Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Misteri Ruangan Sekolah Berisi 995 Senjata, Kunci Ternyata Dipegang Eks Ketua Yayasan

        Misteri Ruangan Sekolah Berisi 995 Senjata, Kunci Ternyata Dipegang Eks Ketua Yayasan Kredit Foto: Pexels/Jordan Bergendahl
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Penemuan 995 senjata di salah satu ruangan sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan masih menyisakan tanda tanya. Pihak yayasan kini membeberkan bagaimana ruangan yang menjadi lokasi penemuan tersebut akhirnya dibuka, termasuk soal siapa yang memegang kuncinya.

        Pengacara yayasan sekolah, Hermawanto, mengatakan ruangan tersebut sebelumnya tidak dapat diakses pihak pengelola karena kuncinya masih dibawa oleh eks ketua yayasan berinisial IWD dan pihaknya. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi awal dari proses hingga akhirnya ruangan dibuka pada 10 Juli 2026.

        "Awal peristiwa tanggal 10 bulan Juli tahun 2026, ketika penemuan pertama senjata itu berawal dari ruangan itu kuncinya dibawa oleh Pak IWD dan kawan-kawan," kata Hermawanto dalam keterangannya kepada wartawan baru-baru ini.

        Hermawanto menjelaskan, pihak yayasan kemudian beberapa kali mengirimkan surat kepada IWD karena tidak memiliki akses ke ruangan tersebut. Sedikitnya, surat telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Pada surat terakhir, pihak yayasan memberikan batas waktu agar ruangan segera dibuka.

        Baca Juga: Yayasan Bantah 995 Senjata di Sekolah untuk Ekskul Menembak, Kuasa Hukum: Buktikan Klaimnya

        "Kita kasih batas waktu. Kalau tanggal 10 bulan Juli Anda tidak membuka ruangan itu, maka kami yang akan membukanya. Akhirnya terjadilah kesepakatan tanggal 10 itu ruangan akan dibuka karena mereka akan mengambil barang-barang," ujarnya.

        Menurut Hermawanto, proses pembukaan ruangan tersebut juga melibatkan pihak IWD yang hendak mengambil barang-barang. Karena itu, ia membantah jika pihak yayasan sejak awal memiliki akses bebas terhadap ruangan yang kemudian ditemukan menyimpan senjata.

        "Jadi saya perlu tegaskan, kalau kami punya akses terhadap ruangan tersebut, kalau kunci itu ada di tangan kami, kami nggak perlu minta izin untuk masuk," sambung dia.

        Ia juga menepis narasi yang menyebut pihak IWD sudah berbulan-bulan tidak memiliki akses ke sekolah. Hermawanto menyatakan hingga saat ini masih terdapat sejumlah ruangan yang kuncinya berada di tangan pihak IWD.

        "Jadi kalau ada narasi yang menyatakan bahwa lima bulan tidak punya akses, dan rungan dikuasai oleh pihak pengelola sekolah yang baru, maka saya harus mengatakan bahwa narasi itu tidak benar," ungkapnya.

        Hermawanto menambahkan, saat ruangan yang menyimpan senjata tersebut pertama kali dibuka, prosesnya juga dilakukan oleh pihak IWD. Sementara itu, hingga kini masih terdapat dua ruangan yang dipasangi garis polisi.

        "Kalau sekarang totalnya itu ada dua ruangan yang masih di-police line. Gitu ya, yang di-police line. Tapi kalau ruangan ada satu lagi ruangan yang tidak di-police line, tapi itu ruangan bagian keuangan yang isinya kelihatan kalau dari luar, dari kaca, itu data-data buku-buku saja," jelasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: