Portal Berita Ekonomi Sabtu, 22 Juli 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 17:41 WIB. Pilpres - Prabowo belum kasih sinyal maju Pilpres 2019.
  • 17:40 WIB. Pilgub Jabar - PDIP akan umumkan calon Pilkada Jabar bulan Agustus.
  • 16:16 WIB. Pilkada Sulsel - Golkar terus persiapkan Pilgub Sulsel meski Setya Novanto tersangka.
  • 16:14 WIB. Pilkada Jabar - Megawati minta kader serius menangi Pilkada Jabar.
  • 16:14 WIB. Pilkada Jateng - Sudirman Said mengaku siap maju Pilkada Jateng.
  • 16:02 WIB. Muamalat - Bank Muamalat menyerahkan bantuan pendidikan dan beasiswa Rp600 juta kepada Pesantren An Nawawi Tanara.
  • 16:01 WIB. Pegadaian - Pegadaian kembali menggelar Program Kemilau Emas dengan membagi-bagi hadiah mewah.
  • 15:59 WIB. IMF - IMF memperkirakan perekonomian Arab Saudi akan macet tahun ini dengan angka pertumbuhan mendekati nol.
  • 15:58 WIB. Vivo - Vivo Smartphone meluncurkan produk Smartphone Vivo V5s Matte Black Al Phone.
  • 15:58 WIB. LinkedIn - LinkedIn merilis hasil survei tentang Perkerjaan Impian Masa Kecil.
  • 14:45 WIB. London - Chelsea setuju untuk melepas Nemanja Matic ke Manchester United.

Mahasiswa Universitas Sydney Buktikan Gambut Bukan Penyebab Kebakaran Lahan

Foto Berita Mahasiswa Universitas Sydney Buktikan Gambut Bukan Penyebab Kebakaran Lahan
Warta Ekonomi.co.id, Pekanbaru -

Mahasiswa University of Sydney telah mengubah pandangan negatif atas industri kelapa sawit setelah melakukan peninjauan langsung ke kebun sawit PT Karya Tanah Subuh (PT KTU).

Hal ini disampaikan oleh Profesor Budiman Minasny, seorang dosen di University of Sydney dalam acara Field Trip to the Sustainable Palm Oil Industry and Peatland Management di Kabupaten Siak, Riau, pekan lalu.

Dosen Fakultas Ilmu Pertanian yang berdarah Indonesia tersebut menyatakan banyak informasi yang berkembang di Australia mengenai industri kelapa sawit Indonesia yang mungkin saja berpengaruh terhadap cara pandang para mahasiswa. Untuk itu, dirinya berinisiatif mengajak mahasiswa untuk melihat secara langsung pengelolaan perkebunan sawit di Riau.

"Para mahasiswa ini memiliki pandangan yang beragam mengenai pengelolaan perkebunan sawit di Indonesia. Sejak awal saya tidak mau mengatakan pandangan saya, saya ingin mereka melihat langsung dan menyimpulkan sendiri hasil pengamatan di lapangan," ucap Budiman.

Dalam studi lapangan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan perkebunan kelapa sawit, mulai dari pemeliharaan, panen, pemupukan, hingga mengunjungi pabrik crude palm oil (CPO) untuk melihat proses pengolahan buah sawit serta pemanfaatan kembali limbah sawit. Aspek keselamatan tenaga kerja turut menjadi perhatian serius mahasiswa.

Tata kelola air yang baik di lahan gambut di musim kering maupun hujan menjadi pertanyaan kritis yang diajukan para mahasiswa. Untuk itu, para mahasiswa diajak langsung untuk melihat water management system yang dijalankan perusahaan sekaligus dikenalkan fisik tanah gambut serta pengelolaannya.

Maraknya pemberitaan media Australia yang menyebutkan penyebab utama bencana kabut asap di Indonesia beberapa waktu lalu disebabkan oleh penggunaan lahan gambut untuk perkebunan memunculkan banyak pertanyaan kritis mengenai tata kelola gambut.

"Gambut yang ditanami dan dikelola dengan baik tidak akan rusak apalagi terbakar, namun gambut yang ditelantarkanlah yang justru rentan terhadap kebakaran di musim kering. Perusahaan yang berinvestasi di lahan gambut sudah pasti mengelola dengan baik, konyol jika perusahaan membiarkan kebunnya sendiri terbakar," tegas Head of Sustainability Astra Agro Lestari Doctor Bandung Sahari.

Seakan tak puas, George dan rekannya Josh mengambil sample gambut hingga kedalaman 1,5 meter menggunakan auger dan membakar tanah gambut tersebut menggunakan korek api hingga beberapa menit. Namun, kandungan air di tanah gambut membuat api tak mampu menyala.

"Saya sudah membuktikannya sendiri dan saya sangat bangga bisa melakukan ini. Informasi bahwa gambut merupakan penyebab kebakaran lahan di Indonesia tidaklah mungkin, itu salah," ucap George.

Tag: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Lahan gambut, PT Karya Tanah Subuh

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Gapki

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,571.05 3,534.37
British Pound GBP 1.00 17,368.17 17,186.40
China Yuan CNY 1.00 1,986.20 1,966.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,390.00 13,256.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,627.64 10,514.66
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.13 1,697.64
Dolar Singapura SGD 1.00 9,799.47 9,697.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,579.27 15,420.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,124.13 3,090.70
Yen Jepang JPY 100.00 11,971.39 11,848.41

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5765.424 -59.784 558
2 Agriculture 1793.082 4.345 18
3 Mining 1466.837 -10.053 44
4 Basic Industry and Chemicals 618.059 -4.488 67
5 Miscellanous Industry 1398.521 -49.715 41
6 Consumer Goods 2489.161 -28.855 45
7 Cons., Property & Real Estate 483.095 -1.806 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.047 -13.703 60
9 Finance 945.670 -11.217 89
10 Trade & Service 918.198 2.093 129
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 193 260 67 34.72
2 BIPP 78 100 22 28.21
3 MABA 1,215 1,515 300 24.69
4 DPNS 336 408 72 21.43
5 KOIN 286 340 54 18.88
6 FORU 191 222 31 16.23
7 PADI 340 390 50 14.71
8 TIRA 242 270 28 11.57
9 LPGI 5,350 5,950 600 11.21
10 TRAM 81 90 9 11.11
No Code Prev Close Change %
1 AISA 1,605 1,205 -400 -24.92
2 UNIT 286 220 -66 -23.08
3 TGKA 2,700 2,090 -610 -22.59
4 ASJT 775 640 -135 -17.42
5 SIMA 690 570 -120 -17.39
6 PALM 420 370 -50 -11.90
7 BBLD 685 605 -80 -11.68
8 SDRA 900 815 -85 -9.44
9 LION 930 855 -75 -8.06
10 GPRA 154 142 -12 -7.79
No Code Prev Close Change %
1 AISA 1,605 1,205 -400 -24.92
2 SRIL 356 358 2 0.56
3 LEAD 64 65 1 1.56
4 ASII 8,550 8,200 -350 -4.09
5 HOKI 404 414 10 2.48
6 ERTX 187 189 2 1.07
7 TLKM 4,630 4,560 -70 -1.51
8 TRAM 81 90 9 11.11
9 WSBP 430 430 0 0.00
10 PBRX 540 525 -15 -2.78