Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kejutan Diplomasi! Xi Jinping Temui Donald Trump 23 September, Ini Agenda Krusial yang Dibahas

        Kejutan Diplomasi! Xi Jinping Temui Donald Trump 23 September, Ini Agenda Krusial yang Dibahas Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kabar penting datang dari panggung diplomasi internasional. Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dipastikan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat (AS) pada 23 hingga 25 September mendatang.

        Kehadiran orang nomor satu di Tiongkok ini merupakan respons atas undangan langsung dari Presiden AS, Donald Trump.

        Agenda krusial ini diumumkan secara resmi oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam sesi taklimat pers rutin yang digelar pada Senin (21/9).

        Dalam lawatan strategis tersebut, Xi Jinping dan Donald Trump dijadwalkan akan menggelar pertemuan tingkat tinggi untuk bertukar pandangan secara mendalam.

        Pembahasan akan difokuskan pada isu-isu krusial yang berkaitan dengan dinamika hubungan bilateral Tiongkok-AS, serta upaya mendorong perdamaian dan pembangunan di tingkat global.

        Menurut Guo Jiakun, diplomasi yang langsung dipimpin oleh kepala negara memiliki peran fundamental dan tak tergantikan. Langkah ini dinilai sangat penting untuk memberikan arahan strategis yang jelas bagi kelangsungan hubungan kedua negara raksasa ekonomi tersebut.

        Kunjungan kenegaraan ini bukan sekadar lawatan biasa. Guo menyebutkan bahwa aksi saling kunjung antara kedua kepala negara yang terjadi dalam kurun waktu enam bulan terakhir merupakan sebuah tonggak bersejarah dalam relasi diplomatik Tiongkok dan Amerika Serikat.

        Pemerintah Tiongkok pun menegaskan komitmen terbukanya untuk menjalin sinergi dengan Washington.

        "Tiongkok siap bekerja sama dengan pihak AS untuk memperkaya makna hubungan stabilitas strategis yang konstruktif, meningkatkan dialog dan kerja sama, serta mengelola perbedaan dengan tepat," urai Guo.

        Lebih lanjut, Guo berharap agar langkah diplomasi strategis ini mampu memberikan dampak positif yang konkret, tidak hanya bagi kedua negara tetapi juga dunia internasional.

        "Serta terus berkontribusi bagi kesejahteraan kedua bangsa, dan pastinya bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran global," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: