Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Agustus 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 23:56 WIB. Eredivisie (20/8) - Ajax 3 - 1 Groningen
  • 23:55 WIB. EPL (20/9) - Tottenham 1 - 2 Chelsea
  • 22:33 WIB. Hongkong - Sekitar 10.000 orang lakukan aksi demonstrasi pascapenangkapan 3 aktivis pro-demokrasi di Hongkong.
  • 22:29 WIB. Amerika Serikat - Jim Mattis: pengurangan militer AS dalam latihan gabungan dengan Korsel bukan karena ancaman Korea Utara.
  • 22:14 WIB. Israel - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akan temui Vladimir Putin bahas Suriah di Sochi, Rusia.
  • 22:03 WIB. Malaysia - Otoritas Malaysia sampaikan permintaan maafnya kepada Indonesia atas insiden bendera terbalik.
  • 22:01 WIB. Vietnam - Presiden Vietnam, Tran Dai Quang, lakukan pengawasan yang lebih ketat lagi terhadap penggunaan internet.
  • 21:57 WIB. Teror Barcelona - Kepolisian Spanyol sebut ada kemungkinan tersangka penusukan di Barcelona berada di Prancis.
  • 21:53 WIB. Teror Finlandia - Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengecam aksi penususkan di Finlandia.
  • 21:19 WIB. First Travel - Kemenag menyerahkan sepenuhnya mekanisme pembayaran utang calon jamaah umrah kepada First Travel.
  • 21:19 WIB. Jasindo - Jasindo mencatatkan pertumbuhan premi bruto 24% dari pemasaran produk di segmen ritel pada semester I-2017.
  • 21:13 WIB. Gula - Realisasi lelang gula kristal rafinasi akan dijadikan pertimbangan oleh pemerintah terkait rencana impor tahun depan.
  • 21:13 WIB. KKP - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan konsumsi ikan lebih penting daripada beras.
  • 21:12 WIB. AS - Popularitas Presiden AS Donald Trump disebut berhasil mendongkrak pendapatan Twitter Inc.
  • 21:11 WIB. Atari - Atari gugat Nestle karena dituduh jiplak konsep video game bikinannya bernama Breakout.

12 Negara Ini Berguru ke Indonesia Soal Perikanan

Foto Berita 12 Negara Ini Berguru ke Indonesia Soal Perikanan
Warta Ekonomi.co.id, Ambon -

Perwakilan 12 negara dari Afrika dan Timur Tengah akan menerima pelatihan singkat tentang keunggulan sektor perikanan Indonesia di salah satu produsen utama ikan nusantara, Ambon, Provinsi Maluku, selama delapan hari mulai pada Senin (17/7/2017).

"Para peserta akan menerima pendidikan mengenai bagaimana penangkapan ikan yang ramah lingkungan, pembudidayaan ikan di tengah laut, dan pengolahan hasil laut agar mempunyai nilai tambah," kata Pejabat Diplomat Utama Kementerian Luar Negeri, Ronny Prasetyo Yuliantoro, saat membuka pelatihan.

Beberapa peserta yang mengikuti pelatihan mengakui bahwa negaranya kini tengah menghadapi persoalan menipisnya cadangan ikan yang diakibatkan oleh penangkapan berlebihan dan kerusakan lingkungan. Salah satunya adalah Mesir yang mengalami penurunan produksi di wilayah sumber utama Sungai Nil, Danau Nasser dan Danau Toshka.

"Sebagian besar cadangan ikan laut dan tawar di Mesir sudah dieksploitasi sehingga perlu pengurangan," kata Ali Mohammed Ahmed, pejabat kementerian perikanan Mesir yang menjadi peserta pelatihan di Ambon.

Keluhan itulah yang kemudian membuat Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan berinisiatif untuk menggelar pelatihan bagi negara-negara Afrika dan Timur Tengah yang menghadapi permasalahan yang sama. 

"Salah satu materi utama yang akan diajarkan dalam kursus singkat itu adalah pemuatan alat penangkap ikan yang yang bisa dipasang di atas karang laut tanpa merusak habitat yang berfungsi sebagai sumber makanan dan rumah kembang biak hewan laut tersebut," kata Kepala Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Ambon, Praatma Prihadi, yang menjadi tuan rumah sekaligus penyusun utama kurikulum kursus.

Metode tersebut sudah dikembangkan oleh BP3 Ambon selama bertahun-tahun terutama sejak Maluku masuk ke dalam segitiga Namun demikian, masih belum jelas bagaimana alat penangkapan ikan di laut itu bisa diterapkan di Mesir yang sumber produksi utamanya berasal dari air tawar.

"Selain itu, kami juga akan mengajarkan metode keramba, yaitu memasang jaring untuk membudidayakan ikan di tengah laut," kata Praatma.

Pengajaran ini bisa menjadi inspirasi bagi Nigeria, yang menurut wakilnya, Fatima Adeyemi, sudah mengembangkan cara serupa meski masih menggunakan kayu sehingga volumenya relatif lebih kecil.

Kursus singkat di Ambon merupakan bagian dari implementasi kerja sama negara-negara kawasan selatan, yang relatif tertinggal dibanding tetangga mereka di utara garis ekuator, untuk membangun kapasitas yang mencakup tidak hanya bidang perikanan, melainkan juga pertanian, infrastruktur, dan sektor-sektor lainnya, kata Ronny. (Ant)

Tag: Perikanan, Ronny Prasetyo Yuliantoro, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,582.57 3,546.65
British Pound GBP 1.00 17,306.97 17,133.02
China Yuan CNY 1.00 2,012.92 1,992.84
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,435.00 13,301.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,606.93 10,499.81
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,717.22 1,699.98
Dolar Singapura SGD 1.00 9,842.49 9,740.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,764.63 15,602.07
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,128.06 3,094.70
Yen Jepang JPY 100.00 12,279.50 12,153.69

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5893.841 1.892 559
2 Agriculture 1744.418 -4.747 18
3 Mining 1511.362 10.536 44
4 Basic Industry and Chemicals 611.257 -6.211 67
5 Miscellanous Industry 1346.700 2.582 41
6 Consumer Goods 2518.118 23.928 45
7 Cons., Property & Real Estate 508.533 -2.509 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1240.969 -0.009 60
9 Finance 981.748 -4.628 89
10 Trade & Service 924.803 1.544 130
No Code Prev Close Change %
1 BIMA 91 116 25 27.47
2 TGRA 400 500 100 25.00
3 FISH 2,400 3,000 600 25.00
4 WAPO 81 101 20 24.69
5 ALKA 244 304 60 24.59
6 CMPP 244 304 60 24.59
7 MLPT 446 555 109 24.44
8 PUDP 515 640 125 24.27
9 LION 820 975 155 18.90
10 PTRO 990 1,125 135 13.64
No Code Prev Close Change %
1 BRAM 13,850 11,100 -2,750 -19.86
2 BPFI 500 450 -50 -10.00
3 WINS 264 242 -22 -8.33
4 KBLV 980 900 -80 -8.16
5 BBHI 183 170 -13 -7.10
6 DGIK 74 69 -5 -6.76
7 PYFA 206 194 -12 -5.83
8 TGKA 2,500 2,370 -130 -5.20
9 TPIA 24,575 23,300 -1,275 -5.19
10 MAMI 78 74 -4 -5.13
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 344 -4 -1.15
2 VRNA 98 95 -3 -3.06
3 MPPA 690 750 60 8.70
4 MLPL 214 218 4 1.87
5 GGRM 70,950 74,000 3,050 4.30
6 BBCA 18,900 18,700 -200 -1.06
7 PGAS 2,120 2,160 40 1.89
8 TLKM 4,770 4,780 10 0.21
9 HMSP 3,690 3,740 50 1.36
10 ASII 7,850 7,900 50 0.64