Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Nanik Pamitan dari BGN Karena Sakit, Tapi Kursi Pertamina Tak Dilepas

        Nanik Pamitan dari BGN Karena Sakit, Tapi Kursi Pertamina Tak Dilepas Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, menyoroti langkah Nanik Sudaryati Deyang yang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dengan alasan kesehatan.

        Ardianto menyindir bahwa Nanik hanya mundur dari posisi Kepala BGN, tetapi tetap menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).

        "Saya mundur dari Kepala BGN karena sakit... Tapi saya tidak mundur dari komisaris Pertamina..," tulis Ardianto di akun X pribadinya, dikutip Rabu (22/7).

        Sebelumnya, Nanik resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN hari ini, Rabu (22/7/2026).

        Nanik menyatakan mundur karena harus fokus menjalani pengobatan penyakit jantung dan segera berangkat ke luar negeri. 

        "Dengan berat hati akhirnya saya pamit bapak presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya, rencananya hari ini, saya berangkat," ungkap Nanik.

        Baca Juga: Sorotan Publik! Nanik Mundur, Jhon Sitorus Dorong Kejagung Cegah ke Luar Negeri

        Informasi ini dikonfirmasi melalui unggahan media sosial Asisten Presiden serta akun Facebook pribadi Nanik. Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pengunduran diri tersebut karena prihatin dengan kondisi kesehatannya.

        Sementara itu, secara yuridis Nanik masih tercatat sebagai Komisaris Independen Pertamina. Ia diangkat oleh Kementerian BUMN sejak 12 Juni 2025 melalui SK-150/MBU/06/2025. Hingga kini belum ada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) atau keputusan resmi dari Kementerian BUMN yang mencopot posisinya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: