Portal Berita Ekonomi Jum'at, 21 Juli 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 16:58 WIB. Liga 1 (21/7) - Bhayangkara 4 - 1 Mitra Kukar
  • 16:55 WIB. Milan - AC Milan siapkan Rp1,08 triliun untuk boyong Andrea Belotti.
  • 16:53 WIB. Kualifikasi AFC U-23 (21/7) - Indonesia 4 - 0 Mongolia.
  • 16:45 WIB. Provider - XL Axiata sediakan XL Paket Haji yang sudah bisa dinikmati pelanggan mulai 26 Juli 2017.
  • 16:27 WIB. Rupiah - Gubernur BI Agus Martowardojo berharap Presiden Jokowi mendukung redenominasi rupiah.
  • 16:15 WIB. Bursa Transfer - Liverpool tolak tawaran Barcelona senilai US$80 juta untuk Philipe Coutinho.
  • 16:03 WIB. Frankfurt - Siemens exits Russian JV after Crimea turbines scandal.
  • 15:55 WIB. Provider - Ketua ATSI: Sudah saatnya pemerintah untuk menerbitkan peraturan tentang tarif layanan data.
  • 15:24 WIB. Samsung - Samsung Bixby dapat interaksi dengan aplikasi populer android.
  • 15:18 WIB. Provider - Indosat: Perang tarif data, operator bisa masuk jurang.
  • 15:01 WIB. FIF - Federal International Finance¬†menargetkan penyaluran¬†pembiayaan sebesar Rp33 triliun hingga akhir 2017.
  • 14:59 WIB. FIF -¬†Federal International Finance membukukan penyaluran pembiayaan hingga Rp17 triliun per Juni 2017.
  • 14:42 WIB. Provider - KPPU tolak permohonan tarif bawah Indosat.
  • 14:40 WIB. Amazon - Amazon sematkan Alexa pada smartphone.
  • 14:35 WIB. Acer - Acer gelar Acer Day serentak di 12 negara di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

BEI Akan Panggil Manajemen DGIK Terkait Penetapan Tersangka Korupsi

Foto Berita BEI Akan Panggil Manajemen DGIK Terkait Penetapan Tersangka Korupsi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana untuk memanggil manajemen PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) terkait dengan penetapan perusahaan sebagai tersangka korporasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan jika pihaknya akan terlebih dahulu meminta klarifikasi dari pihak Nusa Konstruksi Enjiniring terkait hal tersebut.

"Kami akan minta klarifikasi dari perusahaan untuk menilai kelangsungan usahanya. Secepatnya kita akan kirimi surat. Selasa atau Rabu lah," ujar Samsul ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Menurutnya, pihak bursa pun belum akan menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) DGIK. Pasalnya, BEI harus melihat dulu jawaban terkait dampak yang disebabkan dari kasus tersebut kepada perusahaan.

"Ya belum (suspensi). Kan harus dilihat dulu dampak atas kasus ini terhadap going concern perusahaan," ucapnya.

Sekedar informasi, saham PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) pada hari ini ditutup anjlok sebesar -3 poin (-2.91%) ke level Rp100 per saham dari penutupan perdagangan sebelumnya Rp104 per saham.

Padahal, pada pembukaan perdagangan hari ini saham perusahaan konstruksi ini sempat menyentuh level tertingginya di posisi Rp104 per saham. Namun, saham DGIK juga sempat menyentuh level terendahnya Rp99 per saham.

Hal ini diduga setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan DGIK sebagai korporasi tersangka korupsi. Penetapatan tersangka tersebut terkait dengan kasus korupsi proyek RS Pendidikan Udayana serta wisma atlet dan gedung serba guna Pemprov Sumatera Selatan yang ditangani oleh PT Duta Graha Indah Tbk yang sekarang bernama PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.

Hal ini terkuak setelah Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno yang juga sempat menjadi komisaris PT Duta Graha Indah Tbk pada periode 2007 hingga 2012 datang ke KPK untuk menjadi saksi kasus korupsi tersebut.

Tag: Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk, Samsul Hidayat

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,571.05 3,534.37
British Pound GBP 1.00 17,368.17 17,186.40
China Yuan CNY 1.00 1,986.20 1,966.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,390.00 13,256.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,627.64 10,514.66
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.13 1,697.64
Dolar Singapura SGD 1.00 9,799.47 9,697.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,579.27 15,420.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,124.13 3,090.70
Yen Jepang JPY 100.00 11,971.39 11,848.41

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5765.424 -59.784 558
2 Agriculture 1793.082 4.345 18
3 Mining 1466.837 -10.053 44
4 Basic Industry and Chemicals 618.059 -4.488 67
5 Miscellanous Industry 1398.521 -49.715 41
6 Consumer Goods 2489.161 -28.855 45
7 Cons., Property & Real Estate 483.095 -1.806 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.047 -13.703 60
9 Finance 945.670 -11.217 89
10 Trade & Service 918.198 2.093 129
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 193 260 67 34.72
2 BIPP 78 100 22 28.21
3 MABA 1,215 1,515 300 24.69
4 DPNS 336 408 72 21.43
5 KOIN 286 340 54 18.88
6 FORU 191 222 31 16.23
7 PADI 340 390 50 14.71
8 TIRA 242 270 28 11.57
9 LPGI 5,350 5,950 600 11.21
10 TRAM 81 90 9 11.11
No Code Prev Close Change %
1 AISA 1,605 1,205 -400 -24.92
2 UNIT 286 220 -66 -23.08
3 TGKA 2,700 2,090 -610 -22.59
4 ASJT 775 640 -135 -17.42
5 SIMA 690 570 -120 -17.39
6 PALM 420 370 -50 -11.90
7 BBLD 685 605 -80 -11.68
8 SDRA 900 815 -85 -9.44
9 LION 930 855 -75 -8.06
10 GPRA 154 142 -12 -7.79
No Code Prev Close Change %
1 AISA 1,605 1,205 -400 -24.92
2 SRIL 356 358 2 0.56
3 LEAD 64 65 1 1.56
4 ASII 8,550 8,200 -350 -4.09
5 HOKI 404 414 10 2.48
6 ERTX 187 189 2 1.07
7 TLKM 4,630 4,560 -70 -1.51
8 TRAM 81 90 9 11.11
9 WSBP 430 430 0 0.00
10 PBRX 540 525 -15 -2.78