Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 Juli 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 21:19 WIB. Angket- Fraksi PAN di DPR kemungkinan besar akan cabut kadernya dari keanggotaan Pansus Angket tentang KPK.
  • 21:18 WIB. e-KTP- Mendagri Tjahjo Kumolo memastikan WNI tak boleh mengisi kolom agama di e-KTP diluar 6 agama yang ditetapkan pemerintah.
  • 21:16 WIB. Pilgub- DPD Partai Demokrat Jatim memastikan Mensos Khofifah Indar Parawansa bakal ikut bertarung di Pilgub Jatim 2018.
  • 21:14 WIB. Kontras- Mantan aktivis KontraS Haris Azhar menyebut kasus penyiraman penyidik KPK Novel Baswedan sarat intrik di internal Polisi dan KPK.
  • 21:11 WIB. Uni Eropa - Pengadilan tinggi Uni Eropa tetapkan Hamas sebagai organisasi teror.
  • 21:10 WIB. Reshuffle- Waketum PAN Taufik Kurniawan menegaskan partainya siap jika harus kehilangan kursi menteri di Kabinet Kerja.
  • 21:09 WIB. Palestina - Di forum DK PBB, pihak RI tegaskan rakyat Palestina harus bebas untuk beribadah.
  • 21:07 WIB. Taliban - Taliban serang pangkalan militer, puluhan tentara Afghanistan meninggal dunia.
  • 21:07 WIB. KPK- Pansus angket tentang KPK DPR akan memanggil mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.
  • 21:06 WIB. Rusia - Rusia tegaskan akan balas sanksi baru yang dijatuhkan AS kepadanya.
  • 21:05 WIB. Amerika Serikat - Kemlu AS bantah Rex Tillerson akan mundur dari posisinya sebagai Menlu Amerika Serikat.
  • 21:04 WIB. Mesir - Mesir: tidak ada yang namanya kompromi dengan Qatar.
  • 21:03 WIB. Vietnam Tengah - Badai topan tropis sonca, timbulkan kekacauan di Vietnam Tengah.
  • 21:01 WIB. Mahmoud Abbas - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas tegaskan masjid Al-Aqsa agar kembali ke status quo.
  • 20:58 WIB. Prancis - Kebakaran besar landa pesisir pantai Riviera Prancis, 10.000 ribu orang dievakuasi.

Mangrove Kebanggaan Pabean Udik

Foto Berita Mangrove Kebanggaan Pabean Udik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sejak tahun 1990-an tambak udang di wilayah pesisir Indramayu sangatlah populer, namun dampak dari perkembangan tambak udang tersebut mengakibatkan tandusnya wilayah di sekitar. Banyak pohon dan tumbuhan dibabat untuk kepentingan tambak, alhasil abrasi kerap terjadi karena minimnya vegetasi. Tak hanya wilayah pesisir yang rusak, biota laut pun jadi kehilangan habitat karena persoalan tersebut. Lambat laun kehidupan warga Desa Pabean Udik di Indramayu pun berdampak terkena imbasnya.

Kejadian tersebut sangatlah menohok warga. Pasalnya, perekonomian yang pada awalnya baik-baik saja kini berangsur merugi akibat abrasi. Melihat hal tersebut, beberapa masyarakat di sana tidak tinggal diam. Sekelompok kecil warga mulai merintis penanaman dan pengolahan pohon mangrove di wilayah tersebut. Harapannya, mereka dapat meningkatkan kelestarian lingkungan di wilayah pesisir serta membangun perekonomian warga melalui hasil olahan mangrove.

Awalnya, banyak warga Desa Pabean Udik yang tak percaya bahwa hutan mangrove pun bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi keadaan ekonominya. Wajar saja, kebanyakan dari mereka terbiasa dengan cara hidup instan. Artinya, mereka hanya percaya pada potensi laut yang bisa menghasilkan banyak nilai ekonomi secara cepat.

Padahal, hutan mangrove sebagai sumber daya alam yang dimiliki desa pun punya potensi besar untuk memberi banyak manfaat. Sayangnya, banyak warga meyakini keberadaan hutan mangrove hanya berfungsi sebatas penahan laju abrasi.

Sejak tahun 2008 para perintis tersebut aktif menanam pohon mangrove di sekitar desanya. Para perintis hutan mangrove yang tergabung dalam Kelompok Tani Jaka Kencana terus melancarkan upayanya memasyarakatkan pohon mangrove. Kelompok Tani Jaka Kencana ini didirikan oleh Abdul Latief, salah satu warga Pabean Udik.

Hingga saat ini luas lahan yang telah ditanami mangrove sebesar 20 hektare. Mereka juga akan mengembangkannya menjadi 70 hektare dalam konsep "Kampung Mangrove". Kampung ini diproyeksikan bakal menjadi tujuan wisata dan pendidikan masyarakat.

Kelompok Tani Jaka Kencana menanami kampung ini dengan 34 jenis mangrove (inti, asosiasi, dan tambahan), wahana air, outbond, pengolahan produk mangrove, ragam budaya Indramayu, situs sejarah, kerajinan batik, dan gerabah.

Kelompok ini juga mengolah mangrove menjadi beberapa produk, mulai dari kecap, sirup, bedak, lulur, teh, dodol, rempeyek, sampai pakan ikan. Abdul mengakui saat ini skala produksi dan distribusi produk olahan tersebut masih kecil dan terbatas. Saat ini mereka mengandalkan jaringan lembaga swadaya masyarakat yang berdomisili di berbagai daerah di Indonesia.

Upaya Abdul mengembangkan hutan mangrove di desanya memang penuh tantangan. Meski begitu, Abdul tetap konsisten dengan terus menjalankannya, menciptakan inovasi dengan berbagai produk olahan dan rencana pembangunan kawasan wisata. Semuanya demi cita-cita Abdul mengurai masalah ekologi dan ekonomi masyarakat.

Usaha yang dilakukan pria kelahiran kelahiran 14 Juli 1971 tersebut tidak sia-sia. Selain berhasil menjadikan produk yang bermanfaat baik, ia dan Kelompok Tani Jaka Kencana berhasil menjadi salah satu pemenang Pertamina Awards 2016 dalam kategori Pertamina Berdikari.

Setelah menyandang predikat pemenang penghargaan tersebut, Abdul bersama kelompok taninya sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjadikan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya semakin maju.

"Kami dan teman-teman sudah menyiapkan program-program yang akan dilakukan bersama Pertamina. Kami akan membuat kampung baru yang di dalamnya terangkai nilai-nilai ekonomis, ekologi, sosial, budaya, dan edukasi. Konsep lingkungan ini akan dijalankan secara berkesinambungan," ujar Abdul.

Kelompok tani tersebut dibagi menjadi tiga, yaitu kelompok pengolah, penanam, dan penyedia bahan baku. Dengan adanya ketiga kelompok tersebut, Adbul optimis mampu membawa masyarakat menuju kesejahteraan lebih baik.

Penulis: Hari Maulana

Tag: Mangrove, Kelompok Tani Jaka Kencana, Abdul Latief, Pabean Udik, PT Pertamina (Persero)

Penulis: Redaksi

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Priyo Widiyanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,573.98 3,537.30
British Pound GBP 1.00 17,456.14 17,278.94
China Yuan CNY 1.00 1,984.48 1,964.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,401.00 13,267.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,605.55 10,496.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.88 1,698.50
Dolar Singapura SGD 1.00 9,836.32 9,734.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,614.85 15,453.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,128.88 3,095.43
Yen Jepang JPY 100.00 11,979.08 11,856.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5800.206 -13.329 558
2 Agriculture 1772.884 -2.241 18
3 Mining 1465.301 5.157 44
4 Basic Industry and Chemicals 612.195 -1.939 67
5 Miscellanous Industry 1386.417 1.397 41
6 Consumer Goods 2484.457 -30.445 45
7 Cons., Property & Real Estate 481.634 0.333 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1196.048 -6.175 60
9 Finance 963.563 4.319 89
10 Trade & Service 922.973 -1.862 129
No Code Prev Close Change %
1 PADI 510 635 125 24.51
2 MLIA 494 565 71 14.37
3 MFMI 850 970 120 14.12
4 KICI 160 178 18 11.25
5 KARW 200 220 20 10.00
6 BIPI 103 113 10 9.71
7 DOID 680 745 65 9.56
8 TINS 745 815 70 9.40
9 BRAM 13,700 14,975 1,275 9.31
10 BKDP 80 87 7 8.75
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 400 300 -100 -25.00
2 HDFA 240 193 -47 -19.58
3 FINN 404 350 -54 -13.37
4 PNBS 128 112 -16 -12.50
5 KIAS 105 92 -13 -12.38
6 APII 266 238 -28 -10.53
7 JECC 5,850 5,325 -525 -8.97
8 CKRA 88 81 -7 -7.95
9 MBAP 1,950 1,800 -150 -7.69
10 SSTM 515 480 -35 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 370 370 0 0.00
2 WSBP 452 472 20 4.42
3 TLKM 4,720 4,700 -20 -0.42
4 DOID 680 745 65 9.56
5 AISA 1,185 1,175 -10 -0.84
6 BIPI 103 113 10 9.71
7 STAR 73 71 -2 -2.74
8 PBRX 505 505 0 0.00
9 BBCA 18,575 18,775 200 1.08
10 TINS 745 815 70 9.40