Portal Berita Ekonomi Jum'at, 21 Juli 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 17:34 WIB. Meizu - Meizu lebih memilih menjual produknya secara offline.
  • 17:32 WIB. BRTI - BRTI sedang kaji keluhan Indosat rugi jualan internet.
  • 16:58 WIB. Liga 1 (21/7) - Bhayangkara 4 - 1 Mitra Kukar
  • 16:55 WIB. Milan - AC Milan siapkan Rp1,08 triliun untuk boyong Andrea Belotti.
  • 16:53 WIB. Kualifikasi AFC U-23 (21/7) - Indonesia 5 - 0 Mongolia.
  • 16:45 WIB. Provider - XL Axiata sediakan XL Paket Haji yang sudah bisa dinikmati pelanggan mulai 26 Juli 2017.
  • 16:27 WIB. Rupiah - Gubernur BI Agus Martowardojo berharap Presiden Jokowi mendukung redenominasi rupiah.
  • 16:15 WIB. Bursa Transfer - Liverpool tolak tawaran Barcelona senilai US$80 juta untuk Philipe Coutinho.
  • 16:03 WIB. Frankfurt - Siemens exits Russian JV after Crimea turbines scandal.
  • 15:55 WIB. Provider - Ketua ATSI: Sudah saatnya pemerintah untuk menerbitkan peraturan tentang tarif layanan data.
  • 15:24 WIB. Samsung - Samsung Bixby dapat interaksi dengan aplikasi populer android.
  • 15:18 WIB. Provider - Indosat: Perang tarif data, operator bisa masuk jurang.
  • 15:01 WIB. FIF - Federal International Finance¬†menargetkan penyaluran¬†pembiayaan sebesar Rp33 triliun hingga akhir 2017.
  • 14:59 WIB. FIF -¬†Federal International Finance membukukan penyaluran pembiayaan hingga Rp17 triliun per Juni 2017.

12 Negara Ini Berguru ke Indonesia Soal Perikanan

Foto Berita 12 Negara Ini Berguru ke Indonesia Soal Perikanan
Warta Ekonomi.co.id, Ambon -

Perwakilan 12 negara dari Afrika dan Timur Tengah akan menerima pelatihan singkat tentang keunggulan sektor perikanan Indonesia di salah satu produsen utama ikan nusantara, Ambon, Provinsi Maluku, selama delapan hari mulai pada Senin (17/7/2017).

"Para peserta akan menerima pendidikan mengenai bagaimana penangkapan ikan yang ramah lingkungan, pembudidayaan ikan di tengah laut, dan pengolahan hasil laut agar mempunyai nilai tambah," kata Pejabat Diplomat Utama Kementerian Luar Negeri, Ronny Prasetyo Yuliantoro, saat membuka pelatihan.

Beberapa peserta yang mengikuti pelatihan mengakui bahwa negaranya kini tengah menghadapi persoalan menipisnya cadangan ikan yang diakibatkan oleh penangkapan berlebihan dan kerusakan lingkungan. Salah satunya adalah Mesir yang mengalami penurunan produksi di wilayah sumber utama Sungai Nil, Danau Nasser dan Danau Toshka.

"Sebagian besar cadangan ikan laut dan tawar di Mesir sudah dieksploitasi sehingga perlu pengurangan," kata Ali Mohammed Ahmed, pejabat kementerian perikanan Mesir yang menjadi peserta pelatihan di Ambon.

Keluhan itulah yang kemudian membuat Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan berinisiatif untuk menggelar pelatihan bagi negara-negara Afrika dan Timur Tengah yang menghadapi permasalahan yang sama. 

"Salah satu materi utama yang akan diajarkan dalam kursus singkat itu adalah pemuatan alat penangkap ikan yang yang bisa dipasang di atas karang laut tanpa merusak habitat yang berfungsi sebagai sumber makanan dan rumah kembang biak hewan laut tersebut," kata Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Ambon, Praatma Prihadi, yang menjadi tuan rumah sekaligus penyusun utama kurikulum kursus.

Metode tersebut sudah dikembangkan oleh BP3 Ambon selama bertahun-tahun terutama sejak Maluku masuk ke dalam segitiga Namun demikian, masih belum jelas bagaimana alat penangkapan ikan di laut itu bisa diterapkan di Mesir yang sumber produksi utamanya berasal dari air tawar.

"Selain itu, kami juga akan mengajarkan metode keramba, yaitu memasang jaring untuk membudidayakan ikan di tengah laut," kata Praatma.

Pengajaran ini bisa menjadi inspirasi bagi Nigeria, yang menurut wakilnya, Fatima Adeyemi, sudah mengembangkan cara serupa meski masih menggunakan kayu sehingga volumenya relatif lebih kecil.

Kursus singkat di Ambon merupakan bagian dari implementasi kerja sama negara-negara kawasan selatan, yang relatif tertinggal dibanding tetangga mereka di utara garis ekuator, untuk membangun kapasitas yang mencakup tidak hanya bidang perikanan, melainkan juga pertanian, infrastruktur, dan sektor-sektor lainnya, kata Ronny. (Ant)

Tag: Perikanan, Ronny Prasetyo Yuliantoro, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,571.05 3,534.37
British Pound GBP 1.00 17,368.17 17,186.40
China Yuan CNY 1.00 1,986.20 1,966.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,390.00 13,256.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,627.64 10,514.66
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.13 1,697.64
Dolar Singapura SGD 1.00 9,799.47 9,697.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,579.27 15,420.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,124.13 3,090.70
Yen Jepang JPY 100.00 11,971.39 11,848.41

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5765.424 -59.784 558
2 Agriculture 1793.082 4.345 18
3 Mining 1466.837 -10.053 44
4 Basic Industry and Chemicals 618.059 -4.488 67
5 Miscellanous Industry 1398.521 -49.715 41
6 Consumer Goods 2489.161 -28.855 45
7 Cons., Property & Real Estate 483.095 -1.806 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.047 -13.703 60
9 Finance 945.670 -11.217 89
10 Trade & Service 918.198 2.093 129
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 193 260 67 34.72
2 BIPP 78 100 22 28.21
3 MABA 1,215 1,515 300 24.69
4 DPNS 336 408 72 21.43
5 KOIN 286 340 54 18.88
6 FORU 191 222 31 16.23
7 PADI 340 390 50 14.71
8 TIRA 242 270 28 11.57
9 LPGI 5,350 5,950 600 11.21
10 TRAM 81 90 9 11.11
No Code Prev Close Change %
1 AISA 1,605 1,205 -400 -24.92
2 UNIT 286 220 -66 -23.08
3 TGKA 2,700 2,090 -610 -22.59
4 ASJT 775 640 -135 -17.42
5 SIMA 690 570 -120 -17.39
6 PALM 420 370 -50 -11.90
7 BBLD 685 605 -80 -11.68
8 SDRA 900 815 -85 -9.44
9 LION 930 855 -75 -8.06
10 GPRA 154 142 -12 -7.79
No Code Prev Close Change %
1 AISA 1,605 1,205 -400 -24.92
2 SRIL 356 358 2 0.56
3 LEAD 64 65 1 1.56
4 ASII 8,550 8,200 -350 -4.09
5 HOKI 404 414 10 2.48
6 ERTX 187 189 2 1.07
7 TLKM 4,630 4,560 -70 -1.51
8 TRAM 81 90 9 11.11
9 WSBP 430 430 0 0.00
10 PBRX 540 525 -15 -2.78