Lebih Bersih dari Hybrid, Pengamat Sebut Kendaraan Listrik Senjata Utama Tekan Polusi dan Beban APBN
Kredit Foto: Ist
Adopsi kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) menjadi instrumen paling efektif untuk memangkas konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang kian membebani kas negara. Peningkatan penggunaan BEV diyakini mampu menyelamatkan fiskal negara sekaligus menjadi solusi tuntas masalah polusi udara.
Kementerian Keuangan mencatat beban subsidi energi pada tahun 2024 melonjak hingga Rp 177,62 triliun. Angka tersebut naik tajam dari realisasi tahun 2023 yang sebesar Rp 164,3 triliun. Tren kenaikan ini mempertegas urgensi peralihan masyarakat dari kendaraan berbasis fosil ke tenaga listrik.
Baca Juga: Rezim Trump Peringatkan Kanada Soal Impor Mobil Listrik China
Pengamat Otomotif sekaligus , Insutructur Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menegaskan bahwa BEV memiliki keunggulan mutlak dibandingkan kendaraan mesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) maupun kendaraan Hybrid (HEV). Menurutnya, BEV adalah jawaban paling konkret untuk kesehatan fiskal dan lingkungan dalam jangka panjang.
"BEV memiliki potensi besar dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ini menjadi solusi jangka panjang yang sangat penting bagi kesehatan fiskal negara," ujar Sony kepada Warta Ekonomi, Sabtu (15/1/2026).
Sony memaparkan bahwa teknologi BEV jauh lebih unggul dibandingkan para kompetitornya dalam menekan emisi. Berbeda dengan mobil Hybrid yang masih mengandalkan mesin bensin dan membuang emisi, BEV sepenuhnya bebas dari knalpot. Hal ini menjadikan BEV sebagai teknologi paling bersih di sektor transportasi.
"Masuknya EV ke Indonesia merupakan langkah bagus. Polusi udara dari mesin ICE sebagai penyumbang terbesar bisa kita tekan. Jika bicara emisi, teknologi EV jelas jauh lebih unggul dari kompetitor seperti ICE maupun mobil Hybrid," tambahnya.
Baca Juga: FAW Audi, Pabrikan Otomotif 'Blasteran' Jerman-China Akan Produksi Massal Mobil Listrik Murni
Efisiensi energi pada BEV juga dinilai lebih tinggi karena tidak ada energi yang terbuang dalam proses pembakaran internal. Dengan infrastruktur pengisian daya yang terus tumbuh, BEV diposisikan sebagai garda terdepan dalam transformasi transportasi hijau di Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: