Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PSSI Ingin Liga Putri Indonesia Dipimpin Wasit Wanita Sepenuhnya, Ada Tantangan Personel

        PSSI Ingin Liga Putri Indonesia Dipimpin Wasit Wanita Sepenuhnya, Ada Tantangan Personel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PSSI menargetkan pertandingan Liga Putri Indonesia atau Indonesia Women's League (IWL) 2026/2027 dipimpin oleh wasit dan asisten wasit wanita. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya PSSI untuk memperbesar peran perempuan dalam ekosistem sepak bola nasional, khususnya di kompetisi putri.

        Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa mengatakan pihaknya memiliki prinsip agar seluruh pertandingan IWL musim mendatang ditangani perangkat pertandingan wanita. Namun, penerapannya tetap akan menyesuaikan ketersediaan dan kualitas wasit yang dimiliki PSSI.

        "Secara prinsip, kami ingin pertandingan Liga Putri tersebut dipimpin sepenuhnya oleh wasit dan asisten wasit wanita," kata Yoshimi Ogawa dalam acara Refereeing Workshop for Media di Jakarta, Kamis.

        Ogawa mengungkapkan jumlah wasit wanita tingkat nasional yang dimiliki PSSI saat ini masih terbatas. Departemen Kewasitan PSSI tercatat memiliki enam wasit utama dan sembilan asisten wasit tingkat nasional wanita.

        Keterbatasan tersebut menjadi salah satu tantangan PSSI untuk menerapkan target penggunaan perangkat pertandingan wanita secara penuh. Apalagi kompetisi IWL akan berlangsung dengan jumlah pertandingan yang cukup banyak dalam satu musim.

        PSSI karena itu tidak hanya menyiapkan penugasan wasit untuk kompetisi, tetapi juga mendorong penambahan jumlah perangkat pertandingan wanita. Proses tersebut dilakukan mulai dari pengembangan wasit di tingkat provinsi hingga perekrutan dan peningkatan kualitas untuk jenjang nasional.

        "Lebih lanjut, Ogawa menjelaskan Departemen Kewasitan PSSI saat ini memiliki prioritas lain yaitu meningkatkan jumlah wasit dan asisten wasit wanita di Indonesia," demikian penjelasan mengenai program pengembangan tersebut.

        Menurut Ogawa, kebutuhan untuk menambah jumlah wasit wanita sudah cukup mendesak. PSSI ingin memiliki lebih banyak perangkat pertandingan wanita sehingga kompetisi sepak bola putri tidak bergantung pada jumlah personel yang terbatas.

        "Kebutuhan menambah jumlah wasit dan asisten wasit wanita, kata dia, merupakan merupakan hal yang sangat mendesak dengan program di tingkat provinsi, selain perekrutan untuk tingkat nasional," katanya.

        Meski demikian, PSSI tidak ingin mengejar komposisi wasit wanita dengan mengorbankan kualitas pertandingan. Jika jumlah wasit wanita belum mencukupi atau performanya belum memenuhi standar, perangkat pertandingan laki-laki tetap bisa dilibatkan.

        "Kami akan mengombinasikan wasit wanita dengan wasit laki-laki," ujar Ogawa.

        Artinya, target PSSI untuk menggunakan wasit wanita sepenuhnya di IWL tetap bergantung pada kesiapan perangkat pertandingan. Skema kombinasi menjadi opsi apabila kebutuhan pertandingan tidak dapat dipenuhi hanya dengan wasit dan asisten wasit wanita.

        Rencana tersebut akan diterapkan pada IWL 2026/2027 yang mulai bergulir pada 17 Oktober mendatang. Persita Tangerang dan Persija Jakarta dijadwalkan menjadi dua tim yang membuka kompetisi pada musim tersebut.

        Pertandingan pembuka IWL akan berlangsung di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan. Seluruh pertandingan kompetisi musim ini juga akan dipusatkan di stadion tersebut dengan melibatkan enam klub.

        Enam klub yang ambil bagian adalah Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United FC, FC Bekasi City, Persikad Depok, dan Garudayaksa FC. Kompetisi tersebut menggunakan format triple round-robin dengan sistem terpusat di Jakarta.

        Baca Juga: Banyak Peluang Terbuang, Nova Arianto Ungkap Alasan Timnas U-20 Indonesia Gagal Menang atas Malaysia

        Dalam fase awal, setiap klub akan memainkan sedikitnya 15 pertandingan. Empat tim terbaik kemudian melanjutkan persaingan ke semifinal sebelum dua pemenang semifinal bertemu di partai final.

        Dengan format tersebut, kebutuhan perangkat pertandingan tentu menjadi bagian penting dari kelancaran kompetisi. Target PSSI untuk menghadirkan wasit wanita secara penuh sekaligus menjadi momentum untuk menguji kesiapan sistem pembinaan perangkat pertandingan wanita di Indonesia.

        Ogawa menegaskan peningkatan jumlah wasit wanita merupakan bagian dari tanggung jawab Departemen Kewasitan PSSI. "Itu adalah salah satu tanggung jawab kami," katanya.

        PSSI kini harus memastikan program pengembangan tersebut berjalan seiring dengan kebutuhan kompetisi. IWL 2026/2027 bukan hanya menjadi panggung bagi pesepak bola wanita, tetapi juga kesempatan untuk memperbesar keterlibatan perempuan dalam posisi perangkat pertandingan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: