Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mundur Mendadak, Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Korupsi MBG? Ini Kata Kejagung

        Mundur Mendadak, Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Korupsi MBG? Ini Kata Kejagung Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Keputusan Nanik S. Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di tengah penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan.

        Meski telah melepas jabatannya karena alasan kesehatan, peluang Nanik untuk dimintai keterangan oleh penyidik ternyata belum sepenuhnya tertutup.

        Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan hingga saat ini memang belum ada agenda pemeriksaan terhadap Nanik. 

        “Untuk saat ini belum ada jadwal pemanggilan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, dikutip dari Antara, Rabu (22/7/2026).

        Namun, Anang menegaskan peluang pemeriksaan terhadap Nanik tetap terbuka apabila dianggap penting untuk kepentingan pembuktian dalam penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program MBG di BGN periode 2025–2026.

        "Ke depan tidak menutup kemungkinan sepanjang penyidik memerlukan keterangannya untuk pembuktian," ujarnya.

        Baca Juga: Kasi Jempol untuk Prabowo, Nanik: Malu, Belum 2 Bulan Pimpin BGN Saya Ambruk

        Sebelumnya, Nanik mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN dengan alasan ingin fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Ia mengaku telah berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum mengambil keputusan tersebut.

        "Dengan berat hati akhirnya saya pamit kepada Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri terkait kondisi jantung saya. Rencananya hari ini saya berangkat," ungkap Nanik.

        Ia menegaskan keberangkatannya ke luar negeri bukan karena meragukan kemampuan tenaga medis Indonesia, melainkan untuk memperoleh pendapat medis kedua (second opinion) terkait kondisi kesehatannya.

        "Saya bukan tidak percaya dengan dokter-dokter hebat di Indonesia, tetapi ingin mendapatkan second opinion, dan kebetulan ada teman yang merekomendasikan rumah sakit yang akan saya tuju," ujar dia.

        Baca Juga: Nanik S Deyang Bocorkan Calon Pengganti Kepala BGN: Saya Bisa Jewer Kalau Menyimpang

        Nanik juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memahami kondisi kesehatannya dan menyetujui keputusan tersebut.

        "Dengan segala kerendahan hati, saya memutuskan mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Presiden memahami kondisi tersebut dan menyetujui keputusan saya," katanya.

        Meski tidak lagi memimpin BGN, Nanik mengaku masih diminta berkontribusi apabila nantinya Dewan Pengawas BGN resmi dibentuk. Namun, ia memberi syarat tidak lagi terlibat dalam pengelolaan keuangan lembaga tersebut.

        "Kalau nanti Dewan Pengawas dibentuk, saya diminta menjadi ketuanya. Saya masih bisa ikut mengawasi, asalkan tidak lagi berurusan dengan pengelolaan keuangan. Jujur, saya sudah trauma," ungkap dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: