Portal Berita Ekonomi Jum'at, 18 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 22:44 WIB. Sepak Bola Sea Games (17/8) - Thailand 1 - 0 Timor Leste
  • 22:36 WIB. Ride Sharing - Go-Jek menghelat sejumlah kampanye khusus bertemakan hari kemerdekaan RI ke-72.
  • 22:34 WIB. Gadget - Peneliti dari Universitas Washington berhasil mengembangkan prototipe ponsel tanpa baterai.
  • 22:33 WIB. Gadget - Polytron: Tren smartphone dengan kamera ganda bakal menjadi tren sesaat saja.
  • 22:27 WIB. Bursa Transfer - Barcelona klaim segera dapatkan Philipe Coutinho dalam waktu dekat.
  • 22:23 WIB. Kenya - Pemimpin oposisi Kenya akan lakukan upaya hukum ke Mahkamah Agung Kenya terkait hasil pilpres.
  • 22:21 WIB. Kenya - Komisi Pengawasan Pemerintah Kenya segera lakukan penyelidikan kepada polisi Kenya, terkait pembunuhan bayi dan seorang bocah perempuan.
  • 22:17 WIB. Turki - Turki perkuat kerja sama dengan militer Iran pascakunjungan Kepala Staf Militer Iran, Mohammad Baqeri.
  • 22:14 WIB. India - India rampungkan pembelian enam helikopter Boieng dengan mahar $650 juta.
  • 22:06 WIB. Neymar Jr - Pemain PSG, Neymar Jr, ditunjuk sebagai duta disabilitas.
  • 22:05 WIB. Arab Saudi - Arab Saudi bantah lakukan mediasi dengan pihak Iran.
  • 22:04 WIB. Charlottesville - Ribuan warga AS tolak aksi kekerasan di Charlottesville, Virginia.
  • 22:03 WIB. Mesir - Mesir: sebanyak 33.000 ribu artefak hilang dalam kurun waktu 50 tahun.
  • 22:01 WIB. Inggris - Otoritas Inggris yakin terkait perundingan Brexit menuju ke tahapan selanjutnya di bulan Oktober.
  • 21:59 WIB. Suriah - Uni Eropa harapkan perundingan damai di Suriah dapat terlaksana di bulan Oktober atau November 2017.

Manajemen Sevel Curhat Soal Kronologis Penutupan Seluruh Gerai

Foto Berita Manajemen Sevel Curhat Soal Kronologis Penutupan Seluruh Gerai
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Modern Internasional Tbk (MDRN) induk usaha dari PT Modern Sevel Indonesia (MSI) yang merupakan pemilik gerai 7-Eleven (Sevel) di Indonesia ini curhat terkait kronologis perseroan memutuskan untuk menutup Sevel.

Direktur Keuangan Modern Internasional Chandra Wijaya mengatakan jika gonjang-ganjing Sevel berawal dari tahun 2015 di mana saat itu perusahaan sudah menjalankan strategi restrukturisasi dan konsolidasi perusahaan dengan secara aktif mencari investor baru dalam melakukan pengembangan bisnis Sevel.

Namun sayang, pada 2015 penjualan MSI mulai menurun ke level Rp886,15 miliar. Kala itu perseroan mengalami kerugian operasional Rp49,58 miliar dan rugi tahun berjalan sebesar Rp127,7 miliar.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan ekspansi Sevel yang dilakukan terlalu cepat di awal di mana sebagian besar kebutuhan ekspansi tersebut dibiayai oleh pinjaman. Sehingga, kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman yang signifikan mengganggu modal kerja yang dapat digunakan untuk operasi bisnis Sevel.

"Ditambah lagi dengan daya beli masyarakat yang melemah sejak tahun 2015 dan terus berkelanjutan di tahun 2016 dan awal 2017, serta pertumbuhan bisnis retail yang melambat juga menjadi salah satu kendala dalam pengembangan bisnis Sevel," ujarnya di Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Chandra menuturkan keadaan semakin parah dengan adanya pelarangan penjualan minuman beralkohol (minol) di gerai-gerai minimarket yang efektif berlaku per April 2015. "Pelarangan juga mempengaruhi penjualan snack dan confectionary sehingga penurunan penjualan sangat terasa," tuturnya.

Selain itu, lanjut Chandra, persaingan bisnis retail khususnya di hidnag convenience store semakin lama semakin tinggi dan ketat dengan banyaknya pemain baru yang masuk.

"Persaingan bisnis yang sangat ketat ini bukan hanya dirasakan oleh binis Sevel, tetapi juga banyak pemain retail convenience store dengan brand kuat dari luar negeri yang sudah terlebih dahulu melakukan penghentian operasi bisnis mereka," ungkapnya.

MDRN pun tak tinggal diam, beberapa kali perusahaan mencoba untuk mencari investor strategis guna menyelamatkan Sevel. Namun, usaha tersebut terus menerus kandas. Yang terakhir,  perusahaan gagal menjual Sevel ke anak usaha PT Charoen Pokhpand Indonesia (CPIN) yakni PT Charoen Pokhpand Restu Indonesia (CPRI). Sehingga, pada 30 Juni 2017 perseroan memutuskan untuk menutup seluruh gerai Sevel yang ada karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki untuk menunjang kelanjutan kegiatan operasional.

Tag: PT Modern Internasional Tbk, PT Modern Sevel Indonesia, 7-Eleven, Chandra Wijaya

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Reno Esnir

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,584.17 3,548.25
British Pound GBP 1.00 17,297.22 17,122.12
China Yuan CNY 1.00 2,012.76 1,992.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,441.00 13,307.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,529.68 10,422.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,718.01 1,700.86
Dolar Singapura SGD 1.00 9,832.48 9,730.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,779.73 15,621.09
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,129.82 3,096.45
Yen Jepang JPY 100.00 12,145.12 12,021.86

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10