Portal Berita Ekonomi Senin, 24 Juli 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 22:16 WIB. Libya - Penjaga pantai Libya selamatkan migran yang berjumlah 300 orang.
  • 22:15 WIB. Israel - Pihak Israel serang wilayah Gaza pascapenembakan rudal ke perbatasan.
  • 22:12 WIB. Jepang - Otoritas Jepang buat sebuah gerakan "Teleworking" jelang Olimpiade 2020.
  • 22:10 WIB. Turki - Presiden Turki, Tayyip Erdogan, kunjungi negara-egara Teluk guna redakan krisis yang sedang berlangsung
  • 22:07 WIB. Al-Aqsa - Situasi di Al-Aqsa terus memanas, Liga Arab berikan peringatan kepada Israel.
  • 22:06 WIB. Israel - Mantan Menlu Israel, Tzipi Livni, berkata bahwa Israel berada di ambang pertempuran dengan dunia Muslim.
  • 22:05 WIB. Iran - Pihak berwenang Teheran bantah otoritas Kuwait mengusir duta besar Iran dari Kuwait City.
  • 22:02 WIB. Donald Trump - Menantu Donald Trump, Jared Kushner, bantah telah berkolusi dengan pihak Rusia.
  • 22:01 WIB. Rodrigo Duterte - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, abaikan kritik dan bersumpah perang narkoba jalan terus.
  • 21:59 WIB. Palestina - Iran kirim tim medis dan obat-obatan untuk bantu Palestina akibat bentrok yang terjadi dengan militer Israel.
  • 21:57 WIB. Rusia - Rusia menolak resolusi baru DK PBB terkait dengan Korut.
  • 08:04 WIB. Transportasi - Menhub tinjau proyek pembangunan Stasiun Manggarai.

Menyimak Ketegasan Securities and Exchange Commission

Foto Berita Menyimak Ketegasan Securities and Exchange Commission
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Securities and Exchange Commission (SEC), badan pengawas pasar modal di Amerika Serikat, mengeluarkan press release terbaru berupa sanksi kepada Penn West Petroleum Ltd (Penn West Petroleum Ltd berganti nama menjadi Obsidian Energy Ltd) dan kepada tiga mantan eksekutif keuangannya atas tuduhan melakukan fraud akuntansi yang luas selama beberapa tahun (multiyear). Penn West Petroleum Ltd adalah perusahaan minyak dan gas dari Kanada dan merupakan produsen minyak dan gas Kanada terbesar.

Modus operandi fraud akuntansi yang dilakukan adalah memindahkan biaya dari beban operasional ke beban atau pengeluaran modal (capital expenditure) yang mengakibatkan laba bersih tampak kinclong. Menurut SEC, nilai kapitalisasi biaya tersebut signifikan. Istilah di Penn West Petroleum adalah reclass to capital yaitu dengan membuat jurnal.

Penn West Petroleum tampak berhasil mengurangi beban operasional sebesar 20% dalam suatu periode dengan membuat laporan perbaikan efisiensi dan profitabilitas ekstraksi minyak (reported metrics for oil extraction efficiency and profitability). Penn West Petroleum tampak berhasil menurunkan beban operasional dan biaya ekstraksi dan memproses minyak untuk menjual satu barel minyak bumi. Penn West Petroleum juga nampak berhasil di mata publik mencapai target anggaran perusahaan. Nyatanya, Penn West Petroleum masih berjuang menjaga biaya operasionalnya agar terkendali sesuai target anggaran.

Aktor pelaku dan pencetus gagasan tersebut adalah mantan Chief Financial Officer (CFO) Penn West Petroleum Todd Takeyasu, dan mantan Vice President of Accounting and Reporting Penn West Petroleum Jeffery Curran, dan mantan Operations Controller Penn West Petroleum Waldemar Grab.

SEC menemukan praktik reclass-to-capital berdasarkan instruksi CFO. Akuntan yang menjadi bawahan ketiga eksekutif telah mengingatkan mereka bahwa jurnal ini tidak memiliki dasar akuntansi dan bukti yang valid. Ini berarti terjadi diskresi akrual. Investigasi fraud oleh SEC tidak menemukan bukti keterlibatan dua mantan Chief Executive Officer (CEO) Penn West Petroleum Murray Nunns dan David Roberts. Namun keduanya telah mengembalikan bonus uang dan kompensasi saham yang diterimanya atas kinerja keuangan perusahaan di tahun-tahun terjadinya fraud akuntansi.

Akibat dari praktik akuntansi yang menyimpang ini, Penn West Petroleum melakukan penyajian kembali laporan keuangan tahun 2012 sampai dengan triwulan pertama 2014 serta menyatakan laporan keuangan dan laporan audit atas laporan leuangan tersebut tidak dapat diandalkan lagi.

Tuduhan SEC kepada Penn West Petroleum dan tiga mantan eksekutifnya diajukan di pengadilan federal atas pelanggaran antifraud, pelanggaran akuntansi dan pelaporan keuangan sesuai peraturan pasar modal. SEC berupaya meminta putusan pengadilan atas pengembalian imbalan-imbalan yang diterima tiga eksekutif tesebut dari kinerja keuangan yang dipalsukannya serta akan mengenakan sanksi-sanksi lainnya. Tidak ada pernyataan dari SEC terkait posisi Kantor Akuntan Publik yang mengaudit laporan keuangan Penn West Petroleum.

Di kuliah Akuntansi Forensik dan Audit Fraud, saya membekali mahasiswa tentang fraud akuntansi. Modus memperkecil biaya adalah modus fraud akuntansi yang sudah sangat lazim dan seharusnya mudah dideteksi namun seringkali gagal dideteksi oleh auditor yang dipekerjakan oleh akuntan publik. Kepentingan melakukan fraud akuntansi pada umumnya adalah pada eksekutif sehingga terjadilah diskresi untuk kepentingan eksekutif terhadap bukti, jurnal, estimasian, dan pelaporannya. Akuntan publik adalah pengaman dari lolosnya diskresi, praktik, atau asersi akuntansi yang menyimpang yang nantinya menyebabkan laporan keuangan tidak menyajikan secara jujur dan wajar.

Karena diskresi, praktik atau asersi akuntansi telah diselubungi kepentingan eksekutif maka kewajiban menerapkan pengendalian intern atas pelaporan keuangan pun menjadi tidak efektif karena eksekutif sendiri yang mengabaikan bahkan merusak pengendalian intern.

Di manakah posisi audit intern? Menurut saya, posisi audit intern menjadi sangat baik bilamana direktur utama selaku penanggung jawab keefektifan pengendalian intern dan kewajaran penyajian dan pelaporan keuangan serta dewan komisaris melalui komite audit memandang perlu atau butuh memperoleh keyakinan memadai secara teintegrasi dan terkonsolidasi atas praktik dan asersi akuntansi (reasonable consolidated assurance) dari aktivitas audit intern.

Menurut dugaan saya, sangat sedikit perusahaan, khususnya emiten di Indonesia, yang meminta assurance secara teintegrasi dan terkonsolidasi dari audit intern tentang penyajian dan pelaporan keuangan. Ada dua anggapan kenapa belum menjadi kebutuhan adanya assurance secara teintegrasi dan terkonsolidasi tentang penyajian dan pelaporan keuangan dari audit intern yaitu: (1) assurance tentang penyajian dan pelaporan keuangan sudah menjadi urusan akuntan publik dan (2) tidak ada kewajiban paksaan dari regulator otoritas atas pengawas. Kebanyakan pengujian audit intern dilakukan secara sektoral, belum dikaitkan dan diintegrasikan ke akuntansinya.

Salah satu kewajiban Komite Audit adalah membantu memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar. Sayangnya Komite Audit tampaknya banyak bertumpu pada hasil audit oleh akuntan publik. Namun Norman Marks, merujuk laporan KPMG 2017 Global Audit Committee Pulse Survey mengemukakan bahwa Komite Audit memandang audit intern untuk fokus ke risiko-risiko yang kritikal bagi perusahaan dan pengendaliannya.

Komite Audit memandang aktivitas audit intern agar tidak hanya melihat risiko kepatuhan dan risiko pelaporan keuangan. Dapat dibayangkan betapa beratnya aktivitas audit intern yang selain harus memenuhi kebutuhan Komite Audit dan manajemen untuk menjaga perusahaan dari risiko-risiko kritikal tetapi juga harus mempertahankan risiko klasik berupa risiko kepatuhan dan risiko pelaporan keuangan.

Aktivitas audit intern yang mampu merencanakan, merancang, dan mengoordinasikan auditnya sehingga memperoleh assurance secara teintegrasi dan terkonsolidasi dari audit intern tentang penyajian dan pelaporan keuangan akan memperoleh manfaat ekonomi dari pengurangan biaya jasa profesional akuntan publik. Tentu dengan syarat akuntan publik meyakini kualitas proses dan hasil audit intern atas bagian atau fungsi dan proses yang terkait dengan penyajian dan pelaporan keuangan.

Terkait dengan kewajiban manajemen menyajikan laporan keuangan yang wajar dan jujur dan kewajiban Dewan Komisaris melalui Komite Audit untuk meyakini bahwa laporan keuangan telah wajar dan jujur maka wajib direnungkan pentingnya menjaga risiko klasik berupa risiko kepatuhan dan risiko pelaporan keuangan, khususnya pagi perusahaan yang go public.

Beruntung di Indonesia tidak seperti di Amerika Serikat yang otoritasnya cadas dan menggebu-gebu menegakkan peraturan dan sanksi atas fraud akuntansi. Simak pernyataan Stephanie Avakian, Co-Director of the SEC's Enforcement Division: Combating financial fraud is critical to maintaining a fair and transparent marketplace,  we will continue to vigorously pursue and punish corporate executives and other individuals whose actions violate the federal securities laws."

Saya sangat tertarik dengan pernyataan dan ketegasan SEC.

Tag: Diaz Priantara, Securities and Exchange Commission, Penn West Petroleum Ltd, Obsidian Energy Ltd, Todd Takeyasu, Jeffery Curran, Waldemar Grab

Penulis: Diaz Priantara, Ak, BKP, CA, CPA, CICA, CCSA, CRMA, CFSA, CIA, CFE

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Diaz Priantara

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,569.79 3,533.49
British Pound GBP 1.00 17,416.52 17,234.23
China Yuan CNY 1.00 1,985.76 1,965.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,386.00 13,252.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,597.70 10,490.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,714.72 1,697.52
Dolar Singapura SGD 1.00 9,823.87 9,721.96
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,620.12 15,462.43
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,126.11 3,092.65
Yen Jepang JPY 100.00 12,058.37 11,934.44

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5801.587 36.163 558
2 Agriculture 1784.002 -9.080 18
3 Mining 1462.407 -4.430 44
4 Basic Industry and Chemicals 620.274 2.215 67
5 Miscellanous Industry 1402.399 3.878 41
6 Consumer Goods 2505.838 16.677 45
7 Cons., Property & Real Estate 483.250 0.155 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1190.421 16.374 60
9 Finance 954.964 9.294 89
10 Trade & Service 919.097 0.899 129
No Code Prev Close Change %
1 MABA 1,515 1,890 375 24.75
2 UNIT 220 270 50 22.73
3 MARK 402 448 46 11.44
4 CNTX 650 720 70 10.77
5 MIDI 930 1,020 90 9.68
6 CANI 464 505 41 8.84
7 SDRA 815 885 70 8.59
8 FIRE 1,440 1,560 120 8.33
9 PALM 370 400 30 8.11
10 BIMA 83 89 6 7.23
No Code Prev Close Change %
1 VINS 204 175 -29 -14.22
2 ASJT 640 550 -90 -14.06
3 ARTO 197 170 -27 -13.71
4 JAWA 226 202 -24 -10.62
5 HERO 1,200 1,085 -115 -9.58
6 KMTR 595 540 -55 -9.24
7 HDFA 260 238 -22 -8.46
8 BIPP 100 92 -8 -8.00
9 SKBM 570 525 -45 -7.89
10 KIAS 114 105 -9 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 358 362 4 1.12
2 AISA 1,205 1,255 50 4.15
3 LMPI 154 157 3 1.95
4 TLKM 4,560 4,650 90 1.97
5 HOKI 414 384 -30 -7.25
6 DOID 830 770 -60 -7.23
7 WSBP 430 442 12 2.79
8 PBRX 525 510 -15 -2.86
9 ASII 8,200 8,225 25 0.30
10 INDY 910 840 -70 -7.69