Legenda Timnas Indonesia: Skuad John Herdman Mewah, Harus Juara FIFA ASEAN Cup 2026!
Kredit Foto: Instagram/officialjohnherdman
Kurniawan Dwi Yulianto melihat Timnas Indonesia memiliki modal besar untuk berbicara banyak di FIFA ASEAN Cup 2026. Legenda Garuda tersebut bahkan menilai skuad yang dipersiapkan John Herdman sangat mewah dan layak memasang target juara.
Penilaian itu disampaikan menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026 pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi skuad Garuda untuk menunjukkan kualitas setelah Herdman memanggil sejumlah pemain berpengalaman.
"Kalau melihat skuad yang ada, ini benar-benar sangat mewah dan berkualitas," kata Kurniawan.
Komposisi pemain Indonesia kali ini dinilai memiliki pengalaman yang cukup untuk menghadapi persaingan di level Asia Tenggara. Sejumlah pemain yang berkarier di kompetisi luar negeri maupun memiliki pengalaman bersama Timnas Indonesia masuk dalam daftar pilihan Herdman.
Nama-nama seperti Kevin Diks, Calvin Verdonk, Maarten Paes, Joey Pelupessy, Justin Hubner, Emil Audero, hingga Ole Romeny menjadi bagian dari skuad Indonesia. Hanya Jay Idzes yang harus absen setelah mengalami cedera.
Absennya Jay memang menjadi kehilangan tersendiri bagi Timnas Indonesia, mengingat sang pemain selama ini memiliki peran penting di lini belakang. Namun, kualitas skuad Garuda secara keseluruhan tetap dinilai cukup kuat untuk bersaing di turnamen tersebut.
"Hanya kurang Jay Idzes yang cedera tapi pemain lainnya saya rasa punya pengalaman dan kualitas," ujar mantan penyerang Timnas Indonesia tersebut.
Optimisme itu kemudian membuat legenda Garuda tersebut tidak ragu menaikkan target Indonesia. Menurutnya, kualitas pemain yang tersedia harus diikuti dengan ambisi untuk meraih gelar juara, bukan sekadar melewati fase grup.
"Jadi kami harus menjadi juara," tegasnya.
FIFA ASEAN Cup 2026 juga memiliki status berbeda dibandingkan Piala AFF yang selama ini menjadi ajang utama persaingan negara-negara Asia Tenggara. Turnamen kali ini masuk dalam kalender FIFA sehingga negara peserta memiliki peluang lebih besar untuk menurunkan pemain terbaik mereka.
Kondisi tersebut dinilai menjadi keuntungan sekaligus tantangan bagi Indonesia. Jika seluruh negara membawa kekuatan terbaik, persaingan pada turnamen perdana ini tentu akan semakin ketat.
"Artinya semua tim pasti akan menurunkan tim terbaiknya," kata sosok yang pernah memperkuat klub Italia Sampdoria tersebut.
Karena itu, ia berharap Indonesia juga memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menurunkan komposisi terbaik. Status turnamen sebagai agenda FIFA dinilai menjadi momentum bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan perkembangan kualitas skuad Garuda.
"Jadi ini kesempatan bagi Timnas Indonesia benar-benar dengan menurunkan skuad terbaik untuk bisa bertanding," ujarnya.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara itu, Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Meski optimistis dengan kekuatan Garuda, ia mengingatkan agar para pemain tidak terlena. Malaysia, khususnya, tetap harus diperhitungkan karena datang dengan sejumlah pemain naturalisasi serta 10 pemain dari Johor Darul Ta'zim.
"Kita tahu Malaysia banyak pemain naturalisasi dan beberapa dari Johor Darul Takzim. Mereka benar-benar berkualitas," tutupnya.
Dengan komposisi pemain yang dinilai mewah dan status FIFA ASEAN Cup sebagai kalender FIFA, ekspektasi terhadap Timnas Indonesia memang meningkat. Tantangannya kini adalah membuktikan kualitas tersebut di lapangan dan mewujudkan target juara yang sudah dipasang sejak awal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: