan dipanggil oleh forum tersebut untuk menjawab permasalahan itu.

Sebelumnya, pengamat sektor kelautan dan perikanan, Abdul Halim mengingatkan, nelayan tradisional atau kecil yang tersebar di berbagai daerah perlu peningkatan akses terhadap permodalan guna mengembangkan sektor perikanan di Tanah Air.

"Terhubungnya hulu hilir sektor perikanan memberikan kepastian usaha bagi nelayan, termasuk urusan permodalan," kata Abdul Halim.

Menurut dia, peningkatan akses permodalan akan sangat membantu para nelayan dalam mengembangkan usahanya serta meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kelancaran hulu hilir sektor perikanan dalam artian mulai dari ikan ditangkap, bisa didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), hingga adanya fasilitas "cold storage" (penyimpanan dingin) untuk pengolahan dan pemasaran.

Abdul Halim juga menyatakan pentingnya program yang bersifat kongkrit dalam rangka menerapkan konsep perikanan berkelanjutan yang juga bermanfaat untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan nelayan.

"Ada tiga dimensi di dalam perikanan berkelanjutan, yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi," kata Abdul Halim yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan.

Dalam bidang lingkungan, menurut dia, program yang bisa dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) adalah melakukan pendampingan teknis dan pelatihan serta dukungan alokasi anggaran kepada nelayan berkenaan dengan aktivitas penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

Sementara dalam dimensi sosial, lanjutnya, KKP perlu memastikan tempat tinggal nelayan dan anggota keluargannya, yang juga dilengkapi dengan akses air yang baik dan sanitasi yang laik.

Sedangkan di tingkat ekonomi, KKP dinilai mesti dapat menghubungkan pengelolaan sumber daya ikan dari hulu ke hilir sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan hidup nelayan.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga telah menginginkan perbankan bisa memperbesar fasilitas pembiayaan seperti dalam bentuk kredit untuk investasi sektor perikanan. (Ant)

Tag: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), M Zulficar Mochtar, Badan Pusat Statistik (BPS), Nelayan

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,569.89 3,533.49
British Pound GBP 1.00 16,954.71 16,781.01
China Yuan CNY 1.00 1,962.84 1,943.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,386.00 13,252.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,105.09 9,997.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,716.31 1,699.04
Dolar Singapura SGD 1.00 9,640.62 9,540.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,950.82 14,798.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,126.84 3,092.65
Yen Jepang JPY 100.00 12,062.72 11,938.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5829.708 11.156 557
2 Agriculture 1801.653 46.187 21
3 Mining 1404.809 -2.273 44
4 Basic Industry and Chemicals 618.663 6.333 67
5 Miscellanous Industry 1498.263 8.474 42
6 Consumer Goods 2554.375 -3.199 43
7 Cons., Property & Real Estate 493.718 3.540 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.064 -4.697 59
9 Finance 949.728 -0.565 90
10 Trade & Service 919.994 6.912 126
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading