Ngerinya Letusan Gunung Dukono: Tubuh Korban Erupsi Tak Utuh, Hanya Menyisakan Tulang-belulang
Kredit Foto: Istimewa
Gunung Dukono memakan korban sejumlah pendaki yang terjebak saat gunung tersebut mengalami erupsi pada Jumat (8/5). Proses evakuasi hingga jasad korban menjadi perhatian dalam media sosial.
Dikutip dari akun @indepenSumatera, Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate dalam sebuah video yang dibagikan akun terkait, terlihat kesulitan karena material pasir hingga bebatuan yang menghalangi proses mengevakuasi korban erupsi dari Gunung Dukono.
Baca Juga: Ditemukan Berpelukan di Dekat Kawah, Dua Warga Singapura Jadi Korban Letusan Gunung Dukono
"Satu korban erupsi Gunung Dukono berhasil ditemukan oleh tim search and rescue dalam proses pencarian yang dilakukan di lokasi," ungkap @indepenSumatera.
Berdasarkan keterangan dalam video, jasad korban diduga tertimpa material batu berukuran besar akibat erupsi, sehingga kondisi tubuh korban sudah tidak utuh dan hanya menyisakan tulang belulang. Kondisi itu menjadi perhatian dari netizen.
"Kondisi sisa tulang. Logis sii... Orang wedus gembel aja panasnya sampe ribuan derajat," ungkap salah satu netizen.
"Ya Allah tinggal tulang belulang turut prihatin," kata netizen yang lain.
"Nyesek bgt tinggal tulang belulang," ungkap netizen lainnya.
Adapun Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Iwan Ramdani mengatakan terdapat tiga korban meninggal dunia dalam letusan dari Gunung Dukono di Pulau Halmahera
Ia mengatakan proses evakuasi berlangsung sulit akibat medan ekstrem dan curah hujan tinggi di lokasi kejadian. Proses evakuasi juga sempat terhambat karena erupsi masih terus terjadi secara berkala di Gunung Dukono.
“Jenazah berhasil dievakuasi melalui operasi yang cukup sulit karena medan yang ekstrem dan hujan,” ujar Iwan Ramdani.
Sebanyak 150 personel dikerahkan sejak kemarin pagi dengan dukungan dua drone termal untuk melakukan pencarian di area sekitar 100 hingga 150 meter dari bibir kawah.
Gunung Dukono sendiri diketahui mulai mengalami erupsi pada Jumat. Semburan abu vulkanik mencapai 10 kilometer ke udara. Aktivitas vulkanik masih terus berlangsung meski dengan intensitas lebih rendah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar